Nasib Jokowi paska tidak jadi Presiden lagi itulah, yang menghantui Jokowi, sehingga gerak langkahnya, all-out untuk memenangkan Pasangan Capres 02. Segala jurus digunakan untuk menggoalkan Gibran sebagai Cawapres. Ia tutup muka dan telinga terhadap berbagai macam kritikan, tudingan dan bahkan ancaman. Jokowi hanya berfikir, bagaimana ia bisa menyelematkan diri, dari ulahnya selama ia menjadi Presiden.
Anak cikal Bung Karno, yang selama ini dikenal sebagai pendiam, tetapi kali ini ia keluarkan juga unek-uneknya. Guntur Soekarnoputera kakak dari Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia – Perjuangan Megawati Soekarnoputri, dalam pernyataannya mengatakan apabila Ganjar menang dan jadi presiden, maka akan memiliki hak prerogatif. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang presiden pemilik hak prerogatif. Dalam pernyataan itu Guntur menegaskan “Jokowi mau diapain nanti terserah”.
“Kalau Ganjar dan Mahfud sudah jadi presiden dan wakil presiden, presiden punya hak prerogatif, gampang itu. Jokowi mau diapain nanti terserah,” kata Guntur
Pernyataan ini, tidak boleh dianggap enteng. Ini bisa jadi adalah sebuah cetusan hati ada di banyak orang, bak opini gungung es (ice-berg).
Kelompok Tim Pembela Ulama dan Aktifis – Mujadid 212, yang dimotori oleh Prof. Eggy Sudjana, Cs, bahkan menyatakan; Presiden Joko Widodo dikenal sebagai pemimpin dengan berbagai tindakan kontroversial yang sulit dipahami dan terkadang bertentangan dengan nalar sehat.
Salah satu kontroversi yang melekat padanya adalah tuduhan penggunaan ijazah palsu dari tingkat SD hingga S1 di Fakultas Pertanian Jurusan Kehutanan UGM. Jokowi bahkan telah digugat dua kali di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan satu kali di PN Surakarta dengan kasus pidana, yang saat ini masih berlangsung di PN Jakarta Pusat.
Dalam sebuah portal, ada ditulis tulisan dengan judul Jokowi No way Home bagi Jokowi, sbb : Di berbagai media sosial, Jokowi dilecehkan sebagai pemilik ijazah palsu, dan masyarakat peselancar media sosial menggugurkannya dengan tudingan bahwa foto pada ijazah S1 bukan Jokowi melainkan almarhum adik iparnya atau eks suami Idayati, istri Anwar Usman mantan Ketua MK yang telah dipecat.
Meskipun banyak tuduhan dan kritik terhadap Jokowi, namun dia tampaknya tidak terganggu dan tidak berupaya membuktikan keaslian ijazahnya. Prof. Amin Rais pernah menyatakan bahwa Jokowi tidak memiliki ijazah, dan Prof. Amin Rais, yang juga Guru Besar SosPol UGM, menyebut Jokowi sebagai “Raja Pembohong Besar.”
Dari berbagai sudut, sulit menemukan pintu bagi Jokowi untuk menuntaskan kepemimpinannya dengan status husnul khatimah. Karena hampir semua jalan lumrah yang seharusnya dijalaninya setelah melepaskan jabatan penting itu tidak mudah.
Tak lama setelah Jokowi lengser, maka yang terjadi adalah gugatan banyak pihak atas kebijakan yang merusak pagar konstitusi. Dan kasus terbesarnya adalah mengobrak-abrik Mahkamah Konstitusi untuk memuluskan jalan anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, sebagai calon wakil presiden.
Ini saja sudah cukup untuk meletakkan Jokowi dalam level asfala safilin, serendah-rendahnya kedudukan. Jika dulu Soeharto dilengserkan dari kekuasaan, turun dari jabatan presiden karena terdesak, namun tetap mendapatkan tempat istimewa di hati sebagian rakyat, maka kita sulit membayangkan hal sama terjadi pada Jokowi.
Satu-satunya cara agar seluruh kebijakannya tidak dipertanyakan adalah dengan menjadikan Girban sebagai calon wakil presiden dan memenangkan Pemilihan Umum 2024 dengan Prabowo Subianto sebagai presiden.
Ya, Jokowi memang berharap banyak kepada Prabowo Subianto untuk memuluskan rencananya itu.
Lantas, lima tahun kemudian, Gibranlah yang bakal menjadi presiden dengan wakil presidennya adalah Kaesang Pangarep, anak bungsu Jokowi. Setelah 10 tahun berkuasa, Gibran menyerahkan tahta kepresidenan kepada Kaesang yang maju berpasangan dengan Jan Ethes Srinarendra, anak Gibran.
Memenangkan Prabowo dan Gibran adalah satu-satunya jalan keselamatan Jokowi. Kemenangan mereka berdua adalah jalur evakuasi paling mungkin setelah kepemimpinan yang gagal dan memurukkan demokrasi Indonesia.


























