• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Good Governance itu Sunatullah

fusilat by fusilat
July 6, 2026
in Feature, Spiritual
0
Share on FacebookShare on Twitter

Part 2

(Ketika Mīzān Menjadi Fondasi Tata Kelola dan Kemajuan Bangsa)

By Paman BED

“Merawat Akal Sehat, Menjaga Nurani Bangsa.”

Pada bagian pertama kita melihat bahwa alam semesta tidak bekerja secara acak.
Daun tumbuh mengikuti ukuran.
Tubuh manusia hidup karena keseimbangan.
Planet bergerak pada orbitnya.
Semuanya menunjukkan satu pesan sederhana: kehidupan bertahan karena setiap unsur berada pada proporsinya.

Kini Al-Qur’an membawa kita kepada satu kata yang menjadi inti dari seluruh keteraturan itu, yaitu mīzān.
Dalam Surah Ar-Rahman, kata mīzān disebut tiga kali berturut-turut.
“Dan langit telah Dia tinggikan dan Dia letakkan mīzān.”
(QS. Ar-Rahman: 7)
“Agar kamu jangan melampaui batas tentang mīzān.”
(QS. Ar-Rahman: 8)
“Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi mīzān.”
(QS. Ar-Rahman: 9)
Susunannya sangat menarik.
Allah terlebih dahulu menetapkan mīzān sebagai bagian dari tatanan penciptaan.
Kemudian manusia diperingatkan agar tidak merusaknya.
Lalu manusia diperintahkan menegakkan keadilan melalui mīzān.
Seakan-akan Allah sedang mengajarkan bahwa keadilan bukan sesuatu yang diciptakan manusia.
Keadilan sudah menjadi bagian dari desain alam semesta.
Manusia hanya diperintahkan menjaganya.

Banyak ulama menafsirkan mīzān bukan hanya sebagai timbangan dalam transaksi perdagangan, tetapi juga sebagai simbol keseimbangan, keadilan, keteraturan, dan proporsionalitas dalam kehidupan. Dari sinilah muncul ruang untuk membaca nilai-nilai Al-Qur’an secara tematik dalam konteks tata kelola modern. Istilah good governance memang tidak disebut secara eksplisit dalam Al-Qur’an, tetapi prinsip-prinsip seperti keadilan, amanah, keseimbangan, akuntabilitas, dan larangan melampaui batas memiliki keselarasan yang kuat dengan nilai-nilai tersebut.
Dalam dunia modern, good governance biasanya dijelaskan melalui prinsip-prinsip seperti transparansi, akuntabilitas, supremasi hukum, partisipasi, efektivitas, efisiensi, dan mekanisme checks and balances.

Sesungguhnya semua prinsip itu memiliki tujuan yang sama.
Menjaga keseimbangan.
Mencegah kekuasaan menjadi berlebihan.
Menjamin setiap fungsi berjalan sesuai perannya.
Karena organisasi yang sehat bukan organisasi yang dipenuhi orang hebat.
Organisasi yang sehat adalah organisasi yang memiliki sistem yang sehat.
Tidak ada perusahaan besar yang mampu bertahan lama apabila fungsi audit dibungkam.
Tidak ada pemerintahan yang kuat apabila pengawasannya hanya menjadi pelengkap.

Tidak ada negara yang mampu berkembang apabila hukum tunduk kepada kekuasaan.
Sebaliknya, ketika fungsi-fungsi bekerja sesuai tugasnya, organisasi memperoleh kepercayaan. Dan kepercayaan adalah modal yang tidak dapat dibeli dengan anggaran sebesar apa pun.
Lalu bagaimana jika kita menggunakan mīzān sebagai cermin untuk membaca kondisi ekonomi Indonesia?

Dalam satu dekade terakhir, Indonesia membangun berbagai infrastruktur strategis. Jalan tol, pelabuhan, bendungan, bandara, kawasan industri, hingga berbagai proyek konektivitas telah memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang.
Semua itu merupakan investasi yang penting.
Namun investasi, sebesar apa pun, pada akhirnya harus diukur bukan hanya dari besarnya biaya yang dikeluarkan, tetapi juga dari nilai tambah yang dihasilkannya bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif tetap terjaga, tetapi belum menunjukkan akselerasi yang benar-benar sebanding dengan besarnya investasi yang telah dilakukan.

