OLEH: ENTANG SASTRAATMADJA
(Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)
Setelah terbebas dari bayang-bayang dualisme kepemimpinan yang sempat membuat organisasi ini berjalan dengan agenda masing-masing, kini Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dituntut menampilkan kembali jati dirinya yang sesungguhnya: rumah besar perjuangan kaum tani. Terpilihnya Sudaryono sebagai Ketua Umum DPN HKTI periode 2025–2030 diharapkan menjadi titik balik untuk menyatukan kembali HKTI yang sempat terbelah, sekaligus mengembalikan marwah organisasi sebagai pembela utama petani Indonesia.
HKTI sejak awal memikul visi besar: Terwujudnya pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing. Adapun tujuannya jelas: meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, harkat, dan martabat insan tani, masyarakat pedesaan, serta pelaku agribisnis melalui pemberdayaan rukun tani dan percepatan pembangunan pertanian.
Untuk mencapai itu, HKTI memiliki fungsi strategis:
Wadah Penghimpun, menyatukan seluruh potensi insan tani dan rukun tani komoditas.
Alat Penggerak, mengarahkan perjuangan dan konsolidasi kekuatan petani.
Sarana Penampung Aspirasi, menyalurkan suara dan kepentingan rakyat tani.
Wahana Perjuangan, menuju cita-cita nasional Indonesia yang berdaulat pangan.
Arena Pemberdayaan, untuk pendidikan, peningkatan kapasitas, dan kemandirian petani.
Mengiringi kepemimpinan baru ini, seluruh keluarga besar HKTI di Indonesia patut melakukan refleksi mendalam. Sebab refleksi bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan berkaca untuk menata masa depan.
Dalam konteks HKTI, refleksi berarti:
Mengevaluasi program yang telah dijalankan,
Mengidentifikasi tantangan yang dihadapi petani,
Menyerap pelajaran dari keberhasilan dan kegagalan,
Menyusun strategi baru yang lebih adaptif dan progresif.
Refleksi akan menuntun pengurus dan kader HKTI menelaah dengan jujur:
Apa yang sudah dicapai? Apa yang belum dikerjakan? Dan di mana organisasi harus berbenah?
Tanpa refleksi, HKTI hanya akan menjadi organisasi seremonial.
Dengan refleksi, HKTI bisa kembali menjadi alat perjuangan yang hidup.
Prospek 2026: Ujian Nyata di Lapangan
Jika refleksi adalah bercermin ke belakang, maka prospek adalah menatap ke depan. Prospek berarti peluang yang bisa diwujudkan menjadi kenyataan. Bagi HKTI, prospek 2026 adalah ujian nyata: mampukah HKTI tampil sebagai pembela petani, bukan sekadar pelengkap birokrasi pertanian?
Prospek itu meliputi:
Peluang peningkatan produksi dan ekspor,
Harapan naiknya pendapatan petani,
Kemungkinan lahirnya komoditas unggulan baru,
Terbukanya akses pasar nasional dan global.
Masyarakat tani mendambakan HKTI hadir bukan hanya dalam pidato, tetapi turun ke sawah, ladang, dan pasar — berdiri di barisan depan saat petani menghadapi persoalan harga, pupuk, akses lahan, dan ketidakadilan tata niaga.
Jalan Menuju HKTI yang Kuat
Untuk mewujudkan visi besarnya, HKTI dapat menempuh langkah konkret:
Pemberdayaan Petani
Melalui pelatihan, pendampingan, dan akses teknologi modern.Pengembangan Komoditas Unggulan
Fokus pada pisang, jagung, sorgum, dan komoditas strategis lainnya.Kolaborasi dengan Pemerintah
Memperjuangkan akses lahan, air, permodalan, dan subsidi yang tepat sasaran.Advokasi Kebijakan
Membela hak petani dan memastikan kebijakan pertanian berpihak kepada produsen, bukan hanya pada pedagang besar.Penguatan Infrastruktur Pertanian
Irigasi, jalan produksi, gudang, hingga pasar tani.Pembukaan Akses Pasar
Mendorong jejaring distribusi dan ekspor hasil pertanian.
Bila langkah-langkah ini dijalankan dengan konsisten, HKTI tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga mengukuhkan diri sebagai kekuatan strategis dalam ketahanan pangan nasional.
Penutup
HKTI kini berada di titik penting sejarahnya.
Bangkit sebagai organisasi perjuangan kaum tani — atau tertinggal sebagai nama besar tanpa daya.
Refleksi 2025 harus melahirkan keberanian untuk berbenah.
Prospek 2026 menuntut kerja nyata, bukan sekadar wacana.
Semoga HKTI benar-benar hadir sebagai pelindung, pembela, dan penggerak utama kaum tani Indonesia.
Semoga demikian adanya.

OLEH: ENTANG SASTRAATMADJA






















