• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

GABAH DISERAP, PETANI TERJERAT: Menggugat Kebijakan “Any Quality” ala Bulog

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
February 2, 2026
in Economy, Feature
0
Bulog Karawang Serap Gabah Petani Meski Capai 136 Persen dari Target
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Kebijakan penyerapan gabah petani dalam bentuk gabah kering panen (GKP) oleh Bulog pada masa panen raya padi belakangan ini menimbulkan banyak persoalan. Salah satu yang paling krusial adalah kebijakan menyerap gabah dengan skema “any quality”.

Di atas kertas, kebijakan ini memang mampu meningkatkan serapan gabah petani dalam jumlah signifikan. Namun di lapangan, justru melahirkan masalah turunan yang tidak sederhana—bahkan berpotensi merugikan petani dan melemahkan tata kelola pangan nasional.

Gabah GKP dengan kualitas beragam terbukti menghadapi persoalan serius dalam proses penyimpanan. Persoalan ini kian kompleks ketika pemerintah sendiri belum sepenuhnya siap dari sisi infrastruktur dan logistik. Keterbatasan kapasitas gudang Bulog, teknologi penyimpanan yang belum memadai, serta minimnya tenaga pengelola gudang menjadi fakta yang tak bisa dihindari dan harus segera dibenahi.

Koreksi Kebijakan: Mendesak dan Tak Bisa Ditunda

Koreksi terhadap kebijakan penyerapan gabah petani harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek harga, kualitas, hingga infrastruktur penyimpanan. Beberapa langkah korektif yang telah dan perlu terus dilakukan antara lain sebagai berikut.

Pertama, Penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Pemerintah telah menaikkan HPP GKP sebagai bentuk perlindungan terhadap petani sekaligus insentif peningkatan produksi.

  • HPP GKP di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram, dengan ketentuan kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen.
  • Mekanisme rafaksi tetap diberlakukan bagi gabah dengan kualitas di bawah standar. Untuk kadar air 26–30 persen, misalnya, harga pembelian berada di kisaran Rp5.750 per kilogram.

Kedua, Penegasan Standar Mutu dan Rafaksi Harga.
Kebijakan any quality sempat berdampak pada menurunnya mutu stok Bulog. Koreksi dilakukan dengan memperjelas standar mutu berbasis SNI serta menerapkan rafaksi harga secara lebih terukur. Dengan cara ini, gabah petani tetap terserap tanpa mengorbankan kualitas cadangan pangan nasional.

Ketiga, Penguatan Infrastruktur dan Logistik.
Masalah klasik penyerapan gabah kerap bersumber pada keterbatasan sarana. Solusi yang perlu dipercepat meliputi:

  • Penambahan kapasitas gudang Bulog serta optimalisasi gudang milik pemerintah daerah.
  • Penyediaan fasilitas pengering (dryer) guna mengatasi kadar air tinggi, terutama pada musim hujan, agar gabah lebih tahan disimpan.

Keempat, Optimalisasi Peran Bulog dan Sinergi Antar-Lembaga.
Setidaknya ada tiga langkah strategis yang harus segera ditempuh:

  • Bulog wajib turun langsung ke lapangan untuk menyerap gabah, mengurangi ketergantungan pada pedagang perantara yang kerap menekan harga petani.
  • Penguatan sinergi antara Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian, Bulog, pemerintah daerah, dan asosiasi petani melalui koordinasi yang konsisten dan terukur.
  • Percepatan sistem pembayaran kepada petani agar kepercayaan petani terhadap Bulog semakin meningkat.

Bulog Harus Menjadi Penggerak, Bukan Penonton

Menjelang panen raya padi berikutnya, koreksi kebijakan tata kelola penyerapan gabah petani menjadi keniscayaan. Tanpa pembenahan serius, stabilitas harga di tingkat petani dan ketahanan pangan nasional hanya akan menjadi jargon kosong. Dalam konteks ini, Bulog semestinya tampil sebagai prime mover, bukan sekadar pelaksana teknis.

Sebagai operator pangan, Bulog dirancang menjadi lembaga pemerintah yang otonom dan berada langsung di bawah Presiden. Status ini menuntut Bulog tampil lebih lincah, adaptif, dan responsif dalam menjawab berbagai persoalan pangan. Bulog tidak semestinya lagi dibebani logika korporasi yang mengejar keuntungan, sebab mandat utamanya adalah melayani kepentingan rakyat, khususnya petani.

Transformasi Bulog: Dari Wacana ke Keniscayaan

Bulog memang perlu bertransformasi. Transformasi bukan sekadar perubahan kosmetik, melainkan pergeseran struktural yang mendasar dan tidak bisa kembali ke pola lama. Transformasi berarti membongkar ketimpangan, memperbaiki relasi kekuasaan, dan menggali potensi kelembagaan agar Bulog benar-benar berdaya dan bermartabat.

Dengan semangat itu, transformasi Perum Bulog menjadi langkah strategis untuk mengembalikan peran lembaga pangan ini sebagai benteng kedaulatan pangan nasional—lembaga pemerintah yang kuat, profesional, dan berpihak pada petani.

Penugasan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran pembantunya semakin mempertegas posisi Bulog dalam struktur birokrasi pemerintahan. Bulog tidak lagi berada di bawah Kementerian Pertanian atau kementerian teknis lainnya, melainkan berdiri langsung di bawah Presiden.

Dengan posisi tersebut, Bulog diharapkan mampu menjalin “persahabatan sejati” dengan petani. Jika Bulog sungguh-sungguh diposisikan sebagai off-taker utama hasil panen, maka nasib dan kesejahteraan petani seharusnya membaik. Bulog akan membeli gabah dengan harga wajar, adil, dan menguntungkan petani—bukan sekadar menyerap, lalu meninggalkan persoalan.

(Penulis adalah Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo Gagal Membaca Langkah Perjuangan Bangsanya Sendiri

Next Post

Merasa di Aniaya RRT: Tubuh di Panggung, Hukum di Belakang: Playing Victim Seorang yang Tak Pernah Hadir di Pengadilan

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Titik Uji PSI 2029:  Bila Menang Diserang – Gagal Lemah

Merasa di Aniaya RRT: Tubuh di Panggung, Hukum di Belakang: Playing Victim Seorang yang Tak Pernah Hadir di Pengadilan

Ketika Ketaatan Disalahpahami, Rumah Menjadi Neraka

Ketika Ketaatan Disalahpahami, Rumah Menjadi Neraka

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...