• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

🌾 “Kesahajaan Petani: Cermin Kehidupan yang Terlupakan”

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
October 19, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Bila Indonesia Bisa Swasembada: Negeri 275 Juta yang Menjadi Raksasa Setelah Cina
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kesahajaan diartikan sebagai sikap kesederhanaan. Kesahajaan petani adalah wujud kehidupan yang tulus dan jujur, tercermin dalam pengetahuan, sikap, dan tindakan mereka sehari-hari.

Sebagian besar petani di negeri ini adalah petani gurem dan buruh tani. Mereka hidup dengan lahan sempit—bahkan banyak yang tidak memiliki lahan sama sekali. Mereka bukan “farmers” dalam pengertian modern, melainkan “peasants”, para penggarap tanah yang hidup jauh dari gemerlap dunia. Tak ada di antara mereka yang memiliki mobil mewah sekelas Alphard atau televisi layar 75 inci di ruang tamunya.

Mereka tak datang ke pesta pernikahan dengan jas dan dasi, atau mengenakan jam tangan bernilai miliaran rupiah. Mereka tidak memerlukan semua itu. Yang ada di benak mereka hanyalah bagaimana keluarga bisa tetap makan esok hari, bagaimana anak-anak masih dapat menatap matahari pagi. Mereka tak pernah tahu apa itu korupsi bansos—apalagi ikut menikmatinya.

Mereka tak paham bahwa uang bansos yang dikorupsi sejatinya adalah hak mereka. Ketamakan pejabat telah merampas hak hidup rakyat kecil. Namun petani tetap berpikir sederhana: bagaimana esok bisa ke sawah, menengok padi yang mulai menguning.

Mereka pun tak mengerti mengapa ada anggota DPR seperti Eko Patrio dan Uya Kuya berjoget ria di Gedung Kura-Kura seusai sidang paripurna. Mereka hanya bisa mengernyit ketika mendengar anggota DPR lain, seperti Achmad Syahroni, menyebut “tolol” kepada rakyat yang menuntut pembubaran DPR.

Mereka tertegun ketika tahu uang kontrakan rumah anggota DPR mencapai Rp50 juta per bulan—belum termasuk tunjangan-tunjangan lain. Sementara hasil keringat mereka tak pernah cukup untuk menutup biaya hidup sebulan penuh. Ironisnya, kinerja para wakil rakyat itu justru belum memperlihatkan hasil yang nyata bagi kesejahteraan rakyat.

Para wakil rakyat itu lupa: berkat jerih payah petanilah seluruh bangsa ini masih bisa makan nasi. Bayangkan jika para petani mogok menggarap sawah—siapa yang akan memberi makan bangsa ini? Karena itu, sudah selayaknya petani mendapat perhatian dan penghormatan yang sungguh-sungguh dari negara.

Delapan puluh tahun setelah Indonesia merdeka, petani masih terjebak dalam kemiskinan struktural. Program dan kebijakan yang dijanjikan untuk memajukan mereka lebih sering berhenti di atas kertas. Namun di tengah nasib yang getir itu, mereka tetap bersahaja. Mereka tak banyak menuntut, apalagi menggugat.

Padahal, pemerintah seharusnya menjadikan petani sebagai prioritas pembangunan—bukan korban dari pembangunan. Petani menunggu kepastian, jaminan hidup, dan perlindungan yang nyata. Pemerintah tak boleh membiarkan mereka terus hidup dalam kesengsaraan, karena tugas utama negara adalah memajukan kesejahteraan umum.

Petani perlu bangkit. Tetapi kebangkitan itu tak akan lahir tanpa peran negara sebagai prime mover. Pemerintah harus hadir, mengawal perubahan, sekaligus memastikan adanya regenerasi. Kini, usia rata-rata petani di Indonesia di atas 50 tahun. Anak muda enggan turun ke sawah, karena menjadi petani dianggap tak menjanjikan. Siapa nanti yang akan menggantikan mereka?

Petani sejati tak tergoda kemewahan. Mereka tak akan menggadaikan idealisme demi kepuasan sesaat. Andaikan mereka menjadi wakil rakyat, mereka tak akan menjual proyek atau jabatan. Jika menjadi pembantu presiden, mereka tak akan “menyunat” hak orang miskin. Amanah akan dijaga, tanggung jawab dijalankan.

Bahkan jika menjadi penyidik KPK, petani sejati tak akan tergoda suap. Mereka akan teguh pada janji, memegang nilai kejujuran dan keadilan.

Kesahajaan petani patut dijadikan cermin kehidupan. Walau hidup miskin, mereka tidak berkhianat kepada bangsa. Dalam diri petani tertanam nilai kebersamaan, keikhlasan, dan rasa persaudaraan yang tulus. Mereka lebih memilih kesederhanaan daripada keserakahan.

Semoga kesahajaan petani menjadi pelajaran bagi para pejabat yang kini hidup jauh dari makna sederhana.

(Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Patrick Hengkang, Erick Melenggang

Next Post

Restorasi Adab dan Reorientasi Sistemik : Membaca Gagasan Prihandoyo Kuswanto dalam Kerangka Paradigma Islam Politik

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Restorasi Adab dan Reorientasi Sistemik : Membaca Gagasan Prihandoyo Kuswanto dalam Kerangka Paradigma Islam Politik

Restorasi Adab dan Reorientasi Sistemik : Membaca Gagasan Prihandoyo Kuswanto dalam Kerangka Paradigma Islam Politik

Salah Satu Akibat I Don’t Read What I Sign. Kebodohan Yang Jadi Jebakan

Salah Satu Akibat I Don't Read What I Sign. Kebodohan Yang Jadi Jebakan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...