• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Indonesia: Rupiah Bahkan Kalah oleh Vietnam Dong – Investor Ngacir, Ada Apa dengan Negeri Ini?

Ali Syarief by Ali Syarief
June 25, 2026
in Economy, Feature
0
Indonesia: Rupiah Bahkan Kalah oleh Vietnam Dong – Investor Ngacir, Ada Apa dengan Negeri Ini?
Share on FacebookShare on Twitter

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bukan lagi sekadar berita ekonomi. Ia telah menjadi cermin dari menurunnya tingkat kepercayaan pasar terhadap kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Yang lebih mengkhawatirkan, pelemahan rupiah kini bahkan lebih buruk dibandingkan dengan sejumlah mata uang negara berkembang di Asia Tenggara, termasuk Vietnam dong dan kamboja riel.

Selama ini pemerintah dan Bank Indonesia kerap menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah disebabkan oleh faktor global: konflik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, tingginya suku bunga Amerika Serikat, hingga ketidakpastian geopolitik. Semua alasan itu memang benar. Namun persoalannya, negara-negara lain menghadapi badai global yang sama.

Mengapa justru rupiah yang mengalami tekanan lebih berat?

Jawabannya terletak pada persoalan domestik.

Pasar keuangan internasional tidak hanya melihat kondisi global. Mereka menilai apakah suatu negara masih memiliki fondasi ekonomi yang kuat dan pemerintahan yang mampu menjaga disiplin fiskal. Selama bertahun-tahun, Indonesia dikenal sebagai negara yang relatif disiplin dalam mengelola anggaran. Kebijakan fiskal Indonesia bahkan sering menjadi contoh bagi negara berkembang lainnya.

Kini citra tersebut mulai memudar.

Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 telah mencapai sekitar 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), nyaris menyentuh batas maksimal tiga persen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara. Yang lebih mengkhawatirkan, pada empat bulan pertama tahun 2026 pemerintah telah mencatat defisit sekitar Rp164 triliun, sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya APBN masih mencatat surplus sekitar Rp4,3 triliun.

Perubahan yang begitu drastis ini menjadi alarm bagi investor.

Bagi investor global, angka-angka tersebut menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah tumbuh jauh lebih cepat daripada penerimaannya. Ketika belanja negara meningkat tanpa diimbangi dengan pertumbuhan pendapatan yang memadai, muncul kekhawatiran mengenai keberlanjutan fiskal Indonesia.

Akibatnya sangat sederhana.

Investor mulai menjual obligasi pemerintah Indonesia.

Ketika obligasi dijual, investor menerima rupiah. Rupiah tersebut kemudian ditukar menjadi dolar Amerika Serikat untuk dibawa keluar dari Indonesia. Permintaan dolar melonjak, sementara permintaan terhadap rupiah menurun. Hukum pasar pun bekerja: harga dolar naik, rupiah melemah.

Fenomena inilah yang sering disebut sebagai capital outflow atau arus keluar modal.

Masalahnya tidak berhenti di sana.

Investor juga mulai mempertanyakan efektivitas berbagai program belanja pemerintah yang menyerap anggaran dalam jumlah sangat besar. Program-program seperti Makan Bergizi Gratis, pembentukan koperasi desa secara masif, pembangunan rumah bersubsidi, serta berbagai proyek populer lainnya dinilai belum menunjukkan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan produktivitas maupun penerimaan negara dalam jangka pendek.

Dalam perspektif investor, belanja negara seharusnya menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang mampu meningkatkan penerimaan pajak dan memperbaiki kesehatan fiskal. Bila belanja justru membengkak tanpa memberikan efek ekonomi yang jelas, maka risiko investasi di Indonesia otomatis meningkat.

Itulah sebabnya banyak investor internasional memilih mengurangi eksposurnya terhadap aset-aset Indonesia.

Yang ironis, pelemahan rupiah kini bahkan kalah dibandingkan dengan sejumlah mata uang negara-negara yang selama ini dianggap memiliki ekonomi lebih kecil. Hal tersebut menunjukkan bahwa persoalan Indonesia bukan semata-mata dampak gejolak global, melainkan juga masalah kepercayaan terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.

Lalu apa solusinya?

Pemerintah harus kembali pada prinsip kehati-hatian fiskal.