Berbagai lembaga internasional masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran sekitar lima persen, angka yang menunjukkan ketahanan, tetapi sekaligus mengingatkan bahwa pekerjaan rumah untuk meningkatkan produktivitas masih sangat besar.

Di sisi lain, tekanan eksternal juga terus menguji ketahanan ekonomi nasional.
Nilai tukar rupiah beberapa kali mengalami tekanan terhadap mata uang utama dunia. Bank Indonesia harus terus menjaga stabilitas moneter melalui bauran kebijakan agar inflasi tetap terkendali dan kepercayaan pasar tetap terjaga.

Semua ini mengingatkan kita bahwa stabilitas ekonomi bukan hanya persoalan uang.
Ia adalah persoalan tata kelola.
Keseimbangan juga penting dalam struktur perdagangan.
Indonesia membutuhkan ekspor yang mampu menghasilkan nilai tambah tinggi, bukan sekadar menjual bahan mentah.
Pada saat yang sama, ketergantungan terhadap impor untuk berbagai kebutuhan strategis perlu terus dikurangi melalui penguatan industri nasional, hilirisasi yang berkelanjutan, inovasi, dan peningkatan daya saing.
Ekspor dan impor bukanlah musuh satu sama lain.
Keduanya harus berada dalam keseimbangan yang sehat.
Sebab mīzān tidak mengajarkan dominasi.
Mīzān mengajarkan proporsi.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah keseimbangan struktur pelaku ekonomi.
UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Jumlahnya mencapai lebih dari 99 persen dari seluruh unit usaha dan menyerap sebagian besar tenaga kerja nasional.
Namun, akses terhadap pembiayaan, teknologi, pasar, dan rantai pasok modern masih belum seimbang jika dibandingkan dengan kelompok usaha besar.

Di sisi lain, konglomerasi memiliki modal, jaringan, dan efisiensi yang jauh lebih kuat sehingga mampu mendominasi banyak sektor ekonomi.
Kehadiran konglomerasi bukanlah masalah.
Mereka justru berperan penting sebagai motor investasi dan pencipta lapangan kerja.
Yang menjadi tantangan adalah ketika kesempatan bertumbuh tidak tersebar secara lebih merata.
Ibarat tubuh manusia, tidak ada organ yang harus diperkecil agar organ lain hidup.
Yang diperlukan adalah memastikan seluruh organ berkembang secara sehat sesuai fungsinya.
Begitu pula perekonomian.
UMKM tidak perlu memusuhi usaha besar.
Usaha besar juga tidak seharusnya tumbuh dengan mengorbankan ruang hidup UMKM.
Keduanya harus saling menguatkan.
Itulah makna keseimbangan.

Dalam perspektif itulah, good governance sesungguhnya bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi.
Ia adalah upaya menjaga mīzān.

Ketika kewenangan dibatasi oleh akuntabilitas, ketika pengawasan berjalan independen, ketika keputusan diambil secara transparan, ketika kesempatan ekonomi terbuka lebih luas, maka organisasi, perusahaan, maupun negara sedang bergerak menuju keseimbangan.

Sebaliknya, ketika kewenangan terkonsentrasi tanpa pengawasan, ketika integritas dikalahkan oleh kepentingan sesaat, atau ketika pembangunan hanya dinikmati sebagian kecil kelompok, maka mīzān mulai bergeser.
Dan setiap kali keseimbangan bergeser, sejarah mengajarkan bahwa krisis hanya tinggal menunggu waktu.
Barangkali inilah pelajaran terbesar yang dapat kita petik dari alam semesta.
Allah tidak hanya menciptakan kehidupan.

Allah juga menunjukkan cara menjaga kehidupan.
Melalui daun yang tersusun rapi.
Melalui orbit planet yang tidak saling bertabrakan.
Melalui tubuh manusia yang bekerja dengan homeostasis.
Melalui mīzān yang ditegakkan di langit dan diperintahkan untuk dijaga di bumi.
Semuanya berbicara tentang satu prinsip yang sama.
Keseimbangan.
Dan keseimbangan itulah yang menjadi inti dari tata kelola yang baik.

