• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Ketaatan Disalahpahami, Rumah Menjadi Neraka

fusilat by fusilat
February 2, 2026
in Feature, Spiritual
0
Ketika Ketaatan Disalahpahami, Rumah Menjadi Neraka
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam banyak keterangan—baik yang bersumber dari tafsir keagamaan, petuah budaya, maupun nasihat turun-temurun—istri kerap diposisikan sebagai pihak yang harus taat kepada suami. Ketaatan itu sering kali dipahami secara dangkal, bahkan brutal: seolah dengan status “kepala keluarga”, suami berhak memperlakukan istrinya apa saja. Dari sinilah tragedi rumah tangga bermula—rumah yang seharusnya menjadi syurga tempat pulang, berubah menjadi neraka sunyi bagi perempuan yang bernama istri.

Agama: Ketaatan yang Bersyarat, Bukan Kekuasaan Absolut

Dalam perspektif agama—khususnya Islam—ketaatan istri kepada suami tidak pernah dimaksudkan sebagai legitimasi kekerasan, dominasi, atau penindasan. Ketaatan selalu diletakkan dalam kerangka ma’ruf: kebaikan, keadilan, dan kemanusiaan.

Suami dalam agama bukan penguasa, melainkan amanah. Ia disebut qawwam bukan karena superioritas biologis atau hak memerintah, melainkan karena tanggung jawab: melindungi, menafkahi, dan menjaga martabat keluarga. Nabi Muhammad SAW sendiri memberi teladan paling radikal dalam hal ini—tidak pernah memukul istri, tidak merendahkan, dan menjadikan musyawarah sebagai fondasi rumah tangga.

Ketika ayat atau hadis tentang ketaatan dipotong dari konteks etikanya, agama berubah dari petunjuk menjadi alat kekuasaan. Tafsir yang demikian bukan hanya keliru, tetapi mengkhianati pesan dasar agama: rahman~rahim, kasih sayang yang memuliakan manusia, bukan menundukkannya.

Agama tidak pernah membenarkan rumah tangga yang dibangun di atas rasa takut. Ketaatan yang lahir dari teror bukan ibadah, melainkan penindasan yang dibungkus simbol suci.

Budaya Patriarki: Tradisi yang Membeku, Bukan Kebenaran Abadi

Di luar agama, budaya patriarki turut memperkuat narasi bahwa istri adalah “milik” suami. Dalam banyak masyarakat, perempuan diajarkan sejak kecil untuk sabar, diam, dan menerima. Kekerasan verbal dianggap urusan domestik, kekerasan fisik disebut “aib keluarga”, dan penderitaan istri diminta disimpan rapat demi menjaga nama baik.

Budaya seperti ini menjadikan pernikahan bukan ruang tumbuh bersama, melainkan struktur hierarkis: suami di puncak, istri di bawah. Ketika budaya menormalisasi ketimpangan, kekerasan pun tampak wajar.

Padahal budaya bukan kitab suci. Ia produk zaman, dan karenanya bisa—bahkan harus—dikritik ketika melahirkan ketidakadilan.

Budaya Modern: Relasi, Bukan Dominasi

Dalam perspektif budaya modern, pernikahan dipahami sebagai relasi setara antara dua manusia dewasa. Bukan siapa lebih berkuasa, melainkan siapa lebih bertanggung jawab. Cinta tidak diukur dari kepatuhan, melainkan dari rasa aman. Kepemimpinan tidak ditandai oleh suara paling keras, tetapi oleh kemampuan mendengar.

Budaya modern menempatkan rumah tangga sebagai ruang negosiasi nilai, emosi, dan peran. Di sini, istri bukan objek perintah, melainkan subjek yang memiliki kehendak, pikiran, dan hak atas martabat dirinya.

Ketika seorang suami merasa berhak memperlakukan istrinya sesuka hati—atas nama agama atau tradisi—sesungguhnya ia sedang menunjukkan kegagalan memahami zaman, sekaligus kegagalan menjadi manusia.

Penutup: Mengembalikan Rumah sebagai Tempat Pulang

Rumah tangga tidak runtuh karena kurangnya ketaatan, melainkan karena hilangnya keadilan dan empati. Agama tidak pernah mengajarkan neraka domestik. Budaya modern tidak memusuhi nilai keluarga. Yang bermasalah adalah tafsir dan tradisi yang memuliakan kekuasaan, bukan kemanusiaan.

Jika ketaatan dijadikan alat menekan, maka yang lahir bukan keluarga sakinah, melainkan penjara bernama pernikahan. Dan di sanalah, seorang istri menjalani hukuman seumur hidup—tanpa pernah melakukan kejahatan apa pun.

Sudah waktunya ketaatan dikembalikan pada makna aslinya: kesediaan saling menjaga, bukan alasan untuk saling melukai.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Merasa di Aniaya RRT: Tubuh di Panggung, Hukum di Belakang: Playing Victim Seorang yang Tak Pernah Hadir di Pengadilan

Next Post

Siapa yang Dimaksud Tokoh Oposisi Itu?

fusilat

fusilat

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Crime

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan – Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

February 13, 2026
Next Post
Siapa yang Dimaksud Tokoh Oposisi Itu?

Siapa yang Dimaksud Tokoh Oposisi Itu?

Apa Hak Istri atas Suami?

Apa Hak Istri atas Suami?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist