• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

fusilat by fusilat
May 26, 2026
in Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Malika Dwi Ana

Dandhy Laksono dan Watchdoc enam tahun lalu pernah merilis Sexy Killers. Film yang membongkar hubungan mesra politisi, oligarki tambang batubara, dan kerusakan lingkungan di Kalimantan Timur. Dirilis pas masa tenang Pilpres 2019, langsung meledak dan viral.

Beberapa tahun kemudian muncul Dirty Vote, yang kembali menghebohkan soal politik uang, oligarki, dan demokrasi transaksional menjelang pemilu. Dan kini giliran Pesta Babi — lagi-lagi Dandhy cs — yang mengangkat deforestasi masif di Papua untuk food estate, tebu bioetanol, dan sawit atas nama “ketahanan pangan”.

Polanya selalu sama, seperti mantra yang berulang:

  • Ekspos oligarki + kroni + aparat
  • Heboh sesaat, trending, jutaan views
  • Nobar dibubarkan atau diblokir
  • Narasi “anti-pembangunan” atau “provokasi” dilontarkan
  • BuzzeRp dan kang cebok pemerintah gerak cepat dengan kontra-narasi, ada yang dibeli, dibungkam, atau diintimidasi
  • Kemudian semuanya kembali ke business as usual. Yang nyangkul ya balik nyangkul, yang maling ya balik maling, yang kebiasaan cabul ya balik nyari korban, dan seterusnya dan seterusnya.

Dari Sexy Killers ke Dirty Vote, lalu ke Pesta Babi. Semua film ini berhasil membuat sebagian orang mikir, melek informasi, dan marah sejenak, misuh-misuh di medsos. Tapi hasil akhirnya? Hampir nihil.

Rakyat Kaltim masih hidup di antara lubang tambang batubara yang menganga. Papua semakin gundul oleh proyek monokultur. Parlemen dan RI 1 tetap diisi oleh figur-figur yang sama atau bahkan lebih buruk. Pemilu datang, rakyat jelata kembali mencoblos dengan pola lama — seolah semua paparan dokumenter yang katanya “membuka cakrawala kesadaran” itu tak pernah mereka tonton.

Pesta Babi Oligarki terus berlanjut. Hutan disembelih, dagingnya dinikmati segelintir orang, rakyat adat cuma beroleh tulang dan janji kosong. Dulu tambang batubara, sekarang agribisnis raksasa. Besok? Entah komoditas atau skandal apa lagi yang akan diangkat.

Fenomena sosialnya sungguh menyedihkan. Penduduk setempat — Dayak di Kaltim maupun Marind, Awyu di Papua — semakin terpinggirkan di tanah leluhur. Dari Dayak di Kaltim yang hidup di antara lubang tambang, sampai Marind dan Awyu di Papua yang kehilangan hutan pangan tradisional mereka.

Berbagai protes muncul, emosi memuncak sampai misuh-misuh di kolom komentar, tapi begitu coblosan tiba, masyarakat ya tetep membuat pilihan bodoh, short memory kembali aktif. Antara short memory dan sistemnya yang sudah terlalu kuat: izin PSN, dukungan militer, duit negara mengalir, dan pemilu yang hanya jadi kontes siapa lebih pandai bagi-bagi gentong. Oligarki dan kroni tertawa lebar. Mereka sudah hafal iramanya: satu film viral, sepuluh film viral, struktur kekuasaan dan ekonomi ekstraktif tetap berjalan. Kesadaran kolektif bangsa ini baru sebatas embun, yang sebentar muncul lalu lenyap ditilas mentari. Seneng diloloh bansos, lalu merelakan dipanen suaranya saat pemilu.

Dandhy dan timnya cukup produktif dan konsisten. Karya-karya mereka patut diacungi jempol sebagai upaya membuka tabir. Tapi selama rakyat hanya menjadi penonton emosional yang marah sesaat lalu kembali tidur, maka Pesta Babi ini akan terus berulang — berganti judul, berganti komoditas, berganti musuh publik, tapi intinya tetap sama: pesta oligarki pemakan bumi yang rakus, kotor, dan nggak mau disebut babi.

Meski demikian, masih ada secercah harapan, walaupun kecil dan rapuh, semoga bangsa ini segera mencapai titik jenuh yang sesungguhnya — titik jenuh kebodohan, titik jenuh kerusakan yang tak lagi bisa ditoleransi.

Bukan sekadar lonjakan views, bukan pula amarah sesaat yang memuncak lalu surut seperti ombak di lautan, atau embun di pagi hari. Melainkan kesadaran kolektif yang mendalam, yang benar-benar bertahan, yang mengubah cara kita berpikir, memilih, dan bertindak.

Sebelum hutan-hutan kita lenyap seluruhnya, sebelum tanah air ini gundul dan kering, sebelum anak-cucu kita hanya mewarisi debu, angin panas, utang, dan tumpukan penyesalan yang tak terucapkan.

Semoga kita masih punya waktu.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

fusilat

fusilat

Related Posts

Birokrasi

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum
Birokrasi

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan
Crime

Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

May 26, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

May 26, 2026
Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

May 26, 2026
Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

May 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...