• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menjadi Pengusaha Sukses Luar Biasa di Indonesia: Antara Bisnis dan Kekuasaan

Ali Syarief by Ali Syarief
April 5, 2025
in Feature, Tokoh
0
Menjadi Pengusaha Sukses Luar Biasa di Indonesia: Antara Bisnis dan Kekuasaan
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di Indonesia, menjadi pengusaha sukses luar biasa bukan hanya soal kerja keras, inovasi, atau keberanian mengambil risiko. Lebih dari itu, keberhasilan yang melesat—yang membuat seseorang masuk jajaran konglomerat dan pemegang proyek-proyek strategis—seringkali berkait erat dengan satu kata kunci: kekuasaan. Sistem ekonomi-politik di Indonesia menyisakan ruang yang sangat besar bagi praktik ekonomi patron-klien, di mana kedekatan dengan elite penguasa bisa membuka gerbang rezeki dan kemewahan secara eksklusif.

Nama Luhut Binsar Pandjaitan adalah potret paling terang dari persilangan antara dunia bisnis dan kekuasaan. Sebagai pejabat dengan jabatan lintas sektor—mulai dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, hingga figur sentral dalam sejumlah proyek strategis nasional—Luhut memiliki pengaruh luar biasa dalam berbagai kebijakan negara. Namun yang menarik, kiprah Luhut tidak berhenti di ranah birokrasi. Ia juga dikenal sebagai pengusaha sukses, salah satunya melalui Toba Sejahtra Group, yang bergerak di bidang energi, pertambangan, dan perkebunan.

Keterlibatan Luhut dalam proyek-proyek besar negara seperti hilirisasi nikel, pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga kerja sama strategis dengan investor asing seperti China, menempatkannya dalam posisi unik: sebagai perancang kebijakan sekaligus pelaku bisnis. Ini bukan sekadar konflik kepentingan, tapi cerminan dari sistem yang memungkinkan satu orang bisa menjadi regulator dan benefisiaris sekaligus.

Fenomena ini menunjukkan bahwa di Indonesia, peluang emas dalam berbisnis sering kali terbuka lebar bagi mereka yang berada dalam lingkar kekuasaan—baik sebagai pejabat, mantan pejabat, maupun sebagai “orang dekat” penguasa. Tak heran jika proyek-proyek prestisius negara kerap dikuasai oleh segelintir pihak yang memiliki akses eksklusif, bukan oleh pengusaha independen yang punya kapasitas dan visi jangka panjang.

Ketika Luhut tampil menjadi ikon kekuasaan dan bisnis sekaligus, pesan yang sampai ke publik sangat jelas: untuk menjadi pengusaha sukses luar biasa di negeri ini, Anda harus bermain di arena kekuasaan, atau setidaknya berteman dengan para penguasa. Inilah realitas pahit yang membuat banyak pengusaha muda dengan integritas dan ide-ide brilian merasa frustrasi, karena jalur meritokrasi sering kali dibendung oleh tembok oligarki.

Masalahnya tidak hanya pada individu, tapi pada sistem. Ketika pejabat publik bisa berbisnis tanpa batas etik yang tegas, dan ketika pengusaha bisa membeli akses kekuasaan untuk mengamankan bisnisnya, maka yang terjadi adalah pemiskinan demokrasi dan penghancuran kompetisi sehat. Bisnis menjadi alat memperkaya diri dan kroni, bukan sebagai pilar pembangunan dan pemerataan.

Namun, harapan belum sepenuhnya padam. Generasi baru pengusaha berbasis digital dan ekonomi kreatif mulai menunjukkan taring. Mereka mencoba membangun tanpa menggantungkan diri pada kekuasaan. Meski perjalanan mereka berat dan sering terhambat regulasi yang timpang, kehadiran mereka adalah sinyal bahwa perubahan mungkin terjadi—asal negara mau membersihkan dirinya dari konflik kepentingan dan memberi ruang adil untuk semua pelaku usaha.

Jika tidak, maka selamanya, cerita sukses luar biasa di dunia usaha Indonesia akan terus dikaitkan dengan satu hal: koneksi politik, bukan kompetensi bisnis.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Imajinasi: Bara Tuhan yang Ditakuti Dunia

Next Post

Roy Suryo Dipenjara, Bukan Karena Meme — Tapi Karena Membongkar Ijazah Jokowi?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan
Feature

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026
Economy

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI
Birokrasi

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026
Next Post
Roy Suryo Kaji Langkah Hukum – Ketua KPU Tuding Roy Suryo “Tukang Fitnah”

Roy Suryo Dipenjara, Bukan Karena Meme — Tapi Karena Membongkar Ijazah Jokowi?

Apa Yg Palsu: Giginya atau Ijazahnya?

Apa Yg Palsu: Giginya atau Ijazahnya?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026

Menyoal Paradoks Regulasi di Sektor Multinasional

May 1, 2026

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist