• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Membaca Gelagat Wapres Gibran – “Siap Mendepak Presiden Prabowo”

Ali Syarief by Ali Syarief
December 12, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Politik, Tokoh/Figur
0
Membaca Gelagat Wapres Gibran – “Siap Mendepak Presiden Prabowo”
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Sebuah tas biru bertuliskan “Bantuan Wapres Gibran” dengan logo Istana Wakil Presiden mendadak menjadi simbol baru dalam dinamika politik Indonesia. Benda sederhana itu, tanpa sadar, membuka babak baru: bagaimana seorang wakil presiden mulai membangun panggungnya sendiri—bahkan sebelum Presiden Prabowo benar-benar mengokohkan masa pemerintahannya.

Pertanyaannya: emangnya ada Wapres RI yang lain?
Tidak. Hanya satu. Dan justru itu masalahnya—karena satu-satunya Wapres ini terlihat tidak puas hanya menjadi yang kedua.

Ketika Branding Mengalahkan Protokoler

Wapres Indonesia biasanya bergerak dalam koridor protokoler: tak banyak baliho, tak banyak label nama, dan jarang sekali memberi bantuan dengan cap personal. Tradisi itu menjaga posisi Wapres tetap elegan, netral, dan tidak bertabrakan dengan presiden.

Namun kini muncul tas bantuan resmi bertuliskan nama pribadi sang wapres. Ini bukan sekadar estetika; ini adalah branding politik.

Dalam politik, branding bukan hiasan—ini deklarasi. Dan deklarasi itu menyiratkan satu pesan:

Gibran sedang membangun panggungnya, bukan sekadar menjalankan tugas Prabowo.

Ko-Presidensial: Ketika Bayangan Menjadi Tokoh Utama

Hubungan Prabowo–Gibran sejak awal mengandung potensi ko-presidensial: dua pemimpin dalam satu rezim, tapi tidak setara. Prabowo membawa legitimasi pengalaman dan militansi sejarahnya. Gibran membawa legitimasi dinasti dan mesin politik baru yang kuat.

Dari hari pertama, banyak orang sudah membaca potensi gesekan:

  • Prabowo ingin memimpin penuh.
  • Gibran tidak dibesarkan untuk menjadi nomor dua.

Dan kini, simbol-simbol yang muncul—tas bantuan bertanda nama pribadi—membentuk narasi pembangkitan: Wapres yang bergerak layaknya presiden kecil.

“Mendepak” Bukan Selalu Kudeta, Tapi Rebut Dominasi

Ketika kita bicara “mendepak”, itu bukan selalu soal mengambil kursi presiden secara formal. Dalam politik, “mendepak” bisa berlangsung pelan-pelan, halus, tapi mematikan:

  1. Merebut sorotan publik
    Bantuan dengan nama Wapres membuat rakyat merasa siapa yang lebih dekat dengan kesehariannya.
  2. Memonopoli narasi keberhasilan
    Jika program-program populer diberi label Gibran, publik perlahan melihat dia sebagai motor perubahan, bukan Prabowo.
  3. Menguasai lanskap politik muda
    Gibran menguasai media sosial, gimmick, dan publik urban—sesuatu yang Prabowo tidak miliki.
  4. Mensiasati masa depan
    Jika ketidakpuasan rakyat terhadap rezim meningkat, Gibran bisa mengambil posisi sebagai “yang tidak ikut salah”, meski ia bagian dari pemerintahan itu sendiri.

Ini adalah strategi halus pengambilalihan moral, bukan institusional. Tapi efektivitasnya justru sering lebih kuat daripada kudeta formal yang penuh risiko.

Pertanyaan Besar: Siapa Sebenarnya Pemain Utama?

Ketika sebuah tas bantuan saja sudah memicu pembacaan politis, itu berarti panggung kekuasaan sedang goyang. Publik kini bertanya:

  • Apakah Prabowo mengizinkan ini?
  • Atau ini manuver mandiri Gibran?
  • Atau ini strategi keluarga untuk memastikan dinasti tetap mendominasi, siapa pun presidennya?

Karena sejatinya, dalam politik dinasti, loyalitas tidak pernah sepenuhnya diberikan kepada struktur negara. Loyaltas diberikan pada garis darah.

Kesimpulan: Hanya Satu Wapres, Tapi Seolah Ada Dua Presiden

Realitas politik Indonesia hari ini terlihat seperti ini:

  • Ada satu presiden resmi: Prabowo.
  • Ada satu wapres resmi: Gibran.
  • Tetapi ada dua figur yang sedang bertarung memperebutkan pusat perhatian, legitimasi, dan masa depan kekuasaan.

Tas biru itu bukan sekadar tas.
Ia adalah simbol keberanian:
seorang wakil presiden yang tidak akan diam di kursi nomor dua.

Dan tanpa harus mengatakan apapun, publik bisa membaca bahwa Wapres Gibran sedang menulis narasi baru—sebuah narasi yang bisa saja kelak menempatkannya bukan lagi di posisi wakil.

Apakah ia siap mendepak Presiden Prabowo?
Jika tanda-tandanya dilihat dari detail kecil seperti ini, jawabannya sudah bergerak ke arah yang jelas.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rakyat Baku Fisik dan Dipenjarakan Gegara Jokowi Tak Mau Memperlihatkan Ijazahnya – Negara yang Melindungi Kepentingan Satu Orang

Next Post

Nusron: “Kasihan Presiden” — Ketika Menteri Tak Berulah, Sawah Pun Menghilang

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’
News

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Next Post

Nusron: “Kasihan Presiden” — Ketika Menteri Tak Berulah, Sawah Pun Menghilang

Gemuruh Pidato Prabowo di Dunia, Redam oleh Banjir Sumatra

Gemuruh Pidato Prabowo di Dunia, Redam oleh Banjir Sumatra

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist