• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Jokowi dan Gibran Diberi Karpet Merah Kekuasaan – Walau Melanggar Konstitusi

Jangankan Ijazah Palsu Jokowi, Anaknya Saja Nyata-nyata Melanggar UU Pemilu dan Tetap Lolos

Ali Syarief by Ali Syarief
April 4, 2025
in Crime, Feature, Politik
0
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Ketika hukum dibuat untuk ditaati oleh rakyat biasa tetapi diutak-atik demi kepentingan elite, maka di situlah letak kematian demokrasi. Kasus Gibran Rakabuming Raka yang dengan mulus melenggang menjadi calon wakil presiden pada Pilpres 2024 adalah bukti nyata bahwa aturan hanya berlaku bagi mereka yang tak punya kuasa. Sementara itu, bagi mereka yang dekat dengan kekuasaan, segala rintangan dapat disingkirkan, bahkan ketika melanggar konstitusi secara terang-terangan.

Pelanggaran Terang-terangan Terhadap UU Pemilu

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum telah dengan jelas menyatakan bahwa batas minimal usia bagi seseorang untuk mencalonkan diri sebagai presiden atau wakil presiden adalah 40 tahun. Gibran, yang lahir pada tahun 1987, jelas belum mencapai usia tersebut saat pendaftaran. Namun, apa yang terjadi? Mahkamah Konstitusi (MK), yang seharusnya menjadi benteng terakhir dalam menegakkan aturan, justru mengubah ketentuan tersebut dengan dalih bahwa kepala daerah diperbolehkan maju meski belum mencapai batas usia. Ironisnya, perubahan ini terjadi secara kilat dan terkesan dipesan khusus hanya untuk meloloskan Gibran.

Bahkan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) dalam putusannya menyatakan bahwa MK telah melakukan pelanggaran etik berat, dan sebagai konsekuensinya, Ketua MK Anwar Usman dicopot dari jabatannya. Namun, apa yang terjadi? Gibran tetap maju sebagai cawapres tanpa ada konsekuensi hukum atas putusan tersebut. Ini adalah bukti nyata bahwa hukum telah ditekuk-tekuk demi kepentingan dinasti politik.

Sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Lord Acton, “Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely.” Inilah yang terjadi di Indonesia saat ini—ketika kekuasaan terlalu terkonsentrasi pada satu keluarga, aturan pun dapat dipermainkan sesuka hati.

Jika hukum dapat diubah sesuka hati demi kepentingan segelintir orang, lalu di mana letak keadilan bagi rakyat? Apakah anak seorang presiden memang memiliki keistimewaan lebih dibandingkan rakyat biasa? Fenomena ini tidak hanya mencoreng integritas demokrasi Indonesia, tetapi juga membuktikan bahwa negeri ini sedang dikendalikan oleh oligarki politik yang menjadikan aturan sebagai alat kepentingan pribadi.

Bangsa yang Dungu dan Mudah Ditipu?

Banyak yang berkilah bahwa Gibran dipilih secara demokratis dan sah melalui pemilu. Namun, apakah pemilu yang diselenggarakan dalam kondisi aturan yang direkayasa masih bisa disebut demokratis? Publik seakan menutup mata terhadap pelanggaran yang terjadi di depan mereka. Para pendukung buta bahkan menormalisasi tindakan manipulatif ini dengan dalih “yang penting menang.”

Ketika suatu bangsa rela mengorbankan aturan hanya demi kepentingan kelompok tertentu, maka itu bukan lagi demokrasi, melainkan kleptokrasi yang dikemas dengan jargon populis. Bagaimana mungkin rakyat yang sudah melihat jelas pelanggaran hukum tetap diam dan bahkan merayakannya? Apakah kita sedang menuju era di mana kebodohan dan ketundukan pada kuasa dianggap sebagai bagian dari nasionalisme?

Sebagaimana yang dikatakan oleh filsuf George Santayana, “Those who cannot remember the past are condemned to repeat it.” Jika rakyat terus membiarkan penyimpangan hukum seperti ini terjadi, maka bukan tidak mungkin praktik-praktik serupa akan terus berulang di masa depan.

Dari Ijazah Palsu ke Dinasti Politik

Jokowi, yang sebelumnya juga diterpa isu ijazah palsu, tetap bisa berkuasa tanpa hambatan berarti. Kini, anaknya pun menikmati “keistimewaan” serupa, mendapatkan karpet merah meskipun melanggar aturan yang seharusnya menghalanginya. Semua ini menunjukkan bahwa ketika kekuasaan telah mengakar terlalu dalam, hukum bukan lagi alat keadilan, tetapi sekadar alat pembenaran.

Mungkin kita memang bangsa yang mudah ditipu. Ketika hukum diinjak-injak, kita hanya bisa mengeluh di warung kopi, di media sosial, atau dalam diskusi kecil, tanpa mampu berbuat lebih. Sementara itu, para penguasa semakin pongah, yakin bahwa mereka bisa melakukan apa saja tanpa konsekuensi. Jika begini terus, maka jangan heran bila ke depan, politik dinasti semakin merajalela, dan aturan semakin mudah dibengkokkan sesuai selera penguasa.

Apakah ini yang kita inginkan?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ironi Penyerapan Gabah oleh Bulog: Kebijakan Bom Waktu?

Next Post

Pemerintah Larang Pengangkatan Honorer Baru, Wamendagri: Ikuti Kebijakan Pusat

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post
Penundaan Pengangkatan CASN dan PPPK, Ribuan Peserta Gelar Aksi Unjuk Rasa di Jakarta

Pemerintah Larang Pengangkatan Honorer Baru, Wamendagri: Ikuti Kebijakan Pusat

Dari Luhut hingga Sri Mulyani: Apa yang Dicari di Rumah Jokowi?

Dari Luhut hingga Sri Mulyani: Apa yang Dicari di Rumah Jokowi?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist