“Maka kalau mau mengakomodasi dari kelompok-kelompok yang sudah mendukung, tentu tempatnya tidak di situ,” kata Ganjar menegaskan
Jakarta – Fusilatnews – Menanggapi wacana penambahan kementerian di pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dari awalnya 34, menjadi 40 kementerian.Mantan calon Presiden 03 Ganjar Pranowo meminta presiden terpilih Prabowo Subianto perhatikan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008
Ganjar menegaskan penambahan kementerian negara tak sejalan aturan perundangan yang berlaku dan meminta akomodasi partai politik pendukung jangan sampai melanggar peraturan perundang-undangan yang ada.
“Kalau lebih dari itu pasti tidak cocok atau tidak sesuai dengan undang-undang. Maka yang mesti kita ingatkan bahwa dalam politik akomodasi tidak bisa kita melanggar ketentuan,” ujar Ganjar kepada wartawan di Kantor Dewan Pimpinan Nasional Barikade ’98, Jakarta, Selasa (7/5/2024).
“Maka kalau mau mengakomodasi dari kelompok-kelompok yang sudah mendukung, tentu tempatnya tidak di situ,” kata Ganjar menegaskan
Meski begitu menurut Ganjar Prabowo cukup bijaksana dalam melihat hal tersebut dan tak akan menabrak undang-undang.
Ganjar juga mengingatkan perlunya zaken kabinet, di mana para ahli dan profesional-lah yang mengisi kursi-kursi menteri.
“Paling bagus kabinetnya adalah zaken kabinet atau kabinet ahli dan efisien yang bisa merespons perubahan global yang sekarang sangat turbulence building. Saya kira itu yang penting untuk dilakukan pada pemerintahan ini,” ujar Ganjar
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan pihaknya tak mendikotomi kader partai politik ataupun kalangan profesional untuk mengisi posisi menteri di kabinet Prabowo-Gibran. Sebab, banyak kader partai politik juga merupakan sosok yang ahli di bidangnya masing-masing.
“Kami menganggap tidak ada dikotomi antara profesional dengan orang partai politik. Orang partai politik bisa juga menjadi profesional, karena sesungguhnya keahlian yang dimiliki oleh orang politik juga tidak kalah ahlinya dengan orang yang di bidang profesi tertentu,” ujar Muzani di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (18/4/2024).
“Karena itu sekali lagi apa yang diajukan oleh pimpinan partai politik terhadap nama-nama itu. Kami menganggap orang-orang itu orang yang ahli dan profesional dalam bidangnya,” sambungnya.
Yang paling penting dan harus dipenuhi untuk menjadi bagian dari kabinet Prabowo-Gibran. adalah mengetahui program yang digagas pasangan calon nomor urut 2 itu selama kampanye.
“Sebagai pembantu presiden, syarat untuk bisa menjadi menteri dalam kabinet Prabowo-Gibran adalah mereka orang yang mengetahui, memahami dan menyetujui program presiden. Baik yang dikampanyekan ataupun yang dibicarakan dalam debat presiden dan wakil presiden

























