• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jakarta itu Hutan Belantara. Boleh Di Pimpin Siapa Saja : Atensi Anggota DPD Jakarta

fusilat by fusilat
June 24, 2022
in Feature
0
Jakarta itu Hutan Belantara. Boleh Di Pimpin Siapa Saja : Atensi Anggota DPD Jakarta

(Grafis: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, FusilatNews,-  Gubernur Jakarta yang akan datang harus lebih Cerdas dan Pintar dari rata-rata warganya. Ia tidak boleh memalukan dan mempermalukan bila tampil di kancah Internasional. Dan yang paling mutlak adalah, Gubernur yang baru harus lebih baik, dari keberhasilan gubernur-gubernur  sebelumnya, untuk bisa membangun Jakarta.

Ini pikiran yang wajar dan minimalis sekali. Selebihnya adalah inovasi bagaimana Jakarta bisa sejajar dengan Ibu kota metropolitan dunia lainnya.

Sebagai warga Jakarta, syarat untuk bisa menjadi pemilih gubernur, harus memiliki KTP DKI Jakarta. Tapi yang tidak menjadi syarat penting adalah, untuk menjadi Calon Gubernur Jakarta, tidak perlu punya KTP Jakarta, bahkan mengerti tentang Jakarta-pun, dianggap tidak perlu. Apalagi cerdas.

Mengapa? Bila dianggap penting, maka ia harus pernah tinggal di Jakarta, sekurang-kurangnya 5 tahun. Supaya paham apa yang menjadi pokok masalah di Jakarta, dan tahu apa yang harus dilakukan. Jangan sampai ada Calon Gubernur, yang ujug-ujug mengerti tentang Jakarta, yang kemudian akhirnya menjadi suatu catatan dan fakta, bahwa aturan begini, pernah melahirkan Gubernur yg culas.  Tidak menepati sumpah jabatannya, yaitu taat pada perundang-undangan. Ditinggalkan, karena tergiur ikut kontestasi menjadi Presiden. Sama persis seperti saat meninggalkan Kota Solo, karena terpikat ingin menjadi Gubernur Jakarta.

Ada contoh-contoh yang bagus, yang mengetengahkan local wisdom, terjadi pada Propinsi DIY, Aceh, Sulawesi Utara, Bali, NTT, Papua, dan propinsi-propinsi lain. Mungkinkah ada Calon Gubernur yang bisa tampil selain Sri Sultan Hamengkubuwono di Yogyakarta? Atau Cagub yang beragama Kristen, nyalon di Provinsi Aceh Darussalam? Atau Cagub Muslim, bisa nyalon di Sulut? Atau orang Bali ikhlas menerima Gubernurnya yang non Hindu?. Segoblok-gobloknya orang setempat, lebih berarti daripada memilih orang pandai tapi bukan bangsa Papua. Begitu kan di Papua?.

Tidak ada yang salah, karena itu telah terjadi dengan sendirinya (natural), setelah era reformasi dan diberlakukannya UU Otonomi Daerah. Bila anda tidak setuju, bahwa realitas itu sebagai politik identitas etnik/cultural, mari kita sebut sebagai “sikap kearifan lokal”.

Apa manfaatnya? Terpilihnya warga lokal, yang hidup lama bersama masyarakat setempat, sehingga tahu permasalahan sampai yang ada didalam hati masyarakatnya. Ini yang kemudian, akan melahirkan keputusan-keputusan yang tepat, apa yang harus dilakukan oleh seorang kepala daerah kelak.

Di Amerika, seseorang yang berhasrat ingin menjadi Gubernur di daerahnya, mempersiapkan diri hingga 15 tahun sebelumnya. Aktif di lembaga-lembaga sosial. Lalu membantu masyarakat banyak. Ada yang berjuang menjadi senator dulu, lalu memperjuangkan kepentingan rakyat setempatnya. Pokoknya Calon Gubernur adalah mereka yang pernah berjasa di daerahnya masing-masing, dan mempunyai visi yang brilian untuk membangun daerah dan rakyatnya.

Bukan orang yang datang dari daerah lain, yang ujug-ujug mengerti soal Jakarta, dengan memamerkan keberhasilan membuat produk mobil ESEMKA.

Tentu saja, apa yang terjadi di Jakarta selama ini, tidak salah menurut hukum dan aturan yang ada. Tetapi kejanggalan-kejanggalan seperti yang terurai di atas, jangan diteruskan berlarut-larut, karena ternyata DKI Jakarta, dianggap provinsi hutan belantara, sehingga genderuwo saja, asal diusung oleh Parpol, bisa menjadi Cagub.

Berkaitan dengan hal tersebut, ada baiknya, peran DPD, yang dipilih oleh warga DKI, sebagai wakil daerah, bukan wakil Parpol dilibatkan dalam pencaguban.  Rasanya bagus bila peran DPD menjadi wakil warga, untuk turut menyeleksi diawal siapa yang pantas ditampilkan menjadi Cagub di Jakarta. Ini semata-mata supaya terbangun hubungan emosional kedaerahan antar warga dan gubernurnya kelak.

Atau anggota DPD-lah yang lebih layak menjadi Calon Gubernur, dari calon perseorangan!!!.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Teka Teki Balap Kuda Adu Lambat

Next Post

Manuver!

fusilat

fusilat

Related Posts

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan
Feature

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026
Economy

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI
Birokrasi

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026
Next Post
Manuver!

Manuver!

Megawati: Untung Kita Punya Presiden Kuat dan Tahan Banting

Megawati: Untung Kita Punya Presiden Kuat dan Tahan Banting

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026

Menyoal Paradoks Regulasi di Sektor Multinasional

May 1, 2026

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist