Jakarta – fusilatnews – Unit Identifikasi Satreskrim Polres Jaksel menemukan banyak kejanggalan dalam kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. sejak dimulainya proses olah tempat kejadian perkara (TKP) namun Satreskrim Polres Jaksel gagal menindaklanjuti karena terintimidasi oleh kuatnya pengaruh Ferdi Sambo yang saat itu masih di posis Kadiv Propam dengan pangkat inspektur Jendral.”Pertama saya lihat mayat, lihat selongsong dan tembok jatuh di bawah. Baru saya mendekat ke jenazah, saya lihat pertama kali tangan kiri jenazah ada luka, habis itu di jari manis,” Kata petugas Unit Identifikasi Satreskrim Polres Jaksel, Briptu Danu Fajar Subekti dalam kesaksiannya di persidangan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer (E), Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).
Dalam berita acara olah TKP sesuai dengan fakta yang ditemukan oleh Danu ditemukan satu lubang dan sejumlah luka gores di tubuh Brigadir J. 11 bekas tembakan di mana lima diantaranya berada di dinding. Total semua ada 11 lubang, lima di tembok, satu di lis, satu di buffet, dua di bawah jenazah, dua lagi di pintu gudang,
“Hanya satu Yang Mulia, satu lubang (bekas tembakan). Masker (Brigadir J) saya buka sampai di dagu saya temukan ada goresan di hidung, bibir, sama mata biru,” Kata Danu meneruskan kesaksiannya.
Keanehan itu semakin menguat saat Danu mendengar percakapan pimpinan Inafis mengatakan ‘Ini tidak mungkin nih hanya tembak-menembak’,” kata Danu menirukan ucapan Inafis.
Dengan adanya pernyataan Inafis itu Saksi Danu mulai terdorong untuk menceritakan lebih dalam kepada komandannya bahwa, tak mendapati barang milik Brigadir J di TKP. Lalu tidak ada lubang bekas tembakan dari lantai atas ke bawah. Berikutnya, dari arah tembakan tidak ditemukan ceceran darah dan darah hanya ada di tubuh Brigadir J.
“Pas membalikkan jenazah (Brigadir J) pakai masker. Kok aneh pakai masker. Saya sempat, ada Kasat ‘Ndan mohon izin ada korban pakai masker’ pada saat itu diam semua tidak ada yang ngomong,” ungkap Danu


























