Rezim IsraelĀ sejauh ini telah membunuh lebih dari 30.878 warga Gaza selama perang, kebanyakan dari mereka adalah wanita, anak-anak, dan remaja.
Gaza – Presstv – Fusilatnew – Gerakan perlawanan Palestina yang berbasis di Jalur Gaza, Hamas, bersumpah untuk tidak mundur dari tuntutannya agar rezim Israel menarik diri sepenuhnya dari wilayah tersebut, yang telah mengalami perang genosida Israel selama lima bulan terakhir.
Abu Ubaida, juru bicara Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, menyampaikan pernyataan tersebut dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada hari Jumat.
āPrioritas utama kami untuk mencapai kesepakatan pertukaran tahanan adalah komitmen penuh untuk menghentikan agresi dan penarikan mundur musuh, dan tidak ada kompromi mengenai hal ini,ā kata Abu Ubaida.
Hamas juga menginginkan ābantuan bagi rakyat kami, pemulangan pengungsi, dan rekonstruksi,ā tambahnya di tengah peringatan bahwa kelaparan besar-besaran mengintai Gaza sebagai akibat dari perang dan pengepungan yang dilakukan rezim secara bersamaan terhadap wilayah tersebut. .
Israel melancarkan perang melawan Jalur Gaza pada tanggal 7 Oktober setelah Badai al-Aqsa, sebuah operasi mendadak yang dilakukan oleh kelompok perlawanan di wilayah pesisir terhadap wilayah pendudukan yang dilakukan sebagai protes atas semakin intensifnya kejahatan Tel Aviv terhadap warga Palestina selama puluhan tahun.
Rezim IsraelĀ sejauh ini telah membunuh lebih dari 30.878 warga Gaza selama perang, kebanyakan dari mereka adalah wanita, anak-anak, dan remaja.
Hamas menyandera sekitar 240 sandera dalam operasi bulan Oktober, beberapa di antaranya dibebaskan selama gencatan senjata selama seminggu pada bulan November.
Sekitar 99 sandera dilaporkan masih hidup di Gaza dan 31 orang tewas dalam serangan rezim di wilayah pesisir tersebut.
Sumber : Presstv

























