• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Islam yang Bertumbuh di Rumah Kemanusiaan

Ali Syarief by Ali Syarief
October 19, 2025
in Feature, Spiritual, Tokoh/Figur
0
Islam yang Bertumbuh di Rumah Kemanusiaan
Share on FacebookShare on Twitter

Ada masa-masa ketika saya berhenti di tengah jalan, bukan untuk istirahat, melainkan untuk bertanya: apa sebenarnya makna beragama? Pertanyaan yang sederhana, tapi di kepala saya bergema dengan bunyi panjang dan mengguncang. Karena semakin saya berjalan di tengah kehidupan umat, semakin terasa bahwa Islam—yang saya kenal sebagai ajaran rahman~rahim—telah menyusut menjadi kumpulan hukum, dan kehilangan denyut kasih di baliknya.

Umat terbelah oleh furū‘iyah—hal-hal kecil yang mestinya hanya cabang—namun tumbuh menjadi batang yang keras dan tajam. Dari sanalah muncul klaim-klaim: “keislamanku lebih benar daripada Islammu.” Maka lahirlah sekat-sekat bernama NU, Muhammadiyah, Persis, Al-Wasliyah, dan seterusnya. Tiap sekat merasa paling dekat dengan kebenaran, walau pada akhirnya justru menjauhkan manusia dari satu sama lain.

Lebih ironis lagi, sebagian dai menukar dzikir menjadi komoditas spiritual. Ada yang menjual keajaiban, menjanjikan kekayaan lewat sedekah berjuta, bahkan mematok tarif untuk sebuah doa. Ketika dzikir menjadi transaksi, dan pahala dihitung dengan kalkulator, maka langit pun mungkin menunduk malu. Sebab rahmat yang mestinya turun dari ketulusan, kini terhalang oleh tagihan.

Namun dalam kegalauan itu, saya menemukan sepasang manusia—yang tanpa slogan, tanpa spanduk, mendakwahkan Islam yang sesungguhnya: bukan dengan kata, melainkan dengan memberi ruang bagi hidup orang lain. Bapak dan Ibu Sukrawardi. Rumah mereka berdiri lima tingkat, tapi yang meninggi bukan bangunannya, melainkan makna yang mereka bangun di dalamnya. Ruang tamu yang cukup untuk dua ratus orang, kamar-kamar yang sejuk dan terbuka bagi siapa saja, ruang-ruang makan seperti banquet hotel, namun tanpa daftar harga.

Di sana, siapa pun—tanpa memandang suku, bangsa, atau agama—boleh datang dan tinggal. Mereka menyebut setiap tamu “anak”, dan diperlakukan sebagaimana anak kandung sendiri. Tak heran bila julukan “Mama dan Papa Seribu Anak” melekat di pundak mereka. Tapi lebih dari sekadar julukan, itu semacam penegasan bahwa ajaran Islam tak berhenti di sajadah, tak berputar di bibir, melainkan hidup di tangan yang memberi dan hati yang merangkul.

Saya kira, di rumah itu Islam sedang bertumbuh kembali: bukan dalam bentuk hukum, melainkan dalam wujud kemanusiaan. Sebuah Islam yang tak menyoal bentuk jilbab seseorang, tapi memastikan kepala siapa pun dapat bernaung dari hujan. Sebuah Islam yang tidak menimbang kadar iman dari panjang jenggot, tapi dari seberapa luas kita mau berbagi tempat di meja makan.

Barangkali, itulah dakwah yang sejati: bukan seruan dari mimbar, melainkan tindakan yang menyapa diam-diam. Dan mungkin, hanya di rumah seperti milik Bapak dan Ibu Sukrawardi, saya melihat Islam tersenyum lagi—tanpa bicara, tapi memberi makna yang jauh lebih dalam dari semua khutbah di dunia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo Tak Sepatutnya Bertemu Jokowi Sebelum Ijazahnya Terbukti Asli di Pengadilan

Next Post

Patrick Hengkang, Erick Melenggang

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Patrick Hengkang, Erick Melenggang

Patrick Hengkang, Erick Melenggang

Bila Indonesia Bisa Swasembada: Negeri 275 Juta yang Menjadi Raksasa Setelah Cina

🌾 "Kesahajaan Petani: Cermin Kehidupan yang Terlupakan"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...