• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ganjar vs Prabowo dalam Legenda Ajisaka

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
May 20, 2023
in Feature, Politik
0
Survei Litbang Kompas: Kaum Perempuan Cenderung Pilih Pribadi Sederhana Dalam Memilih Capres
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta – Masih ingatkah kita akan legenda Ajisaka, seorang pemuda dari Majeti (India) yang mengembara ke Pulau Jawa dan berhasil mengalahkan Dewata Cengkar, seorang raksasa yang menjadi raja di Medang Kamulan, kerajaan pertama di Jawa?

Ajisaka punya dua orang “abdi dalem” (pembantu) yang setia bernama Dora dan Sembada. Sebelum berangkat ke Pulau Jawa, Ajisaka menitipkan keris pusakanya kepada Sembada untuk dijaga sambil berpesan siapa pun tak boleh mengambilnya kecuali Ajisaka sendiri. Karena kemudian diperlukan, maka Ajisaka pun mengutus Dora untuk mengambil keris itu dari Sembada.

Karena ingat pesan Ajisaka, maka Sembada pun tak mau menyerahkan keris tersebut ke Dora. Keduanya kemudian saling curiga. Lalu terjadilah perselisihan di antara keduanya yang berujung pada perkelahian. Karena kesaktiannya relatif sama, maka dua-duanya akhirnya “sampyuh” (sama-sama mati).

Untuk mengenang keduanya, Ajisaka, yang disebut sebagai pembawa peradaban pertama ke Pulau Jawa, lalu menciptakan aksara Jawa yang terdiri dari 20 huruf, yakni “ha na ca ra ka da ta sa wa la pa dha ja ya nya ma ga ba tha nga”.

Alfabet tersebut menceritakan kisah Dora dan Sembada yang “sampyuh”, yakni “hana caraka” (ada dua utusan), “data sawala” (yang saling berselisih), “padha jayanya” (sama kuat/jayanya), dan “maga bathanga” (menjadi mayat).

Amsal legenda Ajisaka tersebut bisa terjadi dalam Pemilihan Presiden 2024, khususnya antara Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Itu terjadi jika keduanya saling berhadapan: Ganjar Pranowo versus Prabowo Subianto. Betapa tidak?

Setidaknya ada tiga calon presiden yang sudah dideklarasikan untuk maju di Pilpres 2024. Berturut-turut adalah Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

Dalam survei berbagai lembaga kredibel, elektabilitas Ganjar dan Prabowo saling berkejaran dan salip-menyalip antara posisi pertama dan kedua. Sedangkan elektabilitas Anies selalu berada di urutan ketiga. 

Seperti Dora dan Sembada, Ganjar dan Prabowo sama-sama mendapat semacam amanah dari Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan kepemimpinan dan program pembangunannya. Ganjar dan Prabowo sama-sama di-“endorse” (didukung) Jokowi meskipun secara kasat mata dukungan itu lebih condong ke Ganjar yang merupakan rekan satu partainya, yakni PDI Perjuangan. Buktinya, Jokowi hadir saat Ganjar diumumkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai capres, 21 April 2023 di Istana Batutulis, Bogor, Jawa Barat.

Itu secara kasat mata. Secara implisit, dukungan Jokowi ke Prabowo tak bisa dibilang enteng. Hal itu antara lain tercermin dari dukungan relawan Jokowi-Gibran kepada Prabowo. Dukungan itu dinyatakan 15 pimpinan kelompok relawan Jokowi-Gibran se-Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam pertemuan Prabowo dengan Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka di Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (19/5/2023).

Dus, banyak pihak yang menyarankan Ganjar dan Prabowo bergabung, terserah siapa yang menjadi capres atau cawapres karena ceruk dukungan suara massanya relatif sama. Namun, sejauh ini belum ada tanda-tanda keduanya mau bergabung. Bisa bergabung jika salah satunya mau menjadi cawapres.

Ganjar wajar jika tak mau menjadi cawapres, karena menjadi capres adalah amanah partainya. Apalagi PDIP memegang “golden ticket” sebagai pemilik lebih dari 20 persen kursi di parlemen, sehingga menenuhi syarat “presidential threshold” sesuai ketentuan Pasal 222 Undang-Undang (UU) No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Tanpa berkoalisi dengan parpol lain pun PDIP bisa mengajukan capres-cawapres sendiri.

Hasil survei berbagai lembaga kredibel juga menunjukkan elektabilitas Ganjar tinggi. Bahkan di kalangan milenial, elektabilitas Ganjar tak tergoyahkan di posisi puncak. Padahal sekitar 70 persen pemilih Pemilu 2024 adalah milenial.

Prabowo pun tak mau kalah. Selain menjadi capres merupakan amanah partainya, hasil survei berbagai lembaga kredibel juga menunjukkan elektabilitasnya tinggi seperti Ganjar, bahkan kadang-kadang tertinggi mengalahkan Ganjar. Elektabilitas adalah senjata pamungkas dalam pilpres langsung. Dus, Prabowo pun enggan menjadi cawapres. 

Mengapa Ganjar dan Prabowo disarankan bergabung? Itu tadi, karena ceruk dukungan suara massa keduanya relatif sama. Mengapa? Karena keduanya sama-sama di-endorse Jokowi. Keduanya dipersepsikan sebagai penerus Jokowi. Keduanya dianggap pro-“status quo”, berbeda dengan Anies Baswedan yang dipersepsikan pro-perubahan.

Jika ceruk dukungan suara yang sama diperebutkan oleh Ganjar dan Prabowo, maka Anies bisa menjadi kuda hitam. Ganjar dan Prabowo akan “sampyuh”.

Suara pendukung Ganjar dan Prabowo relatif sama dengan suara pendukung Jokowi. Mereka adalah kaum nasionalis, masyarakat pedesaan, muslim abangan dan muslim moderat.

Sedangkan ceruk suara dukungan Anies adalah kaum urban (perkotaan) dan muslim yang cenderung ke garis keras. Plus pemilih Prabowo pada Pilpres 2019 yang kecewa karena mantan Komandan Jenderal Kopassus itu bergabung dengan Jokowi dengan menjadi Menhan.

Akankah kisah Dora-Sembada dalam legenda Ajisaka akan terjadi pada Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto di Pilpres 2024? Kita tunggu saja tanggal mainnya. 

Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Satu Lagi Prajurit TNI Tewas Ditembak Terosis KKB di Papua

Next Post

Disertai Ucapan Terima Kasih Kepada Johnny Plate, Jokowi Tetapkan Mahfud Plt Menteri Kominfo

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi
Feature

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur
Birokrasi

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026
Economy

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026
Next Post
Menteri Mahfud MD : KPU Aja Yang Bodoh Kalau Mau Diintervensi,

Disertai Ucapan Terima Kasih Kepada Johnny Plate, Jokowi Tetapkan Mahfud Plt Menteri Kominfo

Jaksa Agung Temukan Barang Impor Berlabel Lokal di BUMN dan BUMD

Tiga Pejabat Bea & Cukai Diperiksa Kejagung Dalam Dugaan Kasus Korupsi Komoditas Emas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist