• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Ironi Penyerapan Gabah oleh Bulog: Kebijakan Bom Waktu?

by
April 4, 2025
in Economy, Feature
0
REBUTAN GABAH
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmaja – Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

Memasuki April, musim panen raya padi tengah berlangsung. Namun, ada kebijakan baru yang mengejutkan: untuk pertama kalinya, Perum Bulog menyerap gabah petani tanpa mempertimbangkan kadar air dan kadar hampa. Sebelumnya, Bulog selalu menetapkan persyaratan agar petani dapat menjual gabah kering panen (GKP) sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), dengan kadar air maksimal 25% dan kadar hampa maksimal 10%. Jika tidak memenuhi syarat, harga akan disesuaikan menggunakan tabel rafaksi.

Kebijakan ini mengacu pada Keputusan Badan Pangan Nasional No. 14/2025, yang membebaskan petani dari ketentuan kadar air dan kadar hampa tertentu dalam menjual gabah ke Bulog. Dengan aturan baru ini, Bulog wajib membeli gabah petani seharga Rp 6.500,- per kg, tanpa peduli kadar air atau kadar hampanya. Sebelumnya, harga ini hanya berlaku jika kadar air maksimal 25% dan kadar hampa maksimal 10%.

Dampaknya, sekalipun penyerapan Bulog hingga akhir Maret 2025 mencapai lebih dari 700 ribu ton GKP, kualitas gabah yang diserap menjadi tanda tanya besar. Banyak pengamat menilai bahwa kualitas gabah yang diserap kali ini cenderung buruk, terutama jika panen bersamaan dengan musim hujan.

Faktor yang Menyebabkan Penurunan Kualitas Gabah
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan penyerapan gabah kali ini dinilai buruk:

  1. Hama dan Penyakit – Gabah yang diserang hama atau penyakit mengalami penurunan kualitas signifikan.
  2. Cuaca Tidak Mendukung – Hujan saat panen menyebabkan gabah lebih basah dan mudah rusak.
  3. Teknologi yang Tidak Memadai – Keterbatasan teknologi dalam proses penanaman, pemanenan, dan pengolahan mengurangi mutu gabah.
  4. Kurangnya Pengawasan dan Kontrol Kualitas – Tidak ada standar seleksi yang ketat dalam penyerapan gabah.
  5. Keterlambatan Penyerapan – Penundaan dalam pembelian dapat menyebabkan gabah membusuk atau berkualitas rendah.
  6. Kurangnya Edukasi bagi Petani – Petani tidak memiliki pemahaman yang cukup mengenai cara panen dan pascapanen yang baik.
  7. Faktor Lingkungan – Tanah, air, dan iklim juga berpengaruh terhadap kualitas hasil panen.

Dampak Jangka Panjang: Ancaman bagi Stok Beras Nasional
Kebijakan ini bisa menjadi bom waktu bagi ketahanan pangan nasional. Dengan menyerap gabah tanpa seleksi kualitas, Bulog berisiko menyimpan beras berkualitas rendah yang rentan menjadi berkutu, berkecambah, berbau apek, dan berubah warna menjadi kecoklatan.

Perum Bulog akan menghadapi tantangan besar dalam menyimpan dan mengolah stok gabah ini. Proses pengolahan tambahan akan meningkatkan biaya, sementara kualitas beras yang dihasilkan tetap dipertanyakan. Jika kebijakan ini terus diterapkan, Indonesia bisa menghadapi krisis stok beras berkualitas buruk yang tidak layak konsumsi.

Solusi: Perlu Penyesuaian Kebijakan
Perum Bulog harus kembali menerapkan standar seleksi kualitas dalam menyerap gabah. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Menetapkan Kembali Standar Kualitas – Kembali mewajibkan kadar air dan kadar hampa dalam batas wajar agar stok beras tetap terjaga mutunya.
  2. Meningkatkan Edukasi Petani – Penyuluhan pertanian harus mencakup aspek pascapanen, bukan hanya peningkatan produktivitas.
  3. Menyediakan Teknologi Pengering Gabah – Pemerintah perlu memfasilitasi alat pengering berbasis teknologi sederhana agar petani bisa mengurangi kadar air gabah secara mandiri.
  4. Memperkuat Pengawasan di Lapangan – Bulog harus lebih selektif dalam menyerap gabah untuk menghindari manipulasi kualitas.

Kebijakan yang mengabaikan standar kualitas dalam penyerapan gabah harus segera dikoreksi. Jika dibiarkan, Indonesia bisa menghadapi krisis beras yang bukan hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas. Bulog harus segera berbenah sebelum kebijakan ini benar-benar menjadi bom waktu yang meledak di masa depan.

Semoga menjadi bahan pencermatan kita bersama.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kecelakaan Beruntun di Tol Pandaan-Pasuruan, Dipicu Pecah Ban, 3 Orang Þerĺuka 

Next Post

Jokowi dan Gibran Diberi Karpet Merah Kekuasaan – Walau Melanggar Konstitusi

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Jokowi dan Gibran Diberi Karpet Merah Kekuasaan - Walau Melanggar Konstitusi

Penundaan Pengangkatan CASN dan PPPK, Ribuan Peserta Gelar Aksi Unjuk Rasa di Jakarta

Pemerintah Larang Pengangkatan Honorer Baru, Wamendagri: Ikuti Kebijakan Pusat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...