• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Harga Beras Meroket Tajam, Pengusaha Warteg Kesulitan Tetapkan Harga Jual

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
February 16, 2024
in Feature
0
Harga Beras Meroket Tajam, Pengusaha Warteg Kesulitan Tetapkan Harga Jual

Warga makan di Warteg Subsidi Bahari kawasan Jalan Fatmawati, Jakarta, Sabtu (28/3/2020). ANTARA FOTO/Reno Esnir/ama.

Share on FacebookShare on Twitter

Dengan harga beras yang naik dan stok yang terbatas, Indra mengaku cukup kebingungan sebagai pengusaha warteg. Di satu sisi, banyak pelanggannya yang berasal dari kelompok masyarakat menengah ke bawah. Mereka umumnya menginginkan porsi nasi yang lebih banyak ketika bersantap di warteg.

Jakarta – Fusilatnews – Meroketnya harga beras dalam bulan-bulan terakhir ini membuat para pengusaha warung tegal dan rumah makan lainnya yang tersebar di berbagai daerah menghadapi kesulitan untuk menentukan harga perporsinya.

“Naik harga beras ini sudah hampir dua pekan ya,” ujar pengusaha warteg, Indra Khairuddin, pada Kamis (15/2/24).

Tak hanya harga beras yang naik, Indra juga mengeluhkan keterbatasan stok beras yang biasa dia gunakan. Keterbatasan stok ini membuat penjual beras enggan untuk menjual beras secara karungan atau dalam jumlah besar. Indra mengungkapkan bahwa penjual beras kini lebih memilih untuk menjual beras secara eceran.

“Biasanya di warteg tuh bayar (karung beras) pertama setelah (mendapatkan) kiriman karung yang kedua. Sekarang mereka nggak mau. (Harus) cash semua. Lumayan buat cashflow warteg, keganggu banget,” terang Indra.

Dengan harga beras yang naik dan stok yang terbatas, Indra mengaku cukup kebingungan sebagai pengusaha warteg. Di satu sisi, banyak pelanggannya yang berasal dari kelompok masyarakat menengah ke bawah. Mereka umumnya menginginkan porsi nasi yang lebih banyak ketika bersantap di warteg.

“Kalau mau kasih beras yang kualitas di bawahnya juga pelanggan ngga mau,” lanjut Indra.

Di sisi lain, Indra juga tidak bisa menaikkan harga nasi di wartegnya begitu saja karena khawatir akan memberatkan para pelanggan. Oleh karena itu, opsi yang bisa Indra lakukan untuk menyiasati kenaikan harga beras ini adalah dengan mengurangi sedikit porsi nasi di wartegnya.

“Aku paling kurangin porsinya sedikit sama aku subsidi silang dari menu makanan lain (harganya sedikit dinaikkan). Karena kalau semuanya aku bebanin di nasi, itu pasti berat banget,” kata Indra.

Indra mengaku bahwa pelanggannya menyadari pengurangan porsi nasi yang harus dia lakukan. Namun, mereka cukup mengerti dan memaklumi karena mereka mengetahui bahwa harga beras saat ini sedang naik.

Pengusaha warteg di Kabupaten Bogor ini berharap agar harga beras bisa kembali stabil nanti. Dia juga berharap agar stok atau ketersediaan beras bisa lebih terjaga karena beras pada dasarnya bukan hanya dibutuhkan oleh pengusaha rumah makan, tetapi juga masyarakat pada umumnya.

“Kalau bisa sih lebih stabil lagi dan stoknya ada gitu. Harganya stabil jangan (naik) tinggi banget. Ini naiknya tinggi banget masalahnya, (sebelumnya) ga pernah setinggi ini,” tutur Indra

Tingginya harga beras akhir- akhir ini menunjukkan pemerintah gagal menstabilkan hatga beras pada tingkat konsumen. Tingginya harga beras ini tentu saja membuat penghasilan masyarakat menengah bawah semakin tergerus akibatnya porsi belanja rumah tanggah masyrakat menengah ke bawah untuk membeli beras semakin meningkat sehingga mengurangi tabungan mereka

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tak Ada Niat Manipulasi Sirekap, KPU Minta Maaf

Next Post

Anies Menyeru Kawal Penghitungan Suara dan Laporkan Segala Kecurangan

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak
Feature

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa
Feature

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat
Feature

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Next Post
Anies Janji Berantas Pungli Bersama Secara Kolaborasi

Anies Menyeru Kawal Penghitungan Suara dan Laporkan Segala Kecurangan

Presiden Jokowi Habiskan Waktunya Dengan Urusan “Cekeretemeh”, Sibuk Membagikan Bansos dalam Beberapa Hari Terakhir

Presiden Jokowi Klaim Tak Ada Bansos Beras di Negara Lain. Hanya Di Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Arab Saudi Beri Kuota 1 Juta Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini, Simak Ketentuannya

Hasil Hisab Tim Kemenag: Idul Adha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026

May 17, 2026
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026
BREAKING NEWS  Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

BREAKING NEWS Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

May 17, 2026
Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Arab Saudi Beri Kuota 1 Juta Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini, Simak Ketentuannya

Hasil Hisab Tim Kemenag: Idul Adha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026

May 17, 2026
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist