• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Merengkuh Kemenangan Sejati

fusilat by fusilat
May 5, 2022
in Feature
0
Merengkuh Kemenangan Sejati

Umat Islam menunaikan shalat Idul Fitri 1443 H di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (2/5/2022). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp..(SIGID KURNIAWAN)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Zaedi Basiturrozak, Bendahara Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah

TIBA saat hari perayaan datang, umat Islam seantero dunia menyambutnya sebagai hari kemenangan. Tidak pandang usia, suku dan ras apapun serta juga tidak pandang apakah berpusa secara penuh atau hanya puasa beduk. Mereka semua tak luput dari kegembiraan dan penuh suka cita. Paling tidak sebagai penanda bahwa telah melampaui ujian keimanan selama bulan Ramadhan.

Oleh karenanya perayaan disimbolkan dengan segala sesuatu yang baru; busana baru, hubungan baru dan hal-hal baru lainnya. Selama satu bulan umat Islam menjalankan kewajiban puasa sebagai usaha pemenuhan kesempurnaan atas rukun agama yang tidak lain bertujuan agar menjadikannya lebih bertakwa. Puasa dalam makna yang eksplisit merupakan satu tindakan menahan diri dari makan dan minum serta tindakan keburukan yang dapat menjauhkan manusia dari nilai keimanannya.

Itu sebabnya menjadi cukup puasa seseorang ketika mampu melampaui ujian lapar dan dahaga. Disandingkan dengan makna implisit yang jauh lebih fundamental, puasa sejatinya erat kaitannya dengan persoalan spiritualitas manusia. Sebagaimana kita mafhum bahwa manusia terdiri atas dimensi fisik dan ruhiyah, maka puasa sejatinya merupakan proses mental yang mampu menyegarkan kembali aspek kebatinan seseorang bahkan meningkatkan kadar kualitas hidup dan keimanannya. Maka kemenangan seorang muslim dalam menjalankan kewajiban puasa adalah ketika muncul perubahan-perubahan sikap dan perilaku yang lebih positif sebagai implikasi atas tertempanya iman. Puasa secara fisik yang sebetulnya hanya mengubah siklus biologi manusia.

Puasa Sebagai Mekanisme Perubahan Perilaku

Puasa sebagai sebuah proses mental menjadi keniscayaan individu untuk bermetamorfosisis menjadi manusia yang suci kembali. Manusia yang pandangannya mampu menembus tabir dimensi ketuhanan yang sejauh ini terkabut oleh pandangan nafsu dan libido saja. Meminjam istiah Freud yang terkenal dengan pandangan psikoanalisis bahwa libido inilah yang mendasari gerak perilaku manusia.

Libido yang mencakup aspek bukan hanya dorongan seksual saja, lebih luas melingkupi semua aspek energi dari naluri kehidupan yang bersifat fisiologis. Dorongan inilah yang seringkali mendominasi ruang bawah sadar dalam struktur psikologi manusia yang banyak mempengaruhi perilaku. Secara teori, psikoanalisis menjelaskan mengenai tingkat kesadaran dan ketaksadaran, yang merupakan kunci untuk memahami perilaku dan masalah kepribadian. Secara proporsional dapat diilustrasikan dengan fenomena gunung es di mana bagian kecil yang menyembul ke permukaan sebagai dimensi sadar manusia, semetara bagian paling besar gunung es adalah bagian badan yang tidak tampak dipermukaan air sebagi dimensi ketidak sadaran manusia.

Ketaksadaran di dalamnya mengandung unsur pengalaman, kenangan, bahan- bahan yang direpresi (ditekan), kebutuhan dan motivasi yang tidak dapat diakses dan dikontrol. Teori ini percaya bahwa sebagian besar fungsi psikologis terletak di luar wilayah kesadaran. Oleh karena itu, terapi psikoanalitik ditujukan untuk membuat motif tak sadar menjadi disadari, sebab hanya ketika menyadari motif- motif tersebut, seseorang mampu melaksanakan pilihan. Oleh karena ruang ketidaksadaran menjadi dorongan terbesar perilaku seseorang dan didalamnya mengandung banyak dimensi nilai, pengalaman, motivasi instingtif dan spiritual, maka perlu sebuah mekanisme yang disengaja agar kekosongan ruang ini dapat diisi dengan sesuatu yang baik sebagai pengisi ruang memori, menyegarkan kembali memori keburukan dengan nilai-nilai kebaikan dan mereorientasi motivasi hidup manusia.

