• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Ibrah dari Runtuhnya Moral Para “Penjaga Moral”

Ali Syarief by Ali Syarief
April 27, 2026
in Crime, Feature
0
Ibrah dari Runtuhnya Moral Para “Penjaga Moral”
Share on FacebookShare on Twitter

Kasus yang menjerat Syekh Ahmad Al Misry bukan sekadar perkara hukum biasa. Ia adalah cermin retak dari wajah moralitas publik kita—khususnya ketika sosok yang berdiri di mimbar agama, justru diduga mengkhianati nilai yang ia dakwahkan sendiri.

Kasus ini bukan hanya tentang pelanggaran hukum, tetapi tentang runtuhnya kepercayaan.

Penyidik telah menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka dalam dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santri, dengan korban lebih dari satu orang, bahkan termasuk yang masih di bawah umur . Lebih dari itu, dugaan perbuatan tersebut disebut berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, dari tahun 2017 hingga 2025 . Ini bukan insiden sesaat, melainkan pola yang mengkhawatirkan.

Di titik inilah, kita perlu berhenti memandang kasus ini sebagai “oknum semata.” Sebab jika terus disederhanakan demikian, kita sedang menutup mata terhadap masalah struktural: bagaimana otoritas moral bisa berubah menjadi alat dominasi, bahkan eksploitasi.

Ketika Agama Dijadikan Tameng

Salah satu hal paling mengerikan dari kasus ini adalah dugaan penggunaan agama sebagai legitimasi perilaku menyimpang. Kritik dari publik bahkan menyebut adanya “manipulasi agama untuk perilaku bejat” .

Di sinilah letak ironi terbesar: agama yang seharusnya menjadi cahaya, justru dipakai sebagai bayang-bayang untuk menyembunyikan kegelapan.

Fenomena ini bukan hal baru. Dalam banyak kasus, figur religius memiliki kekuasaan simbolik yang sangat besar—lebih dari pejabat publik biasa. Mereka dipercaya tanpa reserve, dihormati tanpa kritik, dan diikuti tanpa verifikasi. Ketika kekuasaan ini tidak diimbangi dengan akuntabilitas, maka yang lahir adalah ruang gelap yang rawan disalahgunakan.

Ibrah: Jangan Lagi Menyembah Figur

Kasus ini harus menjadi ibrah—pelajaran kolektif—bahwa tidak ada manusia yang layak diposisikan sebagai “tak tersentuh kritik,” bahkan jika ia mengenakan jubah agama.

Kita perlu menggeser cara pandang:

  • Dari kultus individu menjadi kritis terhadap otoritas
  • Dari taklid buta menjadi verifikasi rasional
  • Dari pengkultusan ustadz menjadi penguatan sistem pengawasan

Keimanan tidak boleh membuat akal kita lumpuh.

Hukuman Harus Maksimal, Tanpa Kompromi

Dalam konteks hukum, tidak boleh ada perlakuan istimewa. Justru, jika terbukti bersalah, pelaku harus dihukum lebih berat. Alasannya sederhana: ia tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengkhianati kepercayaan publik dan merusak nilai agama itu sendiri.

Seruan agar pelaku dihukum berat bahkan tanpa restorative justice sudah muncul dari kalangan legislatif . Ini penting, karena kejahatan seksual—terutama terhadap anak atau santri—bukan sekadar pelanggaran individu, tetapi kejahatan terhadap kemanusiaan.

Jika hukum lunak, maka pesan yang sampai ke publik adalah: kejahatan bisa dinegosiasikan.

Dan itu berbahaya.

Penutup: Membersihkan Mimbar dari Kepalsuan

Kasus ini seharusnya menjadi momentum untuk membersihkan ruang-ruang keagamaan dari figur-figur yang hanya menjadikan agama sebagai alat, bukan jalan hidup.

Mimbar harus kembali menjadi tempat kejujuran, bukan kepura-puraan.

Dan masyarakat harus berhenti mencari “tokoh suci”, karena kesucian bukan milik manusia—melainkan milik nilai.

Jika tidak, kita hanya akan mengulang tragedi yang sama, dengan nama yang berbeda.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

Next Post

Syarat Dosen Lebih Tinggi dari Presiden/Wapres: Paradoks yang Dibiarkan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus
Feature

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026
PBNU: SKANDAL POLITIK – DARI INFILTRASI ZIONIS HINGGA ALIRAN DANA HARAM, MARWAH NU TERGERUS
Feature

Jaga NU dari Para Penghamba Kekuasaan

April 27, 2026
Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers
Crime

Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

April 27, 2026
Next Post
Syarat Dosen Lebih Tinggi dari Presiden/Wapres: Paradoks yang Dibiarkan

Syarat Dosen Lebih Tinggi dari Presiden/Wapres: Paradoks yang Dibiarkan

Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026
PBNU: SKANDAL POLITIK – DARI INFILTRASI ZIONIS HINGGA ALIRAN DANA HARAM, MARWAH NU TERGERUS

Jaga NU dari Para Penghamba Kekuasaan

April 27, 2026
Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

April 27, 2026
Syarat Dosen Lebih Tinggi dari Presiden/Wapres: Paradoks yang Dibiarkan

Syarat Dosen Lebih Tinggi dari Presiden/Wapres: Paradoks yang Dibiarkan

April 27, 2026
Ibrah dari Runtuhnya Moral Para “Penjaga Moral”

Ibrah dari Runtuhnya Moral Para “Penjaga Moral”

April 27, 2026
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026
PBNU: SKANDAL POLITIK – DARI INFILTRASI ZIONIS HINGGA ALIRAN DANA HARAM, MARWAH NU TERGERUS

Jaga NU dari Para Penghamba Kekuasaan

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...