• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Salah Satu Akibat I Don’t Read What I Sign. Kebodohan Yang Jadi Jebakan

fusilat by fusilat
October 19, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Salah Satu Akibat I Don’t Read What I Sign. Kebodohan Yang Jadi Jebakan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Malika Dwi Ana

Dalam 10 tahun Komedi Politik Indonesia, dimana keputusan besar dibuat dengan mata tertutup dan tanda tangan dibubuhkan seperti anak SD yang baru belajar menulis nama. Terkuak asal-usul proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, yang kini jadi dongeng kelam. Bermula saat Jokowi melenggang ke China untuk Forum APEC di Beijing. Bukan untuk negosiasi cerdas, tapi untuk jadi bintang tamu di panggung jebakan politik. Dengan jargon andalannya, “I don’t read what I sign…”—atau dalam bahasa Jawa yang merakyat, “ngah-ngoh”—Jokowi dengan polosnya menyerahkan pena kepada takdir. Dan siapa yang memanfaatkan momen emas ini? Tentu saja duet maut Rini Soemarno dan Luhut, dua maestro dalang yang lihai memainkan boneka presiden dengan kebodohan sebagai tali pengikatnya.

Penandatanganan perjanjian dengan China sangat kontroversial. Bayangkan, dokumen tebal yang berisi nasib proyek raksasa ditandatangani tanpa baca, seolah-olah itu sekadar formulir izin parkir. Hasilnya? Perjanjian dengan China Development Bank (CDB) senilai Rp116 triliun ditandatangani tanpa tedeng mikir, meski dokumennya setebal novel Tolstoy. Bayangkan, proyek raksasa yang menentukan nasib BUMN ditandatangani seenak jidat, seolah cuma tanda tangan buku nikah tetangga. Indonesia jadi tuan rumah pesta diplomatik yang kacau balau. Jepang, yang sudah nyaman dengan kesepakatan G to G-nya sejak era SBY, tiba-tiba ngamuk seperti samurai yang kehilangan katana. Surat dan telepon dari SBY berderap masuk, memaki Jokowi yang panik bak anak kecil ketahuan mencuri coklat. “Ini proyekku Jokowi! Jangan main rebut!” seru SBY dari kejauhan, sementara Jokowi cuma bisa gelagapan sambil konsultasi ke Jonan dan timnya.

Negosiasi berikutnya seperti pertunjukan badut di sirkus. Jonan dengan gagah berani menyatakan proyek batal, baik untuk China maupun Jepang. Bravo Jonan! Kedua negara pun marah besar, China menggeram, Jepang tambah panas. Jokowi, dengan strategi pinpinbo ala pedagang pasar, memasang syarat aneh: China harus bikin Feasibility Study (FS) dalam 3 bulan (dibandingkan 3 tahun Jepang) dan proyek tak boleh dijamin APBN. Harapannya? China mundur, Jepang menang. Tapi, yagitu salah prediksi! China malah setuju dengan skema B to B, didukung tiga bank BUMN (Mandiri, BNI, BRI) yang sedang berutang ke China Development Bank (CDB). FS Jepang? Bocor, dan China katanya hanya “copy-paste” FS Jepang. Checkmate, Jokowi!

Eskalasi pun tak terhindarkan. AS ikut campur karena Jepang adalah sekutunya, dan perang asimetris pun meletus—bukan dengan tank, tapi dengan sentimen anti-China yang membakar media sosial. Foto pekerja China di Halim disebar dengan narasi “tentara menyamar,” sementara Ahok, gubernur DKI saat itu kena getahnya, Ahok jadi penutup drama dengan Pilkada yang makin runyam. China akhirnya melakukan investigasi, menemukan “pemberi suap” 5 juta dolar AS, dan eksekusi hukuman 14 tahun penjara. Investigasi China nemuin “pemberi suap” US$5 juta (sekitar Rp75 miliar waktu itu) dan dihukum 14 tahun penjara—merujuk kasus korupsi internal di pihak China sekitar 2015-2016, pas proyek Whoosh lagi panas-panasnya. Bukan suap dari orang Indonesia, tapi pejabat China sendiri yang ketangkep tangan nyuap buat ngamanin kontrak kereta cepat ke RI—entah mark-up biaya atau tender curang. Adalah Shen Baochang, pelakunya—mantan wakil presiden China Railway Construction Corporation (CRCC), konsorsium utama China di KCIC (yang pegang 40% saham). Dia divonis 14 tahun penjara oleh pengadilan China pada 2016 atas tuduhan korupsi, termasuk kasus suap spesifik US$5 juta buat “memuluskan” proyek internasional, termasuk yang ke Indonesia. Shen ketahuan main komplotan dengan kontraktor lain, ngasih suap ke pejabat China biar kontrak besar kayak KCIC (Rp116T utang ke CDB) jatuh ke tangan CRCC. Ini bagian dari bersih-bersih Xi Jinping pasca-skandal Liu Zhijun (mantan Menteri Kereta China yang kena hukuman mati ditangguhkan karena suap ratusan juta dolar di proyek HSR domestik).

Ironisnya, di RI Nol aksi. Padahal ini sinyal merah: kalau China saja hukum internalnya sekeras itu, kok kita diem aja pas mark-up US$52 juta/km (3x lipat dari standar mereka US$17-18 juta)? Ironisnya, di Indonesia, kebencian anti-China justru makin menggila—semua gara-gara tanda tangan buta seorang presiden yang “ngah-ngoh” alias ungud. Mahfud MD sudah teriak minta KPK usut, tapi kayaknya aparat kita lagi asudahlah!

Jadi, apa pelajaran dari saga ini? Jangan tanda tangan apa pun tanpa baca. Kecuali jika memang bodoh dan ijazahmu produk pasar Pramuka. Next episode? Tunggu saja, mungkin Jokowi bakal bilang, “Aku ra mikir!” Hahaha, selamat siang Indonesia!

*Malika’s Insight, 17 Oktober 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Restorasi Adab dan Reorientasi Sistemik : Membaca Gagasan Prihandoyo Kuswanto dalam Kerangka Paradigma Islam Politik

Next Post

Dua Mantan Petinggi Polisi Bersilang Pendapat Soal Hukum Roy Suryo Cs

fusilat

fusilat

Related Posts

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi
Feature

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026
Next Post
Dua Mantan Petinggi Polisi Bersilang Pendapat Soal Hukum Roy Suryo Cs

Dua Mantan Petinggi Polisi Bersilang Pendapat Soal Hukum Roy Suryo Cs

Reuni yang Tak Menjawab Soal Ijazah Jokowi

Reuni yang Tak Menjawab Soal Ijazah Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026
Svara Mandiri Tampil di Jepang, Bawakan Angklung dalam Ajang Promosi Budaya Indonesia-Jepang

Svara Mandiri Tampil di Jepang, Bawakan Angklung dalam Ajang Promosi Budaya Indonesia-Jepang

May 15, 2026
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...