Selanjutnya, Rahmat mengakui mencari tahu foto yang memuat stiker Prabowo-Gibran di bansos itu sulit.
Jakarta – Fusilatnews – Hingga kini Badan Pengawas Pemilihan Umum tak mampu menemukan fakta adanya pembagian bantuan sosial bertanda stiker pasangan capres-cawapres Prabowo-Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan yang perlu ditelusuri adalah foto yang tersebar di media sosial. Terutama lokasi penyaluran bansos seperti tertera dalam foto itu.
“Kan itu perlu telusuri. Satu, bentuknya foto, terus di mana dan bagaimana kan belum jelas,” kata dia, di kantor Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu atau DKPP, Jakarta Pusat, Senin, 29 Januari 2024
Selanjutnya terkait, kronologi sumber foto itu didapat dari siapa. “Apakah kemudian foto itu didapat A dan B atau kemudian benarkan foto demikian? Atau bagaimana kan kita enggak ngerti juga,” kata dia.
Selanjutnya, Rahmat mengakui mencari tahu foto yang memuat stiker Prabowo-Gibran di bansos itu sulit.
Bagja menegaskan sedang mencari tahu informasi kebenaran informasi tersebut Kementerian Sosial dan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN.
Adapun pengunggah foto itu baru dipanggil ketika ada temuan pelanggaran dalam penyebaran foto tersebut. “Kemungkinan dipanggil kalau sudah ada temuannya,” ujar dia.
Juru bicara Tim Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Billy David Nerotumelina, mengatakan bansos adalah hak rakyat dan bansos bukan pemberian pribadi. Bansos, merupakan kewenangan negara.
Billy mendesak Bawaslu mendalami pemberian bansos dengan stiker bergambar Prabowo-Gibran.
“Bawaslu harus berperan tegas. Semua oknum yang terlibat perlu diusut dan diberikan sanksi yang tegas,” tutur Billy..
Sebelumnya muncul peredaran paket beras SPHP Bulog berstiker paslon nomor 2 Prabowo – Gibran. Ketika ditunjukkan foto beras SPHP berstiker paslon nomor 2 menempel di kemasan beras SPHP di media sosial X atau Twitter.
Menanggapi kabar tersebut, Gibran malah balik bertanya kepada awak media. Namun, ia mengatakan akan mencoba mencari tahu terkait beras Bulog yang ditempeli stiker tersebut.
“Tempatnya di mana? Ntar saya cari ya, coba ya,” kata Gibran, Kamis (25/1/2024).
Disinggung apakah ada instruksi terkait bagi-bagi beras, Gibran mengatakan tidak ada. Ia mengatakan bagi-bagi beras tidak diperbolehkan.
“Gak (ada instruksi), kan gak boleh bagi beras. Nanti saya tidak lanjuti ya,” katanya.
Gibran menegaskan jika ia diberi tahu lokasinya ia akan mendatangi tempat tersebut. “Kasih tau saya lokasinya mana nanti saya samperin (datangi-Red),” katanya.


























