• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dalam Bayang Pemakzulan: Gibran Sedang Mencari Perlindungan

Ali Syarief by Ali Syarief
July 12, 2025
in Feature, Politik
0
Dalam Bayang Pemakzulan: Gibran Sedang Mencari Perlindungan
Share on FacebookShare on Twitter

Politik tak selalu tentang siapa yang memegang palu, kadang lebih tentang siapa yang lebih dulu membaca arah angin.


Barangkali, yang paling mengerti kegaduhan adalah mereka yang sedang berusaha tampak tenang. Dalam dunia kekuasaan, kegaduhan bukan sekadar suara gaduh di luar pagar istana, melainkan desas-desus yang pelan-pelan berubah jadi badai—yang datang dari dalam, dari lorong-lorong yang sebelumnya hening. Dan Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden termuda dalam sejarah republik ini, tengah berdiri di pusaran itu.

Isu pemakzulan terhadapnya memang belum menjadi suara bulat, tapi kegelisahan sudah mulai menggeliat. Tak perlu membayangkan parlemen terbakar oleh amarah. Cukup membaca gestur, mendengar gumam, melihat siapa yang mulai menjauh dan siapa yang mulai bicara pelan-pelan di belakang layar. Dalam dunia kekuasaan, pemakzulan tidak dimulai dengan pasal, tapi dengan keheningan yang penuh arti.

Dan di tengah badai itu, Gibran melangkah ke Sleman. Ia tidak sendiri. Ia bersama Siti Hediati Hariyadi—Titiek Soeharto. Momen itu bukan sekadar kunjungan kerja, bukan pula blusukan biasa. Ada bahasa tubuh yang lebih nyaring daripada pidato. Ada persenyawaan simbolik yang tak bisa diabaikan. Dalam dunia politik, keakraban pun adalah pesan.

Titiek bukan siapa-siapa secara struktural dalam kekuasaan sekarang. Tapi dalam sejarah kekuasaan Indonesia, ia adalah benang yang menghubungkan dua dunia: Cendana dan Hambalang. Ia adalah masa lalu yang masih punya gema di masa kini. Dan Gibran? Ia anak masa kini yang sedang mencari pijakan dalam pusaran ketidakpastian.

Mengapa Titiek? Mengapa sekarang? Pertanyaan ini lebih tepat dijawab dengan keheningan daripada dengan analisis teknis. Karena jawaban sejatinya bukan pada fakta, tapi pada rasa: rasa bahwa kekuasaan bukan hanya tentang apa yang ditulis dalam UUD, tetapi siapa yang kau genggam saat kau mulai digoyang.

Gibran tengah mencari perlindungan politik. Tapi bukan perlindungan seperti seorang bocah mencari pangkuan. Perlindungan yang ia cari adalah legitimasi baru, jejaring baru, sandaran yang membuatnya bisa berdiri sendiri—atau setidaknya, tampak berdiri sendiri. Karena selama ini, Gibran berjalan dalam bayang ayahnya. Kini, ia mulai menanam bayang-bayangnya sendiri.

Isu pemakzulan itu bukan hanya tentang kesalahan atau pelanggaran. Tapi tentang relasi. Tentang siapa yang masih mau menoleh ketika nama Gibran disebut. Dan ketika Titiek menoleh, ketika ia tersenyum dan berjalan bersama dalam satu pesawat, satu panggung, satu narasi, maka Gibran tidak lagi sendirian. Ia sedang membentuk aliansi baru—dengan simbol, bukan struktur; dengan kenangan, bukan dokumen.

Apakah itu cukup untuk meredam isu pemakzulan? Tidak. Tapi politik tidak pernah tentang cukup atau tidak cukup. Ia tentang membentuk persepsi, memecah opini, dan menciptakan jalur evakuasi sebelum api benar-benar menyala.

Dalam politik, perlindungan bukan tembok. Ia adalah peta. Dan Gibran sedang menggambar petanya sendiri, satu gestur demi satu gestur. Mungkin ia belajar dari ayahnya yang dulu gemar blusukan. Tapi blusukan Gibran kini bukan soal rakyat kecil semata. Ini adalah blusukan ke dalam jaringan kekuasaan lama, ke relung sejarah yang masih punya gigi.

Sleman hanyalah panggung. Yang dimainkan adalah drama kekuasaan. Dan dalam drama itu, Gibran tak ingin jadi korban. Ia ingin tetap dalam sorotan lampu, meski panggung mulai goyah.

Karena pada akhirnya, politik bukan tentang bertahan di tengah badai, tapi tentang siapa yang lebih dulu tahu ke mana angin akan berhembus.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indonesia: Republik yang Dirampok DiSiang Hari

Next Post

Polda Naikkan Status Kasus Ijazah Jokowi: Dari Penyelidikan ke Penyidikan, Unsur Pidana Ditemukan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Polda Naikkan Status Kasus Ijazah Jokowi: Dari Penyelidikan ke Penyidikan, Unsur Pidana Ditemukan

Polda Naikkan Status Kasus Ijazah Jokowi: Dari Penyelidikan ke Penyidikan, Unsur Pidana Ditemukan

Badai Kriminalisasi: TPUA Siap Bertempur! Empat Aktivis Diburu karena Bongkar Dugaan Ijazah Jokowi

Ijazah Palsu yang Menyeret Akal Sehat ke Penjara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...