• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Siapa yang Dimaksud Tokoh Oposisi Itu?

Kelompok Kritis yang Terpinggirkan di Era Jokowi, Bertemu Prabowo

fusilat by fusilat
February 2, 2026
in Feature, Politik
0
Siapa yang Dimaksud Tokoh Oposisi Itu?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ada satu kata yang belakangan ini terasa ganjil tapi sengaja dibiarkan menggantung di udara: tokoh oposisi.
Kata itu keluar dari mulut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika menjelaskan pertemuan sekelompok orang dengan Presiden Prabowo Subianto di akhir pekan. Ketika ditanya lebih lanjut siapa yang dimaksud dengan tokoh oposisi itu, jawabannya justru lebih ganjil: lupa. Bahkan tempat pertemuannya pun enggan disebutkan.

Dalam politik, lupa sering kali bukan soal ingatan, melainkan soal kehati-hatian.

Berbeda dengan Menhan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memilih diksi yang lebih jinak dan terasa administratif: tokoh masyarakat. Ia bahkan menyebut dua nama secara terbuka—Siti Zuhro, pakar politik, dan Susno Duadji, mantan Kabareskrim Polri. Pilihan kata ini tampaknya bukan sekadar soal selera bahasa, melainkan soal posisi dan makna.

Sebab, siapa sebenarnya yang pantas disebut tokoh oposisi?

Siti Zuhro sendiri dengan jujur—dan mungkin sedikit geli—menolak label itu. “Mana mungkin saya tokoh oposisi, saya ASN,” kira-kira begitu sikapnya. Pernyataan yang sederhana, tapi menohok. Ia mengingatkan kita bahwa kritik tidak selalu identik dengan oposisi, dan oposisi tidak selalu berarti perlawanan terhadap negara.

Barangkali istilah yang lebih tepat memang kelompok kritis—mereka yang masih mau bertanya ketika yang lain memilih diam; mereka yang tetap bersuara ketika tepuk tangan sudah menjadi kewajiban sosial.

Jika publik agak jeli mengamati situasi politik belakangan ini, pertemuan itu sebetulnya bukan peristiwa tunggal. Beberapa waktu sebelumnya, rumah M. Said Didu menjadi tempat berkumpul sekitar 50-an orang yang dikenal kritis terhadap arah kekuasaan. Di antara mereka ada Siti Zuhro, Susno Duadji, Gatot Nurmantyo, dan sejumlah nama lain yang selama ini lebih sering berada di pinggir wacana ketimbang di pusat kekuasaan.

Bisa jadi, merekalah yang kemudian bertemu Presiden Prabowo di Kertanegara. Bukan sebagai oposisi dalam arti parlementer, tetapi sebagai kumpulan suara yang lama tidak diajak bicara. Sebelum bertemu Presiden, mereka berkonsolidasi lebih dulu—sebuah kebiasaan lama dalam politik: menyusun kata agar tidak salah ucap di hadapan kekuasaan.

Yang menarik untuk dicatat, kelompok kritis ini adalah mereka yang relatif terpinggirkan di era Presiden Jokowi. Padahal, ironinya, sebagian dari mereka dahulu adalah pendukung militan Prabowo Subianto. Sejarah politik memang gemar berkelok; kawan lama bisa tersisih, sementara kritik bisa berubah menjadi kesetiaan baru.

Menurut Sjafrie Sjamsoeddin, hasil pertemuan itu “sangat positif”. Ada kesepahaman untuk saling membantu sesuai posisi masing-masing. Hambatan selama ini, katanya, lebih pada komunikasi yang tersumbat. Maka yang hendak dibenahi ke depan bukan ideologi, melainkan jalur bicara.

Di titik ini, pertemuan itu tampaknya lebih bersifat curhat kenegaraan ketimbang transaksi politik. Presiden Prabowo, agaknya, memanfaatkan momentum tersebut untuk mengungkapkan beban yang sedang dihadapinya, sekaligus menjelaskan arah yang ingin ditempuh. Sebuah pengakuan bahwa kekuasaan, betapapun kuatnya, tetap membutuhkan kebersamaan.

Namun, harapan—seperti biasa—selalu berjalan beriringan dengan risiko. Potensi konflik terbuka masih ada, bisa muncul kapan saja, dari arah mana saja. Politik Indonesia terlalu cair untuk dijanjikan stabilitas permanen.

Tetapi setidaknya, pertemuan itu memberi satu isyarat penting: bahwa kritik belum sepenuhnya mati, dan kekuasaan masih mau—atau perlu—mendengarkan.

Dan mungkin, di republik ini, itu sudah cukup untuk disebut sebagai secercah harapan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Ketaatan Disalahpahami, Rumah Menjadi Neraka

Next Post

Apa Hak Istri atas Suami?

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
Apa Hak Istri atas Suami?

Apa Hak Istri atas Suami?

2000 Anak Keracunan Makanan Bergizi Gratis, Kepala BGN Harus Diperiksa

2000 Anak Keracunan Makanan Bergizi Gratis, Kepala BGN Harus Diperiksa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist