• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Haul Tahun ke-4 Para Syuhada KM 50: Menjaga Api Perjuangan dan Keadilan – “Keberanian Memperjuangkan Kebenaran Adalah Bagian dari Jihad di era Modern.”

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
December 5, 2024
in Feature, Law
0
Haul Tahun ke-4 Para Syuhada KM 50: Menjaga Api Perjuangan dan Keadilan –  “Keberanian Memperjuangkan Kebenaran Adalah Bagian dari Jihad di era Modern.”
Share on FacebookShare on Twitter

 Oleh Damai Hari Lubis, seorang pengamat hukum dan politik, “Keberanian memperjuangkan kebenaran adalah bagian dari jihad di era modern.”

Hari ini, Kamis, 5 Desember 2024, di Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat, berlangsung acara peringatan haul ke-4 enam syuhada tragedi KM 50. Acara ini bukan sekadar ritual mengenang, melainkan juga momentum memperjuangkan keadilan yang hingga kini masih jauh dari jangkauan. Dengan penuh khidmat, tokoh ulama Kyai Shabri Lubis dan aktivis muslim Eggi Sudjana, bersama tokoh-tokoh lainnya seperti Rizal Fadillah dari Bandung, hadir memberikan sambutan yang menggugah semangat para hadirin.

Memaknai Tragedi KM 50: Syuhada di Tengah Kegelapan Hukum

Peristiwa pembunuhan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 pada tahun 2020 menjadi catatan kelam perjalanan hukum dan keadilan di Indonesia. Kejadian ini dikategorikan sebagai unlawful killing atau pembunuhan di luar hukum yang melibatkan aparat negara. Tuduhan terhadap pelaku mencakup moord (pembunuhan berencana) sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP, yang ancamannya adalah hukuman mati. Sayangnya, proses peradilan yang pernah dilakukan dinilai sebagai “dagelan hukum,” tidak menyentuh aktor-aktor utama di balik kejahatan ini, termasuk mereka yang terindikasi sebagai intellectual dader (perancang) dan uitlokker (penghasut).

Kyai Shabri Lubis dalam sambutannya menyatakan, “Para syuhada memiliki derajat lebih tinggi daripada orang saleh.” Ucapan ini mengingatkan hadirin bahwa perjuangan para laskar bukanlah hal yang sia-sia, melainkan bagian dari jihad di jalan Allah.

Hutang Moral dan Spiritual Bangsa

Eggi Sudjana, dalam gaya khasnya yang berseloroh, menyinggung ironi utang negara Indonesia yang ratusan triliun. Ia berkata, “Hutang adalah kewajiban yang menghambat masuk surga. Namun, karena itu hutangnya Jokowi, maka bangsa ini tak perlu memikul beban di akhirat.” Pernyataan ini bukan hanya kritik terhadap kepemimpinan, tetapi juga pengingat bahwa ketidakadilan ekonomi dan politik adalah beban yang harus diperjuangkan oleh rakyat, termasuk menuntut keadilan bagi para syuhada.

Jalan Panjang Menuju Keadilan

Rizal Fadillah, seorang tokoh aktivis dari Bandung, menegaskan pentingnya perjuangan hukum untuk membuka kembali kasus ini. Ia menyebutkan bahwa salah satu jalan adalah dengan menghadirkan novum (bukti baru) melalui Komnas HAM dan legislatif. Hal ini menjadi langkah strategis untuk menuntut keadilan yang lebih substansial.

Refleksi dan Tantangan

Haul para syuhada KM 50 bukan hanya acara seremonial, melainkan simbol perlawanan terhadap ketidakadilan. Perjuangan ini membutuhkan keberanian kolektif untuk melawan kebungkaman dan menantang sistem hukum yang sering kali bias. Tragedi ini adalah pengingat bahwa negara harus bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia yang melibatkan institusi negara.

Semangat yang digaungkan oleh para tokoh dalam haul ini mengajarkan bahwa keadilan bukanlah hadiah, melainkan hasil dari perjuangan yang tiada henti.

Momentum haul ini mengingatkan kita semua bahwa meskipun keadilan terasa jauh, menjaga api perjuangan tetap menyala adalah kewajiban setiap insan yang mendambakan kebenaran. Syuhada KM 50 adalah simbol perlawanan terhadap tirani dan ketidakadilan, serta inspirasi bagi generasi penerus untuk terus memperjuangkan hak-hak dasar manusia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo Subianto: Antara Diplomasi Global dan Upaya Meningkatkan Hubungan dengan Trump dan Xi

Next Post

Pemerintah Kaji Percepatan Eksekusi Mati bagi Terpidana Narkotika

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan
Birokrasi

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026
Cross Cultural

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026
Next Post
Pemerintah Kaji Percepatan Eksekusi Mati bagi Terpidana Narkotika

Pemerintah Kaji Percepatan Eksekusi Mati bagi Terpidana Narkotika

Minyakita Langka Di Pasar, Harga Mencapai Diatas Rp17 ribu, KPPU Memulai Pra Penyelidikan

Kemendag Temukan Indikasi MinyaKita Diduga Dijual Curah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

MENGGUGAT ETIKA KELUARGA DALAM RUANG NEGARA

April 27, 2026
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

April 27, 2026
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...