Kesimpulan
Alam semesta membuktikan bahwa keteraturan lahir dari ukuran yang tepat, bukan dari kekuatan yang tak terbatas. Golden Angle pada tumbuhan, homeostasis pada tubuh manusia, orbit benda langit, serta konsep mīzān dalam Surah Ar-Rahman mengajarkan bahwa keseimbangan adalah hukum kehidupan.

Dalam konteks organisasi, perusahaan, dan negara, nilai-nilai tersebut tercermin dalam prinsip good governance: kejelasan fungsi, keseimbangan antara kewenangan dan tanggung jawab, akuntabilitas, transparansi, pengawasan yang independen, dan keadilan. Dengan demikian, menghubungkan good governance dengan mīzān merupakan sebuah pembacaan tematik yang menunjukkan bahwa tata kelola yang baik selaras dengan nilai-nilai yang diajarkan Al-Qur’an.

Saran
Sudah saatnya good governance tidak dipahami hanya sebagai kewajiban administratif atau sekadar memenuhi regulasi. Ia harus menjadi budaya organisasi, budaya pemerintahan, dan budaya kehidupan.

Setiap pemimpin, pejabat publik, auditor, pengawas, akademisi, pelaku usaha, maupun masyarakat perlu menjadikan mīzān sebagai cara berpikir: tidak melampaui batas, tidak mengurangi hak orang lain, dan selalu menempatkan segala sesuatu pada proporsinya.

Mungkin itulah sebabnya Al-Qur’an tidak memerintahkan manusia menciptakan keseimbangan.
Allah hanya memerintahkan kita menjaganya.
Sebab keseimbangan telah Allah tetapkan sebagai sunatullah.
Pertanyaannya tinggal satu: apakah tata kelola yang kita bangun berjalan seiring dengan mīzān, atau justru melawannya?

Referensi
* Al-Qur’an, QS. Ar-Rahman [55]: 5–9, 19–24.
* Al-Qur’an, QS. Al-Hijr [15]: 19.
* Tafsir Ibnu Katsir, penafsiran QS. Ar-Rahman ayat 7–9 dan QS. Al-Hijr ayat 19.
* Tafsir Al-Misbah, pembahasan konsep mīzān dan mawzūn.
* Organisation for Economic Co-operation and Development, OECD Economic Outlook dan prinsip-prinsip tata kelola sektor publik.
* Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission, Internal Control – Integrated Framework dan Enterprise Risk Management Framework.
* Bank Indonesia, laporan kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan.
* Badan Pusat Statistik, data pertumbuhan ekonomi, inflasi, perdagangan internasional, dan UMKM.
* Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, data kontribusi dan peran UMKM dalam perekonomian Indonesia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Realitas Politik Menguji Mimpi Prabowo

Next Post

Good Governance itu Sunatullah

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Good Governance itu Sunatullah

July 6, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo
Feature

Realitas Politik Menguji Mimpi Prabowo

July 5, 2026
Hukuman Mati bagi Orang Murtad: Benarkah Itu Ajaran Islam yang Final?
Feature

Hukuman Mati bagi Orang Murtad: Benarkah Itu Ajaran Islam yang Final?

July 5, 2026
Next Post

Good Governance itu Sunatullah

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bukan Hari Libur Nasional

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bukan Hari Libur Nasional

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online
Birokrasi

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

by Karyudi Sutajah Putra
July 2, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Peringatan Hari Bhayangkara atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri saat ini ditandai dengan hadiah manis bagi...

Read more
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bukan Hari Libur Nasional

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bukan Hari Libur Nasional

July 6, 2026

Good Governance itu Sunatullah

July 6, 2026

Good Governance itu Sunatullah

July 6, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Realitas Politik Menguji Mimpi Prabowo

July 5, 2026
Hukuman Mati bagi Orang Murtad: Benarkah Itu Ajaran Islam yang Final?

Hukuman Mati bagi Orang Murtad: Benarkah Itu Ajaran Islam yang Final?

July 5, 2026
Prabowo Ditipu Agen CIA India Gadungan

Prabowo Ditipu Agen CIA India Gadungan

July 5, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bukan Hari Libur Nasional

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bukan Hari Libur Nasional

July 6, 2026

Good Governance itu Sunatullah

July 6, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...