• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ibnu Khaldun: Montesquieu dari Timur atau Bapak Sosiologi yang Terlupakan

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
August 31, 2024
in Feature, Pendidikan
0
Ibnu Khaldun: Montesquieu dari Timur atau Bapak Sosiologi yang Terlupakan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Damai Hari Lubis – Aktifis Mujahid 212

Pendapat para filsuf Barat mungkin tidak keliru jika menyebut Ibnu Khaldun sebagai Montesquieu dari Timur. Ibnu Khaldun, yang dikenal sebagai bapak sosiologi Muslim, memang layak mendapatkan pengakuan tersebut. Namun, banyak orang yang mengira bahwa ahli sosiologi pertama adalah Auguste Comte, padahal Ibnu Khaldun sudah ada 400 tahun lebih awal sebelum Comte lahir.

Salah satu alasan mengapa Comte sering disebut sebagai bapak sosiologi adalah karena karya monumental Ibnu Khaldun, Muqaddimah, sempat hilang selama 200 tahun. Karya tersebut baru muncul kembali pada akhir abad ke-17 dan dianggap penting baik di Barat maupun Timur setelah diteliti oleh Barthélemy d’Herbelot de Molainville. Sementara Comte, yang lahir pada 19 Januari 1798 di Montpellier dan meninggal pada 5 September 1857 di Paris, dikenal sebagai filsuf, sosiolog, dan ahli matematika, sering kali mendapatkan pengakuan yang lebih besar dalam sejarah sosiologi.

Demikian pula Montesquieu, atau Charles-Louis de Secondat Baron de La Brède et de Montesquieu (18 Januari 1689 – 10 Februari 1755), yang hidup sekitar 300 tahun setelah Ibnu Khaldun. Meski demikian, para filsuf Barat sering kali menyebut Ibnu Khaldun sebagai Montesquieu dari Timur. Apakah ini mencerminkan pemahaman sejarah yang terbalik?

Ibnu Khaldun, dengan nama lengkap Waliyuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Hasan bin Jabir bin Muhammad bin Muhammad bin Abdurrahman bin Khaldun, lahir pada 1 Ramadan 732 H/27 Mei 1332 dan meninggal pada tahun 1406. Ia dikenal sebagai ulama, filsuf, dan ahli sosiologi pada abad ke-14, serta menguasai berbagai ilmu seperti kalam, fiqh, dan ekonomi. Selain itu, teori siklus yang diusungnya, yang menyatakan bahwa sebuah negara mungkin mengalami perubahan signifikan setelah 120 tahun dengan siklus yang terjadi setiap 40 tahun, menunjukkan kedalaman pemikirannya.

Para filsuf Barat modern seperti Machiavelli, Giambattista Vico, dan Auguste Comte sendiri terpengaruh oleh pemikiran Ibnu Khaldun. Meskipun mereka mengembangkan teori-teori mereka sendiri, dasar pemikiran mereka tetap berakar pada orientalisme dengan segala teori pematahannya yang cenderung negatif terhadap pemikiran Islam. Montesquieu, misalnya, mengembangkan teori trias politica-nya, sebuah model negara demokrasi dengan pembagian kekuasaan yang objektif dari sudut pandang orientalisme.

Ibnu Khaldun menyatakan bahwa kedaulatan adalah sesuatu yang alami bagi manusia dan tidak dapat ditegakkan hanya dengan kekuatan. Solidaritas sosial dan penguatan ekonomi adalah kunci untuk mempertahankan kedaulatan. Ia juga menolak teori yang menyatakan bahwa setiap manusia boleh melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya, menekankan pentingnya kepemimpinan yang menjadi teladan moral.

Selain itu, Ibnu Khaldun menyarankan bahwa untuk menjaga solidaritas negara, diperlukan lembaga seperti tentara dan polisi, serta penguatan ekonomi sebagai penopang seluruh struktur. Dalam konteks Indonesia, terdapat dinamika politik yang menunjukkan pergeseran siklus dari era revolusi mental menuju teori siklus Ibnu Khaldun. Proses ini mulai terlihat sejak 2014 dan akan mencapai puncaknya pada pelantikan presiden berikutnya.

Melalui kajian ini, kita dapat melihat bahwa teori siklus Ibnu Khaldun memberikan perspektif yang relevan terhadap dinamika politik dan sosial yang terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Sejarah dan teori sosiologi harus terus dipelajari dan dianalisis dengan cermat untuk memahami perubahan dan tantangan yang dihadapi bangsa-bangsa di dunia.

Artikel ini ditulis untuk mengungkap kebenaran teori siklus Ibnu Khaldun dan dampaknya terhadap pemahaman kita tentang sejarah dan politik. Sebagai penutup, penting untuk diingat bahwa sejarah cenderung berulang, meskipun pelakunya mungkin berbeda.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tanggapi Laporan BPS, Jokowi : Turunnya Kelas Menengah Terjadi Pada Semua Negara.

Next Post

KPK Tak Perlu Takut Panggil Jokowi Terkait Jet Pribadi Kaesang

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Birokrasi

MBG DAN PEKERJAAN BESAR TATA KELOLA NEGARA

June 15, 2026
Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?
Feature

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
Next Post
KPK Tak Perlu Takut Panggil Jokowi Terkait Jet Pribadi Kaesang

KPK Tak Perlu Takut Panggil Jokowi Terkait Jet Pribadi Kaesang

Polisi Lakukan Uji Forensik Terkait Kematian Mahasiswi PPDS Undip: Dugaan Perundungan Terungkap

Polisi Lakukan Uji Forensik Terkait Kematian Mahasiswi PPDS Undip: Dugaan Perundungan Terungkap

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026

MBG DAN PEKERJAAN BESAR TATA KELOLA NEGARA

June 15, 2026
Ironi Pahit 38 Tahun Mengabdi: Ketika Mobil Pensiunan Polisi Dicuri Rekan Sejawat di Markas Sendiri

Ironi Pahit 38 Tahun Mengabdi: Ketika Mobil Pensiunan Polisi Dicuri Rekan Sejawat di Markas Sendiri

June 15, 2026

DDII Depok Gelar Raker Perdana, Siapkan Program Dakwah 2026–2031

June 14, 2026
TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

June 14, 2026
Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026

MBG DAN PEKERJAAN BESAR TATA KELOLA NEGARA

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...