Tuan dan Puan yang budiman,
Di tengah hiruk pikuk zaman, di tengah gelombang pembangunan yang kerap dibanggakan, izinkan hamba mengingatkan satu kalimat suci yang turun dari langit, sederhana namun dahsyat maknanya:
wa lā tufsidu fīl-arḍi ba‘da iṣlāḥihā
“Dan janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya.” (QS. Al-A’raf: 56)
Ini bukan sekadar petuah untuk para petani agar tidak mencemari tanah, bukan pula semata nasihat bagi tukang bangunan agar tidak merusak tata kota. Ini adalah perintah Tuhan bagi siapa pun yang menapaki bumi-Nya—termasuk mereka yang kini duduk di singgasana kuasa, berselimut wewenang dan bergelimang fasilitas.
Negeri ini, wahai Saudara, tak sedang membutuhkan banyak rencana indah, apalagi pidato-pidato yang meninabobokan nalar. Negeri ini hanya butuh satu hal: patuhi perintah langit itu—janganlah engkau membuat kerusakan di muka bumi.
Apakah mencuri dari anggaran negara bukan kerusakan?
Apakah membiarkan kebodohan subur demi mudahnya mengendalikan rakyat bukan kerusakan?
Apakah mengangkat keluarga sendiri ke tampuk kekuasaan tanpa malu bukan kehancuran moral yang nyata?
Mereka yang terus merusak, padahal telah melihat kebenaran, bukan hanya menentang rakyat—tetapi sedang menantang langit. Karena bumi ini milik Tuhan, bukan warisan keluarga atau properti partai.
Cukuplah! Jangan kita berpikir terlalu jauh tentang bagaimana memperindah Indonesia. Jangan kita habiskan tenaga menyusun mimpi yang tinggi bila kita sendiri membiarkan perusaknya hidup nyaman dan mulia.
Hilangkan mereka yang merusak bangsa ini, maka keindahan akan tumbuh seperti tanaman di tanah subur. Tak perlu dipaksa. Ia akan tumbuh karena itulah fitrah alam: kebaikan akan menang bila kejahatan disingkirkan.
Dan ingatlah selalu, wahai pemimpin dan rakyat:
“Wala tufsidu fil-ardhi.”
Jangan rusak bumi ini.
Sebab kelak, yang akan menjadi saksi bukan hanya manusia—tetapi langit, tanah, air, dan udara yang kalian khianati.
Jakarta, dalam hening yang mulai kehilangan harap,
Seorang anak bangsa yang masih percaya pada firman Tuhan.
























