• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Imajinasi: Bara Tuhan yang Ditakuti Dunia

Ali Syarief by Ali Syarief
April 5, 2025
in Cross Cultural, Feature
0
Membangun Budaya Percakapan Publik yang Kritis

Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

 

“Imagination is more important than knowledge.”
— Albert Einstein

Ada bara kecil di dalam dada manusia, dan bara itu bernama imajinasi. Ia bukan sekadar kemampuan membayangkan. Ia adalah sumbu yang menyala langsung dari percikan ilahi, bagian paling murni dari penciptaan—di mana manusia bukan hanya makhluk, tapi juga pencipta. Maka tak heran jika para nabi, penyair, ilmuwan, dan pemberontak lahir dari rahim imajinasi.

Namun, dunia tidak menyukai mereka. Dunia lebih nyaman dengan pengetahuan. Karena pengetahuan bisa dihitung, dihafal, dikuasai, diuji. Ia jinak, patuh, dan mematuhi sistem. Sementara imajinasi adalah anarki suci: ia menari di atas hukum, ia menggoda yang mapan, dan ia bertanya pada yang dianggap tak boleh dipertanyakan.

Einstein tahu, bahwa logika hanya akan membawamu dari A ke B. Tapi imajinasi? Ia membawamu ke Tuhan, ke puisi, ke kemanusiaan yang belum pernah dibayangkan. Ia membawamu ke kemungkinan bahwa dunia ini tidak harus begini-begini saja. Bahwa ada cara lain untuk mencinta, memimpin, dan menjadi manusia.

Namun, lihatlah bagaimana orang-orang bodoh di zaman ini bereaksi. Mereka melihat imajinasi seperti melihat api neraka. Mereka ketakutan. Mereka ingin memadamkannya. Mereka ingin semua pikiran manusia masuk kotak: buku pelajaran, pasal hukum, tafsir tunggal, khutbah Jumat, protokol, dan standar operasional.

Karena orang bodoh takut pada yang tak bisa mereka pahami.

Karena penguasa takut pada yang tak bisa mereka kendalikan.

Karena agama pun—di tangan yang salah—tak lebih dari sangkar emas yang mengebiri sayap imajinasi manusia.

Maka ketika seorang anak bertanya, “Bagaimana bentuk Tuhan kalau Ia tersenyum?”—para penjaga dogma gelisah. Ketika seorang perempuan membayangkan cinta tanpa dominasi, dunia yang patriarkis gemetar. Ketika seorang seniman melukis surga bukan dengan warna hijau dan emas, tapi dengan sunyi dan sepi—mereka ingin membakarnya.

Kita hidup di dunia yang takut pada kemungkinan.

Kita dibesarkan dalam budaya ketakutan: takut salah, takut sesat, takut tidak sesuai, takut neraka.

Dan karena itu kita kehilangan api. Kita kehilangan nyala. Kita kehilangan keberanian untuk membayangkan.

Einstein bukan hanya sedang bicara fisika. Ia sedang menggugat seluruh cara berpikir manusia yang kehilangan keberanian untuk menjadi liar. Untuk menjadi gila. Untuk menyalakan kembali bara Tuhan di dalam dada—yang disebut para sufi sebagai “syauq,” kerinduan untuk melampaui dunia ini.

Nietzsche pernah berkata, “Dan mereka yang terlihat menari dianggap gila oleh mereka yang tidak bisa mendengar musik.” Begitu pula para pemimpi: mereka akan selalu dianggap sesat oleh dunia yang tuli terhadap suara kemungkinan.

Dan seperti Soe Hok Gie, kita harus memilih. Apakah kita ingin hidup tenang dalam kepatuhan—atau membakar diri dalam imajinasi, walau itu berarti kesepian?

Karena sesungguhnya, imajinasi adalah bentuk tertinggi dari iman. Iman bukan soal menerima yang diajarkan. Iman adalah keberanian untuk percaya pada yang belum tampak. Dan untuk itu, kita harus belajar membayangkan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kritik Adalah Nutrisi Akal, Bukan Ledakan Emosi

Next Post

Menjadi Pengusaha Sukses Luar Biasa di Indonesia: Antara Bisnis dan Kekuasaan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan
Feature

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026
Economy

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI
Birokrasi

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026
Next Post
Menjadi Pengusaha Sukses Luar Biasa di Indonesia: Antara Bisnis dan Kekuasaan

Menjadi Pengusaha Sukses Luar Biasa di Indonesia: Antara Bisnis dan Kekuasaan

Roy Suryo Kaji Langkah Hukum – Ketua KPU Tuding Roy Suryo “Tukang Fitnah”

Roy Suryo Dipenjara, Bukan Karena Meme — Tapi Karena Membongkar Ijazah Jokowi?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026

Menyoal Paradoks Regulasi di Sektor Multinasional

May 1, 2026

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...