Jakarta, Fusilatnews- Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid berbicara soal asal-usul dukungan PKS untuk capres-cawapres 2024. Dia membeberkan dukungan PKS kepada capres Anies Baswedan berasal dari hasil musyawarah majelis syura PKS. Sssttt, ini bocorannya!
“Jadi PKS itu sudah menyelenggarakan musyawarah Majelis Syura,” kata Kholid dalam acara adu perspektif detik.com seperti disiarkan YouTube detik.com, Senin (21/11/2022), dikutip media ini, Selasa (22/11/2022).
Musyawarah Majelis Syura adalah forum tertinggi PKS. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) melaksanakan hasil keputusan Majelis Syura. Musyawarah tersebut menghasilkan beberapa poin kriteria terkait capres dan beberapa poin kriteria terkait cawapres. Dia menyebut musyawarah Majelis Syura menghasilkan tiga kriteria capres yang mengerucut kepada Anies Baswedan.
Tiga kriteria itu, pertama, sosok nasionalis religius. Kedua, menjadi simbol perubahan. Ketiga, sosok itu memiliki potensi menang di Pilpres 2024. “Kami melihat 3 kriteria tadi, simbol perubahan, nasionalis religius, dan capacity to win-nya ada di sosok Pak Anies di situ,” lanjutnya.
Selain kriteria capres, dia menyebut musyawarah tertinggi PKS juga menghasilkan pilihan cawapres. Dia menyebut ada 5 tokoh yang akhirnya disetujui Majelis Syura untuk mendampingi Anies Baswedan.
“Pertama adalah Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat 2 periode, kemudian Hidayat Nur Wahid, ketiga Irwan Prayitno, keempat Ahmad Syaikhu, kelima Muhammad Sohibul Iman, itu keputusan musyawarah Majelis Syura,” ujarnya.
Kholid menyebut hasil rekomendasi Majelis Syura itulah yang kemudian dibawa ke tim kecil dengan Partai NasDem dan Partai Demokrat untuk dibahas. Dia menyebut proses tersebut pun sedang dibahas di dalam tim kecil.
“Saat ini kita sedang lakukan proses itu, proses kita punya kader terbaik kita tawarkan ke Demokrat, kita tawarkan ke NasDem begitu ya, kita tawarkan kepada capres yang saat ini sedang dibahas di tim kecil. Sedang berjalan secara alamiah, macem-macem, platform, design pemerintahan, tanggung jawab pemenangan, dan sebagainya, salah satunya termasuk capres dan cawapres,” tuturnya.


























