• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Nusron: “Kasihan Presiden” — Ketika Menteri Tak Berulah, Sawah Pun Menghilang

Ali Syarief by Ali Syarief
December 12, 2025
in Birokrasi, Feature, Tokoh/Figur
0
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pernyataan Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), seolah menjadi tamparan keras bagi wajah tata ruang Indonesia. Dalam kunjungannya ke Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Kamis (11/12/2025), Nusron mengungkapkan fakta mencengangkan: sejak 2019 hingga 2025, sebanyak 554.000 hektar lahan sawah telah berubah menjadi perumahan dan kawasan industri. Sawah produktif hilang, sementara sawah pengganti masih “pontang-panting” dan belum menghasilkan sebagaimana harapan.

Angka itu bukan sekadar statistik—ia adalah vonis atas ketidakmampuan negara menjaga detak jantung ketahanan pangan. Dan Nusron tidak ragu menunjuk bahwa di balik ironi ini, ada satu sosok yang justru paling ia kasihani: Presiden Prabowo Subianto.

Paradoks Semangat Presiden dan Kenyataan di Lapangan

Menurut Nusron, Presiden Prabowo memiliki tekad besar mencetak sawah-sawah baru di Papua, Kalimantan Tengah, dan berbagai daerah lainnya. Semangat itu, kata Nusron, tulus—sebuah misi besar untuk swasembada dan kedaulatan pangan. Namun, apa artinya membuka sawah baru jika sawah lama justru lenyap lebih cepat dari yang bisa diganti?

“Saya betul-betul prihatin dan kasihan dengan Bapak Presiden,” ujar Nusron, menegaskan betapa ketimpangan antara visi Presiden dan aksi para pemangku wilayah semakin terlihat telanjang.

Jika presiden membangun, tetapi daerah membongkar, bukankah ini ironi kepemimpinan yang sulit dijelaskan?

Luka Lama yang Terus Menganga: Alih Fungsi Lahan

Alih fungsi lahan pertanian bukan isu baru. Tetapi skala kerusakannya kini memasuki fase yang mengancam masa depan pangan nasional. Nusron menyebut bahwa sawah-sawah pengganti yang dibangun pemerintah belum mampu menutup kehilangan lahan produktif. Artinya, setiap hektare yang hilang hari ini, adalah ancaman nyata bagi kemampuan kita memberi makan bangsa esok hari.

Masalahnya sederhana: sawah yang subur mudah dialihkan, tetapi sawah baru tidak mudah diciptakan.

Akibatnya, Indonesia terus terjebak dalam lingkaran ketergantungan pada impor—bukan karena tidak mampu, melainkan karena tidak menjaga apa yang dimiliki.

“Menteri yang Tak Berulah” — Teguran Tersirat Nusron

Esai ini tidak bisa mengabaikan nada frustrasi dalam pernyataan Nusron. Ketika ia berkata “kasihan Presiden,” ada kritik terselip pada para menteri, kepala daerah, dan pejabat terkait yang dianggap tidak tegas mengendalikan alih fungsi lahan. Ia seolah menyiratkan bahwa banyak pejabat daerah membiarkan tanah pertanian berubah wujud tanpa memikirkan dampaknya terhadap negara.

Dengan kata lain, Presiden bekerja, tetapi tidak semua pembantunya bekerja.

Dalam bahasa tata kelola pemerintahan, kondisi ini mengindikasikan koordinasi yang lemah dan lemahnya komitmen daerah pada agenda nasional.

LP2B — Tameng yang Sering Tak Digunakan

Nusron tidak datang hanya membawa keluhan. Ia menegaskan solusi hukum yang sebenarnya sudah ada sejak lama: Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang diatur dalam UU No. 41 Tahun 2009.

LP2B pada dasarnya adalah pagar betis hukum: lahan yang masuk kategori ini tidak boleh dialihfungsikan, dan pelanggar bisa dipenjara hingga lima tahun.

Namun aturan ini sering hanya menjadi tulisan di atas kertas. Banyak pemerintah daerah tidak memasukkannya ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) masing-masing. Padahal, tanpa tercantum dalam RTRW, perlindungan LP2B nyaris tidak memiliki gigi.

Nusron menegaskan:

“Tolong bupati/wali kota masukkan LP2B ke dalam RTRW. Sawah harus dilindungi.”

Pesannya jelas: para pemimpin lokal harus berhenti menggadaikan masa depan pangan demi investasi jangka pendek.

Ancaman Bagi Ketahanan Pangan Nasional

Ketika 554.000 hektare lahan produktif hilang, itu berarti hilangnya potensi produksi beras nasional dalam jumlah monumental. Apalagi dalam konteks Indonesia, di mana sawah-sawah subur tidak mudah dicari penggantinya. Dengan kondisi ini, target swasembada pangan Presiden Prabowo semakin jauh dari jangkauan.

Krisis pangan tidak terjadi dalam sehari. Ia datang dari kelalaian bertahun-tahun. Dan apa yang diungkap Nusron adalah gejala awal dari krisis tersebut.

Menutup: Kasihan Presiden atau Kasihan Kita Semua?

Pernyataan Nusron “kasihan Presiden” sesungguhnya lebih dari sekadar empati terhadap pemimpin negara. Itu adalah alarm keras bagi seluruh bangsa—bahwa jika negara tidak segera memperbaiki manajemen lahan, maka yang kasihan bukan hanya Presiden, melainkan seluruh rakyat Indonesia.

Sawah yang hilang hari ini adalah harga beras yang melambung besok.
Alih fungsi yang dibiarkan hari ini adalah impor yang tidak terhindarkan di masa depan.
Kegagalan menjaga tanah adalah kegagalan menjaga hidup.

Pada akhirnya, bukan hanya Presiden yang patut dikasihani.
Kitalah, bangsa ini, yang akan menanggung akibatnya.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Membaca Gelagat Wapres Gibran – “Siap Mendepak Presiden Prabowo”

Next Post

Gemuruh Pidato Prabowo di Dunia, Redam oleh Banjir Sumatra

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah
Feature

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026
Feature

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Next Post
Gemuruh Pidato Prabowo di Dunia, Redam oleh Banjir Sumatra

Gemuruh Pidato Prabowo di Dunia, Redam oleh Banjir Sumatra

Indonesia dan Luka Ekologis Dunia: Ketika Hutan Hilang, Bumi pun Dilanda Mushibah

Indonesia dan Luka Ekologis Dunia: Ketika Hutan Hilang, Bumi pun Dilanda Mushibah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

by Karyudi Sutajah Putra
May 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta — Hubungan politik antara Amien Rais dan Prabowo...

Read more
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

May 3, 2026
Bobby Kertanegara: Simbol Transformasi Prabowo dari Kerasnya Medan Perang ke Kasih Sayang

Prabowo: Kritik Tak Digubris – Penderitaan Bangsa Lain Direduksi

May 3, 2026
Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

May 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist