• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural Tokoh/Figur

Gibran dan Ring Kekuasaan: Petinju Muda yang Naik Tanpa Keringat, Turun Tanpa Kehormatan

Ali Syarief by Ali Syarief
July 20, 2025
in Tokoh/Figur
0
Gibran dan Ring Kekuasaan: Petinju Muda yang Naik Tanpa Keringat, Turun Tanpa Kehormatan
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Bayangkan seorang petinju muda, wajahnya masih segar, rambutnya tersisir rapi, sarung tinjunya pun tampak baru. Ia melangkah ke dalam ring besar, sorot lampu menyilaukan, ribuan pasang mata memandanginya. Di seberangnya berdiri petinju kawakan, petarung dunia yang telah mencicipi pahit dan manisnya gelanggang. Si petinju muda tak pernah melewati babak kualifikasi. Tak pernah ikut latihan keras di tengah hujan, tak pernah berdarah-darah di ring kecil kampung. Namun malam ini, ia sudah di atas ring paling prestisius. Itulah Gibran Rakabuming Raka—sang wakil presiden termuda yang naik ke ring kekuasaan seperti petinju yang tak pernah melalui seleksi alam demokrasi secara matang.

Ia naik bukan karena kerja keras yang panjang, bukan pula karena rekam jejak istimewa, melainkan karena darah yang mengalir dalam tubuhnya. Anak seorang presiden, cucu seorang penguasa simbolik, dan kini jadi simbol baru dari politik warisan. Que extendit sine labore, decendit sine honore—ia yang naik tanpa kerja, akan turun tanpa kehormatan. Frasa Latin ini menghantui setiap langkahnya, seolah menunggu ujian sejarah menjatuhkan palu keadilannya.

Ketika NasDem mengusulkan agar Gibran berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN), itu ibarat menyuruh si petinju muda bertarung di tempat yang bahkan belum selesai dibangun. Ring-nya masih berdebu, tali pembatasnya longgar, dan para penonton belum tentu datang. “Agar tidak mangkrak,” kata mereka. “Agar gedung yang dibangun tidak telantar,” ujar Saan Mustopa. Seolah-olah dengan duduknya Gibran di kursi kerja IKN, proyek utopis itu akan mendapat legitimasi. Padahal, yang mereka dorong bukanlah solusi, tapi simbol. Mereka ingin menghadirkan tubuh Gibran sebagai jaminan politik atas kebingungan arah pembangunan IKN.

PAN merespons dengan realistis. “Tanyakan dulu ke Gibran,” kata Saleh Partaonan Daulay, seakan mengingatkan bahwa tidak semua boneka bisa dimainkan seenaknya. Bahkan simbol pun butuh persetujuan dari orang yang menjadi simbol itu. Di balik saran tersebut, ada ironi: seorang wapres yang belum sepenuhnya memiliki otoritas personal kini didorong untuk mengisi kekosongan legitimasi yang lahir dari ambisi ayahandanya.

Gibran sendiri, seperti petinju muda yang tahu bahwa tubuhnya masih lentur tapi belum berisi, menyatakan siap ditempatkan di mana pun. Ia bicara tentang fleksibilitas: bisa di Jakarta, bisa di Papua, bisa di Klaten, dan tentu saja bisa di IKN. Tapi kesiapan ini terdengar lebih seperti ucapan sopan dari seorang junior kepada seniornya, bukan sikap yang lahir dari visi seorang pemimpin. Ia tidak menolak, tapi juga tidak memimpin. Ia bersedia, tapi tidak menggerakkan.

Dan di sinilah absurditas politik kita mengkristal. Seorang wakil presiden dijadikan perisai dari kegagalan proyek warisan. Seolah-olah negara ini kekurangan figur yang punya visi dan pengalaman. Padahal yang kurang adalah keberanian untuk mengatakan bahwa IKN adalah proyek terburu-buru, lahir dari obsesi, dan dibungkus dalam kemasan modernitas palsu.

Gibran bisa jadi petinju hebat, bila ia mau turun dari ring megah dan masuk ke sasana. Belajar dari bawah, berkeringat di pojok ring, dicemooh, dipukul, bahkan dikalahkan berkali-kali. Hanya dari luka itulah seorang petarung sejati lahir. Tapi jika ia tetap memilih naik ring tanpa bekas luka, ia mungkin akan turun dari sejarah sebagai pemimpin yang dilupakan.

Karena sejarah punya satu hukum yang tak bisa ditawar: kekuasaan yang naik tanpa legitimasi sejati, akan turun tanpa kehormatan. Que extendit sine labore, decendit sine honore.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gibran Diusulkan NasDem Berkantor di IKN, PAN: Tanyakan Langsung ke yang Bersangkutan

Next Post

Mengukur Bumi dengan Tongkat dan Pikiran: Sebuah Keajaiban dari Eratosthenes

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati
daerah

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi
Feature

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

May 15, 2026
Next Post
Mengukur Bumi dengan Tongkat dan Pikiran: Sebuah Keajaiban dari Eratosthenes

Mengukur Bumi dengan Tongkat dan Pikiran: Sebuah Keajaiban dari Eratosthenes

LBP: Golkar Seperti Sedang Jual Diri ke Mana-mana

Jabatan Itu Soal Tugas, Bukan Tahta

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist