• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Harga Beras Melonjak: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
August 12, 2025
in Economy, Feature
0
Di Tengah Klaim Pemerintah Terkait Kecukupan Stok, Harga Beras Terus Melonjak
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastratmadja

Gabah dan beras kembali menjadi sorotan. Masalahnya, pola yang terjadi tak banyak berubah: harga terus merangkak naik, dan pemerintah terlihat gagap mengendalikannya. Dalam beberapa pekan terakhir, kenaikan harga di pasaran terasa signifikan. Bahkan, jarang terjadi sebelumnya, harga gabah mampu menembus Rp7.000 per kilogram.

Banyak alasan bisa diungkap untuk menjelaskan lonjakan ini. Salah satu yang paling sering disalahkan adalah fenomena El Nino. Kemarau panjang dianggap sebagai biang keladi, memicu harga beras yang bergerak liar. Kekhawatiran semakin membesar setelah Kementerian Pertanian memprediksi bahwa akibat El Nino, Indonesia berpotensi kehilangan 380 ribu hingga 1,2 juta ton gabah kering panen.

Menghadapi ancaman itu, Kementerian Pertanian bertindak cepat dengan menambah luas tanam 500 ribu hektare di berbagai provinsi sentra produksi. Langkah ini tergolong rasional—tanpa terjebak diskusi panjang, langsung diterapkan program intensifikasi. Bila berjalan sesuai rencana, penambahan tersebut dapat menghasilkan tambahan 1,5 juta ton gabah.

Selain memperluas tanam, pemerintah juga mempercepat masa tanam menggunakan varietas tahan kekeringan dan teknologi budidaya yang direkomendasikan lembaga penelitian, termasuk International Rice Research Institute (IRRI). Harapannya, produktivitas tetap terjaga meski cuaca ekstrem.

Namun, yang justru terlihat lamban adalah lembaga pemerintah yang seharusnya mengendalikan harga beras. Seandainya sejak awal diterapkan sistem deteksi dini—bukan pendekatan “pemadam kebakaran”—mungkin situasi tak serumit sekarang.

Pertanyaan mendasar: Kementerian atau lembaga mana yang paling bertanggung jawab menangani gejolak harga beras?
Peraturan Presiden No. 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional (Bapanas) sudah jelas mengatur: lembaga ini memegang 11 fungsi, termasuk dua yang sangat krusial:

  1. Koordinasi, perumusan, dan penetapan kebijakan ketersediaan pangan, stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta keamanan pangan.
  2. Koordinasi pelaksanaan kebijakan tersebut di tingkat nasional.

Artinya, sebelum ada Kementerian Koordinator Bidang Pangan, fungsi koordinasi dan stabilisasi harga beras ada di tangan Bapanas. Pertanyaannya: apakah fungsi ini benar-benar dijalankan dalam menghadapi lonjakan harga sekarang?

Apakah Bapanas sudah berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait? Jika sudah, apa hasilnya sehingga harga masih liar? Jika belum, apa kendalanya? Publik berhak tahu.

Bapanas harus tampil beda dengan pendahulunya, Badan Ketahanan Pangan (BKP) di bawah Kementerian Pertanian. Wewenang Bapanas jauh lebih luas—tidak hanya soal ketahanan pangan, tapi juga kemandirian dan kedaulatan pangan. Mindset pegawainya harus berubah total.

Sayangnya, kabar yang beredar menunjukkan Bapanas memasuki usia ke-5 dengan pagu anggaran yang relatif kecil. Dengan sumber daya terbatas, sulit diharapkan koordinasi yang solid, apalagi dengan kementerian/lembaga di pusat maupun daerah, di tengah simpul koordinasi pembangunan pangan yang masih kabur.

Gambaran masalahnya kini jelas: harga beras yang terus naik adalah sinyal bahaya. Jangan biarkan harga bergerak liar dan sulit dikendalikan. Bapanas bersama Perum Bulog harus proaktif mencari solusi melalui sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan perberasan.

Kesimpulannya, sulitnya pemerintah menurunkan harga beras menunjukkan bahwa sektor perberasan kita sedang tidak baik-baik saja. Para pengambil kebijakan wajib mencermati ini dengan serius—sebelum kita menyesali dampaknya di kemudian hari.

(Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Provinsi Kumamoto, Jepang Dilanda Cuaca Ekstrem: Banjir dan Tanah Longsor Mengancam Warga

Next Post

Munaslub Golkar Sudah Diletupkan

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Rupiah Lemah Tidak Selalu Patriotik
Economy

Rupiah Lemah Tidak Selalu Patriotik

May 16, 2026
Birokrasi

Tumbal Birokrasi di Balik Sepatu Sekolah Rakyat: Ketidaktahuan atau Pembiaran?

May 16, 2026
Feature

PRABOWO, THE ECONOMIST, DAN PERTARUNGAN MEMBACA INDONESIA

May 16, 2026
Next Post
Golkar: Pengumuman Susunan Pengurus DPP yang Baru

Munaslub Golkar Sudah Diletupkan

Dari 5 Jadi 12 Terlapor: Drama Ijazah Jokowi dan Jurus ‘Penyelamat’ Jaksa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rupiah Lemah Tidak Selalu Patriotik

Rupiah Lemah Tidak Selalu Patriotik

May 16, 2026

Tumbal Birokrasi di Balik Sepatu Sekolah Rakyat: Ketidaktahuan atau Pembiaran?

May 16, 2026

PRABOWO, THE ECONOMIST, DAN PERTARUNGAN MEMBACA INDONESIA

May 16, 2026
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda

Membungkam Kritik, Menabur Ketakutan

May 16, 2026
Hingar-Bingar Gibran di Senayan: Siapa yang Mau Menjaga Takhta Jika Prabowo Tiada?

Dosa Tak Terasa Memilih Prabowo

May 16, 2026

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rupiah Lemah Tidak Selalu Patriotik

Rupiah Lemah Tidak Selalu Patriotik

May 16, 2026

Tumbal Birokrasi di Balik Sepatu Sekolah Rakyat: Ketidaktahuan atau Pembiaran?

May 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...