Di sinilah puasa Ramadhan dengan seperangkat nilai ajaran yang dikandungnya memiliki signifikasi dalam membantu memenuhi ruang ketidaksadaran manusia. Puasa sebagai madrasah kepribadian paling tidak mengandung unsur-unsur nilai antara lain; mendidik individu agar selalu tegas dalam menentukan perbuatannya, karena perbuatan buruk secara substani akan mengggurkan nilai puasa. Puasa juga mengingatkan manusia untuk selalu dekat dengan Tuhannya dan juga sebagai tujuan akhir hidup, mengajarkan manusia untuk selalu melakukan amalan-amalan yang dapat mendekatkan dengan Sang Khalik, mendidik manusia dalam hal disiplin dan mengajarkan individu dalam bertindak yang berorientasi pada kesejahteraan diri dan lingkungannya.

Sadar atau tidak semua bentuk amalan yang dilakukan manusia ketika menjalankan puasa Ramadhan dengan penuh keikhlasan, kegembiraan dan penuh harap menjadi salah satu mekanisme tersendiri dalam me-refresh, reorientasi hidup dalam dimensi ruang bawah sadar manusia. Di kemudian hari semua pengalaman baik yang terepresi dalam alam bawah sadar akan menjadi sebuah mekanisme yang natural melekat pada diri manusia. Oleh karenanya perilaku seseorang akan didominasi oleh nilai-nilai yang diajarkan selama puasa Ramadhan. Mekaniasme psikologi inilah yang menjadi sintesa terhadap relasi puasa dan perilaku manusia dalam hemat penulis.

Kemenangan Sejati Semua kita yang beriman patut berbangga diri jika telah melampau momentum puasa Ramadhan. Namun demikian apakah benar bahwa kita sudah memenangkannya atau hanya sebatas menjalankan ritus keagamaan sebagaimana yang diwariskan sejak masih kecil. Seberapa dekatkah kita dengan Tuhan dan sejauh mana kita menyandrkan segala aspek hidup; motivasi, sikap, perilaku kita disandarkan atas dasar tujuan ideal sebagaimana Allah ajarkan kepada manusia. Atau jangan-jangan kita juga hanya terjebak pada dimensi ego-spiritual yang hanya mengedepankan aspek formal dan ritus keagamaan semata. Jika demikian maka hal ini justru menjauhkan kita dari substansi ramdhan itu sendiri.

Karena sejatinya ajaran dalam puasa yang terangkum dalam memori alam bawah sadar kita disamping mengandung nilai-nilai ruhiyah juga mengandung nilai universalitas yag berorientasi pada nilai kepuasan diri dan kesejahteraan sesama. Maka idealnya puasa akan melahirkan pribadi yang tidak hanya tagguh dalam mengamalkan ajaran keagamaan, tetapi mampu menerapkan nilai-nilai ritus agama dlam dimensi nyata kehidupan manusia. Jika benar kita memenangkan puasa makan harus muncul indikasi yang mengarah pada perubahan perilaku dan sikap manusia oleh karea terpenuhinya ruang ketidak sadaran dengan semua aspek kebaikan Ramadhan.

Mereka yang memenangkan puasa seyogianya menghindarkan diri dari tindakan yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan fisiologis semata. Tetapi keyakinan univesalitas Tuhan sebagai tujuan hidup harus mampu menjadi motivasi utama dalam setiap perilaku sosial manusia. Jika ini terjadi maka lahirlah insan pemenang, yang pantang berperilaku merugikan sesama, pantang untuk korupsi dan memperdaya orang lain hanya kepentingan fisiologisnya semata. Karena secara psikologis orang yang masih mendsarkan perilakunya pada pemenuhan fisiologis saja adalah orang yang belum merdeka dan belum menemukan makna ke-diriannya.

Dikutip dari Kompas.com, Senin 02 mei 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Waspada Kasus Hepatitis Misterius, Sudah Terdeteksi 228 Kasus di 20 Negara

Next Post

Jangan Main-main dengan Teori Permainan

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Pesona Keajaiban Surat Wasiat Semar

Jangan Main-main dengan Teori Permainan

Rekayasa “One Way” di Jalan Tol Adalah Kebijakan Absurd

Rekayasa “One Way” di Jalan Tol Adalah Kebijakan Absurd

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist