• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jalur Cengkeh Ternate – Zanzibar

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
May 13, 2023
in Feature
0
Pesona Keajaiban Surat Wasiat Semar

Jaya Suprana (kompas)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Jakarta – Fakta sejarah membuktikan bahwa pada 1978 seorang warga Indonesia yang kemudian menjadi Wakil Ketua MPR, Menko Ekuin dan Kepala Bapenas, bernama Kwik Kian Gie sempat diangkat menjadi Komisaris Persereoan Terbatas Cengkeh Zanzibar.

Fakta sejarah tersebut merupakan indikasi hubungan historis antara Indonesia dengan Zanzibar terkait jalur perdagangan khususnya apa yang disebut sebagai Jalur Cengkeh sebagai bagian utama dari apa yang disebut sebagai Jalur Rempah.

Cengkeh sempat tersohor sampai ke seluruh dunia pada Zaman Ekplorasi sebagai ramuan makanan dan obat yang menjadi perebutan negara-negara kolonialis dari Eropa.

Pohon tertua cengkeh yang kini masih hidup berada di Ternate usianya sekitar 350 tahun sampai dengan 400 tahun. Selama berabad-abad Ternate dan Tidore memang berperan sebagai pulau utama di mana tanaman cengkeh tumbuh subur di planet bumi.

Para saudagar maritim Arab memperkenalkan cengkeh melalui Jalur Rempah ke Timur Tengah, Eropa dan China. Seorang Raja dinasti Han pada abad ke 3 sebelum Masehi gemar mengunyah daun cengkeh untuk memperharum bau mulut, maka menjaga rahasia di mana cengkeh bisa diperoleh.

Rahasia itu kemudian terbongkar setelah pada abad ke-16 angkatan Laut Portugis dan Spanyol berlayar merambah masuk ke kawasan kepulauan Maluku. Kemudian pada 1652, tiba giliran VOC sebagai perusahaan multinasional pertama di dunia menyingkirkan Portugis dan Spanyol dari persada Nusantara.

Kemudian saking bernafsunya, VOC melakukan kebijakan melangkakan cengkeh demi meningkatkan harga cengkeh seperti yang dilakukan OPEC pada abad XX terhadap minyak bumi. Segenap pohon cengkeh yang berada di luar kekuasaan VOC dibakar habis, sementara setiap warga yang tertangkap menanam, memiliki atau mencuri cengkeh dihukum mati.

Bahkan demi bisa menguasai Ternate dan Tidore, VOC tega menyewa serdadu bayaran dari Jepang untuk membantai para lelaki di kedua pulau cengkeh tersebut.

Namun monopoli Belanda atas cengkeh tidak bertahan lama sebab pada 1770, seorang warga Perancis bernama Poivre mencuri bibit pohon cengkeh untuk diselundupkan ke Seychelles kemudian ke kepulauan Zansibar yang kini membanggakan diri sebagai produser terbesar cengkeh dunia. Zanzibar bahkan mengekspor cengkeh ke Indonesia untuk diolah menjadi warisan kebudayaan Indonesia bagi dunia, yaitu rokok kretek.

Pada 1698, kolonialis Portugis ditendang keluar dari Zanzibar oleh kesultanan Oman. Perdagangan rempah mulai fokus ke cengkeh, perkebunan cengkeh dibudidayakan ke seluruh pelosok kepulauan Zanzibar dengan menggunakan tenaga kerja murah, yaitu kaum pribumi Afrika yang diperbudak untuk kerja paksa.

Pada 1840, Sultan Oman, Seyyid Saud memindah ibu kota kesultanan Oman ke Zanzibar. Sejak Zanzibar menggabungkan diri dengan Tanganyika untuk mendirikan Republik Tanzania di mana Zanzibar menjadi daerah otonom, perdagangan dunia terhadap cengkeh Zanzibar terus pesat berkembang hingga kini cengkeh menjadi komoditas perkebunan serta ekspor utama Zanzibar sebagai produsen cengkeh terbesar di planet bumi masa kini.

Dikutip dari Kompas.com, Jumat 12 Mei 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Iluni UI Tak Mau Dukung Ganjar, Sekelompok Alumni Bikin Forum Alumni UI Untuk Dukung Ganjar, Alumni UNPAD Tolak Dukung Ganjar

Next Post

LockBit Ransomware, Klaim Retas Jutaan Data BSI. Tenggat Waktu 72 Jam Bagi BSI Untuk Negosiasi

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
LockBit Ransomware, Klaim Retas Jutaan Data BSI. Tenggat Waktu 72 Jam Bagi BSI Untuk Negosiasi

LockBit Ransomware, Klaim Retas Jutaan Data BSI. Tenggat Waktu 72 Jam Bagi BSI Untuk Negosiasi

Indonesia Negeri Para Bedebah

Beringin Bonsai

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist