• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Habiburokhman, Perisai Listyo Sigit, dan Senjakala Reformasi Polri

fusilat by fusilat
February 13, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Habiburokhman, Perisai Listyo Sigit, dan Senjakala Reformasi Polri
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nazaruddin

Ada pemandangan ganjil di koridor kekuasaan republik ini. Di saat Presiden Prabowo Subianto—secara tersirat namun tegas—menunjukkan ketidakpuasan terhadap kinerja Kepolisian Republik Indonesia dengan membentuk Tim Percepatan Reformasi Polri, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, justru tampil sebagai benteng terakhir penjaga status quo.

Peran Habiburokhman belakangan ini tak lagi mencerminkan fungsi pengawasan (watchdog) parlemen. Ia lebih menyerupai juru bicara, bahkan personal political bodyguard, bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sikap pasang badan yang berulang dan konsisten itu memunculkan satu kesimpulan: ada simpul kepentingan yang kuat antara Senayan dan Trunojoyo.

Setidaknya, terdapat empat momentum krusial yang mengonfirmasi kecurigaan tersebut.


Mengunci Status “Superbody” Polri

Poin paling fundamental yang diperjuangkan Habiburokhman adalah memastikan Polri tetap berada langsung di bawah Presiden. Dalam berbagai rapat Komisi III, ia tampil gigih membela status ini seolah menjadi harga mati.

Bagi publik yang kritis, ini bukan semata urusan tata kelola administrasi negara. Dengan mengunci Polri langsung di bawah Presiden, pintu bagi kementerian atau lembaga lain untuk melakukan audit, evaluasi, atau intervensi struktural praktis tertutup rapat. Polri dipertahankan sebagai superbody—lembaga istimewa yang hanya bisa disentuh oleh Presiden (dengan agenda nasional yang padat) dan Komisi III DPR sebagai satu-satunya kanal pengawasan formal.

Alih-alih memperkuat akuntabilitas, skema ini justru memusatkan kekuasaan dan memiskinkan mekanisme kontrol.


Perpol Nomor 10 Tahun 2025: Legalisasi Dwifungsi Versi Modern

Sikap pasang badan Habiburokhman mencapai titik puncak saat ia membela habis-habisan Peraturan Polri Nomor 10 Tahun 2025. Regulasi ini membuka ruang bagi anggota Polri untuk menduduki jabatan di kementerian dan lembaga sipil dengan dalih penugasan.

Jika Polri tetap berada langsung di bawah Presiden, sementara personelnya disebar ke berbagai institusi sipil, maka yang terbentuk bukan lagi sekadar koordinasi, melainkan gurita kekuasaan. Ini adalah dwifungsi dalam kemasan baru—lebih halus, lebih legalistik, namun sama berbahayanya.

Habiburokhman menutup mata terhadap fakta bahwa praktik ini bertentangan secara diametral dengan semangat Reformasi 1998 yang secara sadar dan berdarah-darah memisahkan fungsi keamanan dari ruang sipil. Dengan mendukung Perpol ini, ia seolah merestui lahirnya “negara dalam negara” di bawah komando Listyo Sigit.


Narasi “Loyalitas” sebagai Tameng Kritik

Ketika seorang mantan Panglima TNI menyinggung adanya aroma pembangkangan—bahkan menyebut istilah makar—dalam pernyataan Kapolri yang bersikeras mempertahankan posisi Polri di bawah Presiden “sampai titik darah penghabisan”, Habiburokhman kembali menjadi orang pertama yang pasang badan. Ia menjamin loyalitas Listyo Sigit seratus persen kepada Presiden Prabowo.

Namun, publik berhak bertanya: loyalitas kepada siapa dan untuk agenda apa?

Apakah loyalitas pada agenda besar Presiden untuk melakukan reformasi institusi, atau loyalitas untuk mempertahankan kursi demi mengamankan jejaring kekuasaan yang sudah mapan? Dengan narasi loyalitas itu, Habiburokhman seakan mengirim pesan terselubung kepada Presiden: mengganti Listyo Sigit sama dengan menyingkirkan orang paling setia.

Ini adalah taktik politik yang cerdik—menyandera reformasi melalui sentimen personal.


Delegitimasi Suara Kritis: Upaya Mengunci Mata Presiden

Ketika tokoh-tokoh kritis seperti Abraham Samad, Said Didu, Syahganda Nainggolan, hingga peneliti LIPI Siti Zuhro mendesak pergantian pucuk pimpinan Polri sebagai prasyarat mutlak perbaikan sistemik, Habiburokhman justru mereduksi kritik itu menjadi persoalan sentimen pribadi.

Ia menyebutnya “salah kaprah”, “tendensius”, “subyektif”, dan berpandangan sempit.

Sikap ini mencengangkan. Bagaimana mungkin Ketua Komisi III menutup mata terhadap rentetan skandal besar—dari kasus etik, kriminal, hingga konflik kepentingan—yang mencoreng wajah Polri di era Listyo Sigit? Menolak pergantian pimpinan di tengah kegagalan sistemik dan runtuhnya kepercayaan publik bukan sekadar kemunduran, melainkan pengkhianatan terhadap mandat pengawasan parlemen.


Ada Apa dengan Habiburokhman dan Listyo Sigit?

Pertanyaan ini menemukan jawabannya jika kita melihat relasi simbiose mutualisme. Pembelaan mati-matian terhadap status Polri di bawah Presiden mengindikasikan ketakutan kolektif: jika pucuk pimpinan Polri diganti oleh figur yang benar-benar independen, zona nyaman sejumlah elit—termasuk di parlemen—akan runtuh.

Presiden Prabowo kini berada di persimpangan sejarah. Jika ia membiarkan narasi Habiburokhman mendominasi, maka Tim Percepatan Reformasi Polri tak lebih dari kosmetik politik—gincu tanpa taring.

Rakyat tidak membutuhkan perisai untuk melindungi pejabat. Rakyat membutuhkan institusi penegak hukum yang bersih, profesional, dan tunduk pada akuntabilitas publik. Dan itu tidak akan pernah terwujud selama pengawas dan yang diawasi masih sibuk saling pasang badan demi menjaga kekuasaan tetap tak tersentuh.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pembangunan sebagai Judi Negara: Antara Keberanian, Spekulasi, dan Tanggung Jawab

Next Post

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan – Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

fusilat

fusilat

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan - Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

Sempat Dihentikan, MOTAH 65 Kembali Membakar Sampah

Sempat Dihentikan, MOTAH 65 Kembali Membakar Sampah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...