Aksi bagi -bagi selebaran merupakan aksi menolak politik dinasti di Indonesia,
Perwakilan mahasiswa bernama Glamora mengatakan, aksi ini tidak didanai pihak mana pun. Ia berujar, dana yang digunakan berasal dari patungan mahasiswa dan beberapa alumni di kampus.
“Tentu saja ini tidak mungkin dibiayai oleh satu pihak. Kami memang sejak satu bulan lalu melakukan konsolidasi dan alhamdulillah banyak yang patungan,” kata Glamora , Kamis (11/1/2024).
“Pertama, senior-senior yang memang memiliki spirit yang sama, terutama yang dulu merasakan pahit getirnya dipimpin oleh Orde Baru dan mereka tidak ingin generasi berikutnya mengalami hal serupa,” imbuh dia.
Selebaran dibagikan sejak pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB. Selain membagikan selebaran, Glamora mengungkapkan, mahasiswa berencana melakukan aksi yang lebih besar.
“Kami sedang menyiapkan, setelah ini lebih besar dari ini. Kami akan pusatkan di satu titik,” ungkap Glamora.
Menurut dia, mahasiswa yang mengikuti konsolidasi ini kurang lebih berasal dari 800 kampus di Indonesia. Di Jakarta dan sekitarnya, ada 37 kampus yang bergerak untuk menggagalkan agenda politik dinasti di Indonesia.
“Teknisnya memang beda-beda, ada yang skalanya besar, ada yang skalanya kecil, tetapi memang kita pusatkan di UIN Jakarta karena kita yang menginisiasi dan mengonsolidasikan teman-teman kampus, aktivis, dan mahasiswa di berbagai kampus,” ucap Glamora.
Dalam selebaran poster yang dibagikan itu, terdapat data-data dan fakta-fakta sejarah yang dikumpulkan dari beberapa media.
Mahasiswa mendesak kepada Jokowi, Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI- Polri untuk netral menjelang pemilu.
“Jangan sampai kita menemukan kecurangan dan ada keberpihakan aparat penggunaan insfastruktur negara untuk memenangkan paslon tersebut, karena kita melihat hari ini pengerahan lembaga negara itu sangat nyata, sangat terlihat,” ungkap Glamora.


























