Bandung – Fusilatnews – Banjir di Jalan Waas, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul. maengakibatkan , 35 rumah atau sekitar 140 jiwa terdampak, dengan tiga rumah terendam air.. Banjir ini terjadi sebagai akibat Hujan deras yang mengguyur Kota Bandung pada Selasa (25/2/2025)
Kepala Seksi Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, John Erwin, menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh meluapnya air sungai Cijeungjing akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.
“Sebanyak 35 rumah terdampak atau 140 jiwa, dan 3 rumah tergenang,” kata John saat dihubungi pada Rabu (26/2/2025).
Mendapatkan laporan mengenai banjir, Diskar PB segera menerjunkan personel untuk mengevakuasi warga terdampak.
Tiga rumah yang terendam langsung dibersihkan dengan penyedotan air dan lumpur.
John juga mengingatkan bahwa jika hujan deras kembali turun, debit air sungai Cijeungjing bisa naik lagi dan mengancam pemukiman warga.
Sebanyak lima RW di wilayah tersebut terdampak oleh banjir kali ini
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Saat tiba di lokasi, kami menghimbau kepada warga agar berhati-hati apabila hujan terus menerus, dan segera mengungsi jika debit air sungai Cijeungjing naik,” ujar John.
Masalah Drainase
Tingginya tingkat curah hujan yang terjadi kemarin mengakibatkam beberapa ruas jalan di Kota Bandung dan sekitarnya tergenang banjir pada Selasa, 25 Februari 2025 sore kemarin.
Akibat banjir ini kemacetan panjang terjadi hingga malam hari. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang sedang mengikuti retreat kepala daerah di Magelang tetap memantau kondisi ini. Farhan menjelaskan, salah satu faktor penyebab banjir ini karena masih minimnya drainase di Kota Bandung.
“Ini menunjukkan bahwa kita punya PR besar untuk menangani masalah drainase.
Memang harus kita akui drainase kita ini hanya ada 25 persen dari panjang jalan,” katanya saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel Selasa kemarin.
Tak hanya itu, Farhan juga mengungkap jika drainase yang ada di Kota Bandung pun banyak yang tak optimal karena banyak sumbatan.
Karenanya dia menganggap wajar jika warga kota Bandung marah dengan kondisi ini.
“Wajar apabila memang sekarang warga Bandung tampak frustrasi dan marah. Untuk itu kami dari pemerintah kota Bandung menyampaikan permohonan maaf dan InsyaAllah akan kita perbaiki terus,”
tegasnya. Farhan menyampaikan, sejak hari pertama dirinya resmi menjabat sebagai wali kota Bandung pada 20 Februari lalu, dirinya sudah langsung instruksikan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) melakukan perbaikan jalan dan mencari ca

