Belanja negara harus dievaluasi secara menyeluruh. Program-program yang belum terbukti efektif meningkatkan produktivitas nasional perlu ditinjau ulang atau bahkan dipangkas. Prioritas anggaran seharusnya diarahkan pada sektor yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi, memperkuat industri, meningkatkan investasi, dan memperluas basis penerimaan pajak.

Kepercayaan investor tidak dibangun melalui pidato optimistis, melainkan melalui angka-angka yang sehat dan kebijakan yang konsisten.

Bagi generasi muda Indonesia, kenyataan ini juga menyimpan pelajaran penting. Dunia kini semakin terbuka. Kesempatan bekerja di luar negeri dengan penghasilan dalam mata uang kuat menjadi salah satu cara untuk tetap berkontribusi kepada Indonesia. Devisa yang dikirim kembali ke tanah air melalui remitansi akan memperkuat cadangan devisa sekaligus membantu menopang nilai tukar rupiah.

Tentu saja solusi terbaik tetaplah membangun ekonomi nasional yang sehat sehingga anak-anak muda tidak merasa harus mencari masa depan di negeri orang.

Rupiah bukan sekadar angka di layar monitor bank. Nilai rupiah adalah simbol kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Ketika kepercayaan itu mulai memudar, yang dibutuhkan bukanlah mencari kambing hitam dari faktor global, melainkan keberanian untuk melakukan koreksi terhadap kebijakan ekonomi sendiri.

Karena pada akhirnya, investor tidak pernah lari dari sebuah negara tanpa alasan. Mereka pergi ketika rasa percaya telah berubah menjadi keraguan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Peserta Latsarmil Meninggal: Bukti TNI Tak Patut Terlibat Urusan Sipil

Next Post

Negara Menuju Tax Heaven Country Dengan Patriot Bond, Surga Baru Uang Haram

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Negara Menuju Tax Heaven Country Dengan Patriot Bond, Surga Baru Uang Haram

June 25, 2026
Feature

Krisis Kompas Moral: Mengapa Mahasiswa Jepang Tidak Berdemo?

June 25, 2026
Sudah Sampai di Puncak Gunung Lakon – Keluar Ijazah IR-HC Dari Jalan Pramuka
Feature

Jokowi di Titik Point of No Return: Tak Bisa Disersi

June 25, 2026
Next Post

Negara Menuju Tax Heaven Country Dengan Patriot Bond, Surga Baru Uang Haram

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama
Economy

Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

by Karyudi Sutajah Putra
June 24, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Indonesia menargetkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial perdananya tahun 2032. Rusia siap bekerja sama. Duta...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Negara Menuju Tax Heaven Country Dengan Patriot Bond, Surga Baru Uang Haram

June 25, 2026
Indonesia: Rupiah Bahkan Kalah oleh Vietnam Dong – Investor Ngacir, Ada Apa dengan Negeri Ini?

Indonesia: Rupiah Bahkan Kalah oleh Vietnam Dong – Investor Ngacir, Ada Apa dengan Negeri Ini?

June 25, 2026
Peserta Latsarmil Meninggal: Bukti TNI Tak Patut Terlibat Urusan Sipil

Peserta Latsarmil Meninggal: Bukti TNI Tak Patut Terlibat Urusan Sipil

June 25, 2026

Krisis Kompas Moral: Mengapa Mahasiswa Jepang Tidak Berdemo?

June 25, 2026
Sudah Sampai di Puncak Gunung Lakon – Keluar Ijazah IR-HC Dari Jalan Pramuka

Jokowi di Titik Point of No Return: Tak Bisa Disersi

June 25, 2026
Tak Terima Dibully, Enam Remaja Putri di Pinrang Akhirnya ‘Speak Up’ di Hadapan Penyidik

Tak Terima Dibully, Enam Remaja Putri di Pinrang Akhirnya ‘Speak Up’ di Hadapan Penyidik

June 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Negara Menuju Tax Heaven Country Dengan Patriot Bond, Surga Baru Uang Haram

June 25, 2026
Indonesia: Rupiah Bahkan Kalah oleh Vietnam Dong – Investor Ngacir, Ada Apa dengan Negeri Ini?

Indonesia: Rupiah Bahkan Kalah oleh Vietnam Dong – Investor Ngacir, Ada Apa dengan Negeri Ini?

June 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...