Perang Israel di Gaza yang terkepung, yang kini memasuki hari ke-218, telah menewaskan sedikitnya 34.971 orang – 70 persen di antaranya bayi, anak-anak dan wanita – dan melukai lebih dari 78.641 orang.
Gaza – TRT World – Fusilatnews Pertahanan Sipil di Gaza mengumumkan bahwa tim menemukan sembilan mayat dan beberapa korban luka, termasuk seorang anak, akibat serangan bom Israel terhadap sebuah rumah di tengah daerah kantong tersebut.
“Tim pertahanan sipil berhasil menyelamatkan 9 orang syuhada dan menyelamatkan seorang anak serta sejumlah korban luka setelah pesawat pendudukan menargetkan rumah keluarga Al-Louh di kamp pengungsi Deir al-Balah,” katanya dalam pernyataannya
Saksi mata mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa penembakan Israel menyebabkan kehancuran rumah dan menyebabkan kerusakan parah pada rumah dan properti.
Ribuan demonstran anti-perang berbaris di Madrid untuk menuntut gencatan senjata di Gaza yang dilanda perang dan pemutusan hubungan antara Spanyol dan Israel.
Menurut pihak berwenang, para pengunjuk rasa berjumlah sekitar 4.000 orang, membentangkan spanduk dan tanda-tanda yang mengecam “genosida” di Gaza dan memuji “perlawanan” rakyat Palestina.
Warga Palestina telah “berjejalan” di Gaza selatan dan “sekarang mereka kembali mengungsi dari satu tempat ke tempat lain sementara tidak ada lagi tempat yang aman”, kata Jaldia Abubakra, 57 tahun, merujuk pada perintah evakuasi Israel di kota Rafah.
Gencatan senjata di Gaza ‘besok’ jika Hamas membebaskan sandera: Biden
Presiden AS Joe Biden mengatakan gencatan senjata dalam perang Israel di Gaza mungkin terjadi “besok” jika Hamas membebaskan sanderanya.
“Akan ada gencatan senjata besok jika Hamas membebaskan para sandera,” kata Biden pada acara penggalangan dana di luar Seattle, di rumah mantan eksekutif Microsoft, setelah menghindari topik tersebut pada tiga acara serupa pada hari Jumat.
Mesir menyuarakan keprihatinan atas pendudukan penyeberangan Rafah oleh Israel
Mesir pada hari Sabtu menyuarakan keprihatinan atas pendudukan tentara Israel di penyeberangan Rafah, dan memperingatkan “semua pihak terkait” bahwa Israel bertanggung jawab atas memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza, sebuah media Mesir melaporkan.
Di tengah eskalasi militer Israel dan meluasnya pengungsian di wilayah tersebut, Mesir “memperingatkan Israel akan dampak dari kendali mereka yang terus berlanjut atas penyeberangan Rafah dan menganggap Israel bertanggung jawab penuh atas memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza,” kata Al Qahera News, mengutip pernyataan tingkat tinggi. .
Tentara Israel mengklaim bahwa mereka mencegat satu dari empat roket yang diluncurkan dari Rafah di Gaza selatan menuju pemukiman ilegal Kerem Shalom, dekat kota Rafah, sementara tiga lainnya jatuh di area terbuka.
“Setelah sirene yang diaktifkan di kawasan Kerem Shalom beberapa waktu lalu, terdeteksi 4 peluncuran roket dari Rafah,” kata tentara di X.
Tentara menambahkan, “Pesawat tempur (sistem) pertahanan udara berhasil mencegat satu roket, dan sisanya jatuh di area terbuka, tanpa ada korban luka yang dilaporkan.”
Belum ada faksi Palestina yang mengaku bertanggung jawab atas peluncuran roket tersebut
Penyiar nasional Belgia kembali menginterupsi Kontes Lagu Eurovision 2024 untuk mengutuk pelanggaran hak asasi manusia dan kebebasan pers yang dilakukan Israel, serta menyerukan gencatan senjata di Gaza.
Televisi VRT Belgia menginterupsi kontes Eurovision di Malmo, Swedia, untuk memprotes serangan Israel di Gaza.
“Kami mengutuk pelanggaran hak asasi manusia,” katanya di X.
Sumber : TRT World
























