• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

Ali Syarief by Ali Syarief
April 27, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Erick Thohir mencoba kendaraan taktis Maung 4x4 di kompleks PT Pindad (Persero), Malang, Jawa Timur, Senin, (24/7) ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu fase dalam kekuasaan yang kerap luput dari pengamatan publik: saat kata-kata mulai menjauh dari realitas yang dihadapinya sendiri. Pada titik inilah, seorang pemimpin tidak lagi sekadar diuji oleh kebijakan, tetapi oleh konsistensi antara ucapan, keyakinan, dan tindakan. Dalam konteks ini, sorotan terhadap Presiden Prabowo menjadi relevan—terutama ketika sejumlah klaim yang ia lontarkan mulai terasa tidak sepenuhnya sejalan dengan fakta di lapangan.

Semoga saja, sekali lagi, klaim-klaim Prabowo bukanlah efek dari apa yang dalam psikologi disebut sebagai disonansi kognitif. Konsep ini diperkenalkan oleh Leon Festinger, yang menjelaskan bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk merasionalisasi ketidaksesuaian antara apa yang mereka yakini, katakan, dan lakukan. Ketika realitas tidak mendukung keyakinan, atau tindakan bertentangan dengan narasi yang dibangun, maka individu akan mencari cara—secara sadar atau tidak—untuk mengurangi ketegangan itu. Salah satunya: dengan membentuk klaim yang “terasa benar,” meskipun tidak sepenuhnya sesuai kenyataan.

Dalam politik, fenomena ini bukan hal baru. Namun, ketika terjadi pada seorang presiden, dampaknya jauh lebih luas. Publik tidak hanya menilai isi kebijakan, tetapi juga kejujuran narasi yang menyertainya. Ketika seorang pemimpin menyampaikan optimisme berlebihan di tengah indikator yang menunjukkan sebaliknya, atau mengklaim keberhasilan tanpa basis data yang kuat, maka ruang publik dipenuhi oleh ambiguitas. Di sinilah kepercayaan mulai tergerus—pelan tapi pasti.

Masalahnya bukan semata-mata apakah Prabowo benar atau keliru. Yang lebih mendasar adalah: apakah terdapat keselarasan antara apa yang ia katakan dengan apa yang benar-benar terjadi? Jika tidak, maka publik berhak bertanya—apakah ini sekadar strategi komunikasi politik, atau gejala psikologis yang lebih dalam?

Disonansi kognitif bekerja secara halus. Seorang pemimpin bisa saja meyakini bahwa dirinya berada di jalur yang benar, meskipun fakta-fakta di sekelilingnya menunjukkan arah yang berbeda. Dalam kondisi seperti ini, klaim-klaim yang muncul bukan lagi alat komunikasi, melainkan mekanisme pertahanan diri. Ia tidak lagi berbicara kepada publik, tetapi kepada dirinya sendiri—untuk menjaga konsistensi batin yang mulai retak.

Namun, negara tidak bisa dikelola dengan ilusi konsistensi. Realitas menuntut kejujuran, bahkan ketika pahit. Kepemimpinan menuntut keberanian untuk mengakui ketidaksesuaian, bukan menutupinya dengan narasi yang rapuh. Jika tidak, maka jurang antara pemerintah dan rakyat akan semakin lebar—dibangun oleh kata-kata yang kehilangan pijakan.

Di tengah situasi ini, publik perlu tetap rasional. Menguji klaim, membandingkan dengan data, dan tidak larut dalam retorika. Sebab dalam demokrasi, kebenaran tidak ditentukan oleh siapa yang berbicara, tetapi oleh sejauh mana ucapan itu berpijak pada kenyataan.

Dan bagi Prabowo, tantangannya sederhana namun berat: menjaga agar kata-katanya tetap sejalan dengan realitas. Karena ketika itu gagal, yang muncul bukan sekadar kritik—melainkan keraguan kolektif yang jauh lebih sulit dipulihkan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

Next Post

Ibrah dari Runtuhnya Moral Para “Penjaga Moral”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Halal namun Mewah ​(Perspektif Etika Publik, Kepekaan Sosial, dan Dialektika Hedonisme dalam Islam)

August 3, 2026
42.385 Pekerja Jadi Korban PHK Januari-Juni 2025, Jawa Tengah TOP
Economy

PHK Massal: Ketika Angka Ekonomi Menutupi Derita Rakyat

August 3, 2026
Feature

Lembaga Survei, Politik Aura, dan Ilusi Elektabilitas

August 2, 2026
Next Post
Ibrah dari Runtuhnya Moral Para “Penjaga Moral”

Ibrah dari Runtuhnya Moral Para “Penjaga Moral”

Syarat Dosen Lebih Tinggi dari Presiden/Wapres: Paradoks yang Dibiarkan

Syarat Dosen Lebih Tinggi dari Presiden/Wapres: Paradoks yang Dibiarkan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Halal namun Mewah ​(Perspektif Etika Publik, Kepekaan Sosial, dan Dialektika Hedonisme dalam Islam)

August 3, 2026
42.385 Pekerja Jadi Korban PHK Januari-Juni 2025, Jawa Tengah TOP

PHK Massal: Ketika Angka Ekonomi Menutupi Derita Rakyat

August 3, 2026
Pasien Keracunan MBG di Semarang Tak Ditanggung BPJS, Biaya Perawatan Dibebankan ke Dinas Kesehatan

Pasien Keracunan MBG di Semarang Tak Ditanggung BPJS, Biaya Perawatan Dibebankan ke Dinas Kesehatan

August 3, 2026
Disetujui Presiden, Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA naik

Listrik Padam Massal di Jaksel dan Tangsel Sejak Subuh, PLN Selidiki Gangguan Suplai Gardu Induk Gandul

August 3, 2026

Lembaga Survei, Politik Aura, dan Ilusi Elektabilitas

August 2, 2026
Dewan Penasehat SILU RAYA Sesalkan Pembakaran Peralatan Tambang, Minta Penegakan Hukum Humanis

Dewan Penasehat SILU RAYA Sesalkan Pembakaran Peralatan Tambang, Minta Penegakan Hukum Humanis

August 2, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal namun Mewah ​(Perspektif Etika Publik, Kepekaan Sosial, dan Dialektika Hedonisme dalam Islam)

August 3, 2026
42.385 Pekerja Jadi Korban PHK Januari-Juni 2025, Jawa Tengah TOP

PHK Massal: Ketika Angka Ekonomi Menutupi Derita Rakyat

August 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...