• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Gemuruh Pidato Prabowo di Dunia, Redam oleh Banjir Sumatra

Indonesia: Ketika Dunia Menunjuk, dan Kita Hanya Sibuk Menebang

Ali Syarief by Ali Syarief
December 12, 2025
in Crime, Feature, Lingkungan Hidup, Tokoh/Figur
0
Gemuruh Pidato Prabowo di Dunia, Redam oleh Banjir Sumatra
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah hiruk-pikuk diplomasi lingkungan yang kian bising di panggung internasional, Indonesia mendadak tampil bukan sebagai penyelamat iklim, melainkan sebagai contoh buruk dunia. Bukan karena pidato para pemimpinnya, tetapi karena gambar-gambar memilukan dari Sumatra yang kini memenuhi halaman depan media global: banjir bandang, tanah longsor, desa-desa hilang ditelan lumpur, dan ratusan nyawa melayang seperti angka statistik yang terus bertambah.

Dalam beberapa hari terakhir, Reuters, AP News, hingga The Guardian menyoroti bencana dahsyat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banjir bandang meratakan perkampungan, memutus jalan negara, dan membuat lebih dari sejuta warga mengungsi. Rumah sakit kewalahan, akses air bersih lenyap, dan penyakit mulai menular di tempat-tempat pengungsian yang terlalu padat. Para penyintas terpaksa meminum air banjir yang kotor, sementara pemerintah sibuk menghitung estimasi kerugian yang mencapai miliaran dolar.

Dunia melihat Indonesia bukan sebagai negara tropis yang kaya, tetapi sebagai negeri yang “hancur oleh ulahnya sendiri”. Karena para pakar internasional sepakat: curah hujan ekstrem hanyalah pemantik—deforestasi adalah bahan bakarnya. Hutan-hutan yang dulu menjadi benteng alami Sumatra telah berubah menjadi perkebunan, konsesi tambang, dan lahan-lahan gundul yang tak lagi sanggup menahan amukan air dari pegunungan.

Ironi paling getir muncul ketika dibandingkan dengan retorika yang sering dilontarkan Presiden Prabowo Subianto dalam forum internasional. Di panggung global, ia bicara tentang solidaritas lingkungan, keberlanjutan, dan moralitas baru dunia yang menjadikan isu lingkungan sebagai agama universal. Namun ketika kamera tak lagi menyorot, dan ketika banjir bandang di Sumatra menjadi subjek utama media internasional, tampak jelas bahwa kata-kata itu tak berhasil memanggil perubahan di dalam negeri.

Jika Prabowo membaca laporan-laporan internasional itu, sejatinya ia harus merasa tertampar. Sebab, tak ada yang lebih memalukan bagi seorang pemimpin daripada melihat realitas di lapangan membongkar konsistensi moral yang ia suarakan di forum global.

Banjir Sumatra bukan hanya tragedi—ia adalah testimoni tentang bagaimana negara ini memperlakukan alamnya. Deforestasi massif, izin-izin tambang yang berlimpah, pembiaran terhadap korporasi serakah, dan minimnya restorasi ekologis kini menagih utang. Dan dunia memperhatikan, sambil geleng kepala.

Di era ketika lingkungan hidup telah menjadi agama global, Indonesia justru menjadi penganut paling lalai.

Saat negara-negara lain berlomba menghijaukan kembali bumi, menurunkan emisi, memperbaiki tata kelola air, dan mengurangi deforestasi, Indonesia masih sibuk menegosiasikan batas toleransi kerusakan. Kita menanam satu pohon untuk setiap seribu yang ditebang, lalu menyebutnya kemajuan.

Banjir Sumatra adalah peringatan keras: kehancuran ekologis bukan lagi ancaman masa depan—ia sedang terjadi, sekarang. Ia menghampiri rumah-rumah warga, merenggut nyawa, memusnahkan desa, dan menguras kas negara. Dan selama kita terus mengabaikan akar persoalan, tragedi berikutnya tinggal menunggu giliran.

Jika Prabowo ingin benar-benar dihormati di panggung dunia, bukan sekadar dielu-elukan karena pidato yang gagah, maka pembuktiannya ada di sini: di hutan-hutan yang tersisa, di sungai-sungai yang coklat pekat, di perbukitan Sumatra yang kini dibiarkan telanjang. Dunia tak membutuhkan orator lingkungan. Dunia membutuhkan pemimpin yang berani menindak, menghentikan, dan membangun ulang.

Karena ketika dunia menunjuk pada Indonesia, mestinya mereka melihat harapan—bukan peringatan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Nusron: “Kasihan Presiden” — Ketika Menteri Tak Berulah, Sawah Pun Menghilang

Next Post

Indonesia dan Luka Ekologis Dunia: Ketika Hutan Hilang, Bumi pun Dilanda Mushibah

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’
News

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Next Post
Indonesia dan Luka Ekologis Dunia: Ketika Hutan Hilang, Bumi pun Dilanda Mushibah

Indonesia dan Luka Ekologis Dunia: Ketika Hutan Hilang, Bumi pun Dilanda Mushibah

Menguji Reformasi Polri: dari Penunjukan Kapolri Langsung hingga Penegasan Jabatan Sipil

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...