• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Indonesia Raksasa Ekonomi Masa Depan, Dibayangi Ancaman Kebangkrutan Karena Salah Urus

Oleh: Sadarudin El Bakrie. Jurnalis. Pengamat Kebijakan Ekonomi Politik. Alumni Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Negeri Jember

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
April 18, 2024
in Feature
0
Menggugat Proyek Strategis Nasional di Pulau Rempang
Share on FacebookShare on Twitter

Terpilihnya Prabowo dan Gibran sebagai presiden dan wakil presiden ternyata menciptakan ketakutan pasar, hal ini ditunjukkan oleh Sejumlah investor asing yang ramai-ramai lakukan aksi jual obligasi Surat Utang Negara (SUN) karena adanya kekhawatiran perkembangan kinerja neraca transaksi berjalan Indonesia di masa depan

Indonesia jika ditinjau dari populasinya dan sumberdaya ekonominya, bisa dikatakan sebagai raksasa ekonomi masa depan.

Saat ini, Indonesia merupakan kekuatan ekonomi terbesar ketujuh di dunia dengan paritas daya beli.[1]

Jika pertumbuhan ekonomi secara konsisten solid maka para analis berpendapat Indonesia bisa menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia pada tahun 2030 dan keempat segera setelahnya.[2]

Berdasarkan nilai tukar pasar, Indonesia menempati urutan ke-16 di dunia tetapi kemungkinan akan masuk sepuluh besar pada tahun 2030.[3]

Namun ketakutan akan ketidakstabilan keuangan akibat salah urus negara, ketidakpercayaan pasar global paska pemilihan presiden yang memuncukan pasangan calon presidem /wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Gbran Rakabuning Raka disambut oleh merosotnya nilai rupiah terhadap valuta asing, khususnya dolar Amerika Serikat.

Terpilihnya Prabowo dan Gibran sebagai presiden dan wakil presiden ternyata menciptakan ketakutan pasar, hal ini ditunjkkan oleh Sejumlah investor asing yang ramai-ramai lakukan aksi jual obligasi Surat Utang Negara (SUN) karena adanya kekhawatiran perkembangan kinerja neraca transaksi berjalan Indonesia di masa depan

Akibatnya Rabu 17/4/2024, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) semakin terpuruk pada angka yang mencemaskan, Rp16.,500 per 1 USD. penurunan tentu sangat mengkhawatirkan karena melebihi 2% dalam kurun waktu yang singkat.

Namun, yang lebih membuat kekhawatiran adalah penjelasan dari Bank Indonesia (BI) yang mengkambinghitamkan serangan rudal Iran terhadap Israel dan ancaman meningkatnya eskalasi .

Padahal seperti dijelaskan dalam paragraph diatas merosotnya nilai rupiah akibat adanya ketakutan para investor asing dengan melakukan aksi jual obligasi Surat Utang Negara (SUN) sehingga mendorong meningkatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,

Jadi bukan karena ancaman meningkatnya eskalasi perang Iran – Israel seperti yang dijelaskan oleh Bank Indonesia, Karena trend merosotnya nilai rupiah terhadap dolar AS sudah terjadi sejak akhir bulan lalu bahkan jauh sebelum Israel membom konsulat Iran di Damaskus Suriah

Padahal Penyakitnya adalah Pertumbuhan ekonomi yang rendah, tekanan pada APBN akibat defisit anggaran yang semakin memburuk sebagai akibat adanya program makan siang gratis berbiaya Rp 450 triliun.

Rendahnya daya saing dibanding dengan negara ASEAN lainnya. membuat trend ekonomi nasional ini dalam jangka panjang sangat mengkhawatirkan.

Potensi kebangkrutan ekonomi nasional sudah nampak dipermukaan, ini semakin dipertegas memburuknya problem struktural. yang meliputi utang semakin membengkak, saat ini sudah mencapai Rp8.319,2 triliun per 29 Februari 2024. Jumlah ini naik dari posisi akhir Januari, senilai Rp8.253,09 triliun atau bertambah Rp66,13 triliun dalam kurun waktu satu bulan. Utang pemerintah ini setara dengan 39,06% produk domestik bruto (PDB) dan melanjutkan tren tertinggi sepanjang masa. Tingginya angka utang membuat beban pembayaran bunga dan cicilan utang ditengah menurunnya ekspor kita akan semakin berat, membuat kemampuan negara untuk membiayai pembangunan semakin memburuk.

Menurunnya pendapatan negara dari pajak dan bukan pajak menyebabkan ruang fiskal semakin menyempit yang bermuara menuju membengkaknya defisit anggaran.

Memahami mengapa pertumbuhan macet dan apa yang perlu dilakukan adalah masalah ekonomi kritis yang dihadapi Indonesia saat ini.

Lingkungan ekonomi global akan semakin sulit, ditengah kondisi likuiditas yang semakin ketat dan risiko meningkatnya proteksionisme.

Pada saat yang sama presiden Jokowi fokus pada infrastruktur, sedangkan reformasi fiskal, dan peningkatan iklim bisnis secara luas yang dibutuhkan ekonomi untuk merangsang pertumbuhan ternyata tak diimplementasikan.

Akibatnya Program Jokowi hanyalah program diatas kertas yang sama saja dengan tidak ada. Akibat selanjutnya ekonomi sebagian besar menjadi tidak responsif..

Apa yang terjadi jika Indonesia gagal bayar utang yang jatuh tempo

Hingga akhir Februari 2024, posisi utang Pemerintah Indonesia sebesar Rp8.319,2 triliun per 29 Februari 2024. atau setara 39,06% produk domestik bruto (PDB) dan melanjutkan tren tertinggi sepanjang masa.

Utang jatuh tempo pemerintah pada 2024 mencapai Rp 663 triliun, naik dari tahun 2023 yakni sebesar Rp 601 triliun melonjak dibanding utang jatuh tempo pada tahn 2022 Rp 443,8 triliun.

Yang paling menyedihkan meningkatnya pembayaran bunga dan cicilan utang tidak membuat utang kita semakin berkurang justru semakin membengkak, Artinya pemerintah melakukan galih lubang untuk menutup lubang. Tentu saja ini sangat tidak sehat bagi kondisi fiskal kita.

Masalahnya potensi kegagalan melunasi cicilan dan bunga utang masih menghantui ekonomi kita. Penyebab yang sangat mendasar yaitu struktur ekonomi yang masih berbasis industri substitusi impor dan semakin memburuknya sumbangan sektor pertanian terhadap PDB. Struktur utang kita, terutama utang corporasi juga mengkhawirkan. Utang luar negeri Indosat dan Telkom misalnya 100 persen dalam bentuk valuta asing sedangkan cash inflow-nya 100 persen dalam bentuk IDR. Tentu saja akan membebani nilai tukar IDR karena terbatasnya cadangan devisa milik Bank Indonesia.

Rendahnya lokal konten pada industri kita membuat permintaan valuta asing meningkat disaat tingkat konsumsi nasional meningkat, selanjutnya tingkat produksi meningkat, ini mendorong impor bahan baku meningkat tajam yang berujung pada meningkatnya harga valuta asing yang dibutuhkan untuk impor bahan baku. Semua ini tentu saja menguras cadangan devisa Bank Indonesia sedangkan orientasi industri ini pasar domestik bukan pasar global yang menghasilkan devisa hasil ekspor.

Meningkatnya permintaan valuta asing untuk membayar cicilan dan bunga utang corporasi nasional dan untuk kebutuhan impor bahan baku industri kita, tentu saja menciptakan ketidakseimbangan pada neraca perdagangan internasional kita, yang berujung pada tekanan neraca pembayaran internasional kita. Jika kondisi ini tak diperbaiki melalui peningkatan ekspor kita maka potensi kegagalan membayar cicilan dan bunga utang yang jatuh tempo suatu saat akan benar – benar terjadi.

Jika sampai terjadi gagal bayar cicilan dan bunga utang jatuh tempo maka situasi ekonomi akan lebih buruk dari krisis ekonomi 1998 bahkan lebih buruk dari kebangkrutan ekonomi Yunani tahun 2015. Pertumbuhan ekonomi menjadi negatif akibat melonjaknya harga kebutuhan pokok rakyat yang berujung jatunya tingkat konsumsi yang selanjutnya produksi terseret jatuh disusul oleh PHK massal disektor industri, angka pengangguran melonjak, muncul jutaan orang miskin baru yanng hidup terluntah – luntah seperti di Yunani tahun 2015.

Yunani beruntung dengan cepat pulih karena diselamtkan oleh Uni Eropa. Kalau Indonesia siapa yang menyelamatkan? IMF dan Bank Dunia lagi? Apa jaminannya? Kedaulatan kita sebagai bangsa Indonesia tergadaikan. Kalau itu terjadi semua kebijakan negara terutama kebijakan ekonomi bakal didikte oleh dua lembaga keuangan multilateral raksasa itu. Dan berdasarkan pengalaman kita, juga pengalaman negara – negara lainnya baik di Asia, Afrika dan Amerika latin termasuk pengalaman kita sendiri pada tahun 1998 justru membuat ekonomi kita semakin terpuruk dan hidup rakyat kecil semakin sengsara.

Begitulah yang terjadi jika kita sampai gagal bayar utang. Pujian – pujian lembaga ekonomi multilateral yang dipaparkan pada pada paragraph pertama diatas tak lebih dari gelumbung bui di lautan luas

==========

Referensi

[1] IMF, World Economic Outlook, April 2018 database, https://www.imf.org/external/pubs/ft/weo/2018/01/weodata/index.aspx.

[2] Pricewaterhouse Coopers, “The Long View: How Will the Global Economic Order Change by 2050?”, February 2017, https://www.pwc.com/gx/en/world-2050/assets/pwc-world-in-2050-summary-report-feb-2017.pdf.

[3] Pricewaterhouse Coopers, for instance, projects Indonesia will be ninth largest by 2030. Ibid, 12.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menuju Puncak Sidang Sengketa Hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK)

Next Post

Amicus Curiae Dari Megawati Untuk MK Cermin Situasi Politik Potensial Dalam Masalah Serius

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Amicus Curiae Dari Megawati Untuk MK Cermin Situasi Politik Potensial Dalam Masalah Serius

Amicus Curiae Dari Megawati Untuk MK Cermin Situasi Politik Potensial Dalam Masalah Serius

Lemkapi Desak Bareskrim Polri Usut Dugaan Penistaan Agama Pendeta Gilbert

Lemkapi Desak Bareskrim Polri Usut Dugaan Penistaan Agama Pendeta Gilbert

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist