• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo Gagal Membaca Langkah Perjuangan Bangsanya Sendiri

Ali Syarief by Ali Syarief
February 1, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Prabowo Gagal Membaca Langkah Perjuangan Bangsanya Sendiri
Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia pernah berdiri tegak sebagai bangsa yang bukan hanya merdeka secara politik, tetapi juga berdaulat secara moral. Konferensi Asia-Afrika (KAA) Bandung 1955 adalah penanda paling terang dari posisi itu. Sebuah republik yang baru berusia sepuluh tahun, masih diganggu Belanda yang belum ikhlas menerima Proklamasi 1945, justru berani memanggil dunia untuk berkumpul dan menyusun sikap bersama: melawan kolonialisme dalam segala bentuknya.

Sukarno memahami sesuatu yang hari ini tampaknya gagal dibaca oleh Prabowo Subianto: bahwa martabat bangsa tidak ditentukan oleh kedekatan dengan kekuatan besar, melainkan oleh keberanian mengambil posisi yang benar meski sendirian.

Bung Karno menolak mengundang Israel ke KAA, meski negara itu telah memproklamasikan kemerdekaan sejak 1948. Penolakan itu bukan emosional, bukan pula sekadar ideologis, melainkan berakar pada prinsip anti-penjajahan. Sebaliknya, Palestina—yang bahkan belum merdeka—diundang sebagai peninjau melalui Mufti Besar Yerusalem, Amin Al-Husaini. Pesannya tegas: Indonesia berpihak pada bangsa yang tertindas, bukan pada penjajah yang berganti rupa.

Lebih jauh, Bung Karno telah membaca kolonialisme secara visioner. Baginya, kolonialisme tidak mati ketika bendera penjajah diturunkan. Ia hanya bersalin rupa: menjadi kontrol ekonomi, dominasi intelektual, dan hegemoni politik global. Karena itu, sikap anti-Israel Bung Karno bukan episodik, melainkan konsisten hingga akhir hayatnya—termasuk menolak partisipasi atlet Israel dalam ajang olahraga internasional.

Ironisnya, warisan moral itu kini hanya tinggal romantisme sejarah ketika Prabowo Subianto—presiden yang kerap mengaku mengidolakan Sukarno—justru duduk berdampingan dengan pemimpin negara-negara pendukung Israel, negara yang hari ini secara terang-benderang melakukan genosida di Gaza.

Lebih dari itu, Prabowo bersedia menjadi anggota Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump—sebuah badan yang sejak awal problematik, tak jelas mandatnya, dan secara terang-terangan mengabaikan mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa. Negara-negara Eropa menolak bergabung karena memahami satu hal sederhana: perdamaian global tidak bisa dibangun dengan menyingkirkan PBB, apalagi dengan menghapus eksistensi Palestina dari meja perundingan.

Pasal 24 Piagam PBB secara eksplisit menyatakan bahwa urusan pemeliharaan keamanan dan perdamaian internasional adalah wewenang Dewan Keamanan PBB. Namun Trump, dengan gaya khas imperialis abad ke-21, justru membentuk “Dewan Perdamaian Gaza” tanpa Palestina, lalu menghapus Gaza dari peta moral dengan dalih perdamaian dunia. Ini bukan perdamaian—ini oksimoron politik.

Yang lebih mengkhawatirkan, Prabowo tidak membaca kontradiksi itu. Ia menerimanya mentah-mentah, seolah lupa bahwa Indonesia sejak awal berdiri di barisan bangsa-bangsa yang melawan kolonialisme, bukan yang memolesnya dengan jargon damai.

Lebih parah lagi, partisipasi itu menggunakan uang pajak rakyat Indonesia sebesar Rp 17 triliun. Angka ini bukan sekadar soal pemborosan, melainkan soal pelanggaran konstitusi. Pasal 11 ayat (2) UUD 1945 dengan tegas menyatakan bahwa presiden harus mendapat persetujuan DPR sebelum membuat perjanjian internasional yang berdampak pada keuangan negara. Hingga hari ini, tak ada penjelasan terbuka dari pemerintah, tak ada pertanggungjawaban dari DPR.

Di titik inilah kegagalan Prabowo menjadi utuh: gagal membaca sejarah bangsanya sendiri, gagal memahami konstitusi yang ia sumpahi, dan gagal membedakan antara diplomasi bermartabat dan kepatuhan pada skenario kekuatan global.

Sukarno membangun politik luar negeri Indonesia dengan prinsip bebas dan aktif—bebas dari tekanan imperium, aktif membela kemerdekaan bangsa-bangsa tertindas. Prabowo, sebaliknya, tampak memilih jalur aman: duduk di meja yang disiapkan kekuatan besar, meski meja itu dibangun di atas reruntuhan Gaza dan darah rakyat Palestina.

Jika Bung Karno menjadikan Indonesia mercusuar moral dunia ketiga, maka keputusan Prabowo hari ini justru meredupkan cahaya itu. Bukan karena Indonesia kecil atau lemah, tetapi karena pemimpinnya gagal membaca langkah perjuangan bangsanya sendiri—langkah yang dahulu begitu tegas, begitu terang, dan begitu berpihak.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Musda Golkar Sumut Ricuh di JW Marriott Medan

Next Post

GABAH DISERAP, PETANI TERJERAT: Menggugat Kebijakan “Any Quality” ala Bulog

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026
Birokrasi

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum
Birokrasi

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
Next Post
Bulog Karawang Serap Gabah Petani Meski Capai 136 Persen dari Target

GABAH DISERAP, PETANI TERJERAT: Menggugat Kebijakan “Any Quality” ala Bulog

Titik Uji PSI 2029:  Bila Menang Diserang – Gagal Lemah

Merasa di Aniaya RRT: Tubuh di Panggung, Hukum di Belakang: Playing Victim Seorang yang Tak Pernah Hadir di Pengadilan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

May 26, 2026
Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

May 26, 2026
Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

May 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...