• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Indonesia Mendukung Pemimpin yang Nyata-nyata Pelaku Kejahatan

Ali Syarief by Ali Syarief
March 6, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Indonesia Mendukung Pemimpin yang Nyata-nyata Pelaku Kejahatan
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Bayangkan sebuah negara yang konstitusinya dengan penuh khidmat menuliskan kalimat indah: “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.” Kalimat itu tertulis di Pembukaan UUD 1945, bukan di kertas undangan pesta ulang tahun. Artinya serius. Sangat serius. Hampir seserius wajah pejabat ketika membaca pidato yang sebenarnya ditulis stafnya.

Namun, di dunia nyata—tempat rakyat membayar pajak dan pejabat membayar… ya, kadang hanya janji—kita menyaksikan sebuah komedi geopolitik yang agak pahit. Indonesia justru terlihat antusias mendukung seorang pemimpin dunia yang reputasinya lebih cocok untuk katalog pelanggaran kemanusiaan daripada buku kenangan perdamaian.

Kalau dunia adalah panggung sandiwara, maka kita sedang memainkan peran yang agak membingungkan: di satu sisi bicara tentang perdamaian, di sisi lain bertepuk tangan untuk tokoh yang membuat tata dunia seperti lemari pakaian anak kos—berantakan, bau, dan tidak jelas mana yang masih layak dipakai.

Lebih lucu lagi, dukungan itu tidak sekadar berupa kata-kata manis di forum internasional. Ia datang lengkap dengan manuver politik yang membuat konstitusi kita seperti tamu undangan: diundang, tapi duduknya di pojok dan tidak diajak bicara.

Padahal aturan mainnya jelas. Jika negara ingin bergabung dalam suatu organisasi atau perjanjian internasional yang strategis—termasuk yang dikenal dengan nama BoP—maka ada prosedur yang harus dilalui. DPR RI harus memberi persetujuan. Ini bukan sekadar formalitas, bukan juga seperti tanda tangan daftar hadir rapat RT yang kadang bisa diwakilkan.

Tapi apa yang terjadi? Konstitusi kita seolah diperlakukan seperti buku petunjuk penggunaan blender: dibaca sekilas, lalu dilupakan begitu saja.

Ironisnya, negara yang begitu rajin mengajarkan demokrasi kepada rakyatnya justru kadang terlihat alergi pada prosedur demokrasi itu sendiri. DPR yang seharusnya menjadi wakil rakyat dalam urusan besar negara malah sering diberi peran seperti figuran dalam sinetron: muncul sebentar, lalu hilang ketika cerita mulai penting.

Di sinilah absurditas itu mencapai puncaknya. Indonesia—negara yang sejak awal berdiri mengaku ingin menjadi penjaga perdamaian dunia—justru terlihat seperti penonton yang terlalu bersemangat mendukung petinju yang terkenal suka memukul wasit.

Lebih parah lagi, kita mendukungnya sambil melanggar aturan rumah sendiri.

Kalau ini adalah pertandingan sepak bola, maka situasinya kira-kira begini: Indonesia bukan hanya mendukung tim yang terkenal suka menyikut pemain lawan, tetapi juga bermain tanpa wasit, tanpa aturan offside, dan tanpa membaca buku peraturan FIFA.

Tentu saja rakyat yang menonton dari tribun mulai bertanya: ini pertandingan bola atau lomba bebas gaya?

Masalahnya bukan sekadar soal pilihan diplomasi. Negara boleh saja punya preferensi politik internasional. Tapi ketika preferensi itu membuat konstitusi diperlakukan seperti dekorasi dinding, maka kita tidak lagi berbicara tentang strategi luar negeri. Kita sedang berbicara tentang kelalaian terhadap prinsip negara hukum.

Dan kalau hukum sudah diperlakukan seperti karet gelang—ditarik ke sana kemari sesuai kebutuhan—maka yang tersisa hanyalah kekuasaan tanpa kendali.

Akhirnya, rakyat hanya bisa tersenyum pahit. Negeri ini pernah bermimpi menjadi pelopor perdamaian dunia. Namun dalam praktiknya, kita kadang terlihat seperti orang yang membawa spanduk “Stop Kekerasan” sambil berdiri tepat di belakang orang yang sedang memegang pentungan.

Lucu? Ya.

Menyedihkan? Juga iya.

Dan seperti semua komedi politik yang terlalu nyata, kita tertawa bukan karena bahagia—melainkan karena kalau tidak tertawa, mungkin kita akan terlalu marah.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Seribu Ton yang Mengusik Harga Diri Bangsa

Next Post

Memaknai Pertemuan Prabowo dengan Para Ulama – Antara Persatuan Bangsa, Geopolitik Dunia, dan Peran Moral Ulama

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?
Feature

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026
Next Post
Memaknai Pertemuan Prabowo dengan Para Ulama – Antara Persatuan Bangsa, Geopolitik Dunia, dan Peran Moral Ulama

Memaknai Pertemuan Prabowo dengan Para Ulama - Antara Persatuan Bangsa, Geopolitik Dunia, dan Peran Moral Ulama

Putusan MK: Pejabat Negara Jadi Capres Tak Perlu Mundur, Cukup Persetujuan Presiden

Pakar Hukum Ingatkan MA Pilih Hakim MK Pengganti Anwar Usman yang Rekam Jejaknya Bersih

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026
Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

July 27, 2026
Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

July 27, 2026

TANGGAPAN UNTUK ADHIE DAN HENDARDI: JANGAN HANYA MEMINDAHKAN PERKARA, PERBAIKI SISTEM

July 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist