• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Indonesia: Republik yang Dirampok DiSiang Hari

Ali Syarief by Ali Syarief
July 12, 2025
in Crime, Feature
0
Indonesia: Republik yang Dirampok DiSiang Hari
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Negeri ini tak sedang berdiri. Ia pincang, batuk-batuk oleh polusi kebohongan, menggigil dalam demam kekuasaan yang korup. Jika ini tubuh, maka ia tak lagi demam biasa. Ini kanker stadium akhir—dan kita adalah sel-sel yang sedang saling bertanya: masihkah ada harapan untuk sembuh?

Delapan dekade merdeka, tapi kemerdekaan rakyat masih digadai. Yang menjajah bukan datang dari seberang, melainkan dari dalam: dari kantor-kantor pemerintahan yang disulap menjadi ladang konspirasi. Dari senyum palsu para elite yang tangannya sibuk mencuri masa depan rakyat. Dari pejabat yang bukan lagi pelayan, tapi pemangsa.

Korupsi, judi online, narkoba, kekerasan, LGBT yang dijadikan komoditas politik, proyek-proyek raksasa yang menggusur rakyat kecil, dan hukum yang hanya tajam ke bawah—semuanya menciptakan lanskap suram sebuah bangsa yang kehilangan arah dan malu untuk mengakuinya.

Negeri ini telah merdeka 80 tahun, namun kita sering merasa seperti sedang dijajah oleh bangsa sendiri. Penjajahnya bukan datang dari pelabuhan, bukan dengan senapan atau armada kapal perang, tapi dari ruang rapat elite, dari meja-meja kekuasaan yang memproduksi kebijakan sewenang-wenang, dari para pejabat yang dengan wajah senyum di TV menyembunyikan rakus di balik jas mahalnya.

Korupsi bukan lagi kejadian, ia sudah jadi atmosfer. Judi online, narkotika, kekerasan, proyek serakah, dan penggusuran rakyat kecil atas nama “pembangunan nasional”—semuanya adalah noda yang terus dibiarkan menodai wajah bangsa. Goenawan Mohamad pernah menulis, “Dalam kekuasaan yang membusuk, hukum hanya berlaku sebagai rias wajah. Ia tak mencerminkan keadilan, ia cuma topeng.” Dan kini, topeng itu sudah lusuh, terbuka. Kita tahu di baliknya hanya ada kerakusan dan ketakutan.

Apa yang salah?

Jika negara adalah alat, maka siapa pemegangnya? Jika kekuasaan adalah amanat, maka kepada siapa ia dipertanggungjawabkan? Jean-Jacques Rousseau mengatakan dalam The Social Contract, “Manusia dilahirkan merdeka, tetapi di mana-mana ia dibelenggu.” Hari ini, belenggu itu bukan dari bangsa asing, tetapi dari sesama anak bangsa yang tak lagi malu merampas.

Kita tak sedang kekurangan hukum, tetapi kekurangan nurani. Kita tak sedang kehilangan Pancasila, tetapi kehilangan keberanian untuk menjadikannya hidup dalam praktik. Negara, menurut konstitusi, wajib “melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,” tapi kini rakyat kerap merasa seperti penyintas di negerinya sendiri—terusir oleh proyek, dihukum karena miskin, dibungkam karena bersuara.

Apa yang bisa dilakukan?

Barangkali, seperti dalam tubuh yang sakit, satu-satunya harapan adalah regenerasi. Tapi bukan regenerasi alami, melainkan regenerasi melalui bedah besar. Sebuah revolusi. Tapi bukan revolusi berdarah, melainkan revolusi kesadaran. Revolusi nilai.

“Pemerintah yang baik adalah yang takut kepada rakyat, bukan yang ditakuti rakyat.” Kalimat lama itu kini terasa seperti dongeng. Tapi kita tak boleh berhenti berharap. Harapan, seperti kata Goenawan lagi, bukan sekadar menunggu mukjizat, tapi tindakan untuk menjaga agar hidup masih bisa diperbaiki.

Mungkin kita tak butuh 100 pejabat bersih. Mungkin cukup 1 yang sungguh takut kepada Tuhan dan setia kepada nurani. Tapi sungguh-sungguh. Sebab, kegelapan tak perlu diusir oleh matahari. Satu lilin pun cukup untuk mulai menggerus pekat.

Penutup

Mari kita akui: negara ini sedang sakit. Tapi mari juga kita imani: tak ada penyakit yang terlalu berat bagi Tuhan Yang Maha Membolak-balikkan keadaan. Kita berdoa—bukan dalam keputusasaan, tapi dalam tekad. Doa yang hidup dalam tindakan. Doa yang tumbuh menjadi perlawanan. Perlawanan yang lahir dari cinta kepada bangsa, dan marah karena keadilan yang dikhianati.

Mungkin masih lama jalan menuju sembuh. Tapi mari kita mulai dari sekarang, dari kesadaran, dari hati yang gelisah namun tak menyerah. Sebab seperti kata seorang filsuf, “Di negeri yang rusak, orang yang jujur dianggap radikal. Tapi justru dari merekalah sejarah baru dimulai.”

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Petani: Produsen yang Dipaksa Jadi Konsumen

Next Post

Dalam Bayang Pemakzulan: Gibran Sedang Mencari Perlindungan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Next Post
Dalam Bayang Pemakzulan: Gibran Sedang Mencari Perlindungan

Dalam Bayang Pemakzulan: Gibran Sedang Mencari Perlindungan

Polda Naikkan Status Kasus Ijazah Jokowi: Dari Penyelidikan ke Penyidikan, Unsur Pidana Ditemukan

Polda Naikkan Status Kasus Ijazah Jokowi: Dari Penyelidikan ke Penyidikan, Unsur Pidana Ditemukan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist