Seorang pejabat senior China pada hari Sabtu memperingatkan orang-orang untuk menghindari kontak fisik dengan orang asing untuk mencegah infeksi cacar monyet. Wu Zunyou, kepala ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengeluarkan peringatan ketika China melaporkan kasus cacar monyet unttuk yang pertama kalinya.
“Untuk mencegah kemungkinan infeksi cacar monyet dan sebagai bagian dari gaya hidup sehat kita, disarankan agar 1) Anda tidak melakukan kontak kulit langsung dengan orang asing,” katanya dalam sebuah pernyataan yang diposting di halaman Weibo resminya.
Dia meminta orang-orang untuk juga menghindari “kontak kulit-ke-kulit” dengan orang-orang yang telah berada di luar negeri dalam tiga minggu terakhir. “Perlu dan sangat penting untuk memperkuat pengawasan dan pencegahan epidemi cacar monyet di tingkat sosial,” tulisnya.
Postingannya tidak diapresiasi oleh pengguna media sosial, dengan banyak yang mengklaim bahwa itu hampir seperti diskriminasi yang dihadapi orang Asia di negara lain.
“Ini seperti ketika pandemi dimulai, ketika beberapa orang di luar negeri menghindari orang China yang mereka lihat karena takut,” tulis seorang pengguna Weibo. Sementara bagian komentar di bawah posting awal Wu dinonaktifkan.
Kasus cacar monyet pertama di China tercatat di kota barat daya Chongqing. Infeksi ditemukan pada seseorang yang baru saja kembali dari luar negeri. Orang tersebut dikarantina segera setelah tiba, dan semua yang melakukan kontak dengannya diisolasi, menurut laporan di The Guardian.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat karena kasusnya kini telah dilaporkan di sekitar 90 negara. Lebih dari 60.000 kasus infeksi cacar monyet telah dilaporkan dari seluruh dunia sejauh ini.
Negara-negara seperti AS, Inggris, Meksiko, Argentina, Australia, UEA, Spanyol, Portugal, Prancis, Jerman, Italia, India, dan Swedia telah melaporkan infeksi cacar monyet.
Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) telah mendesak orang untuk mewaspadai ruam atau lesi yang tidak biasa dan untuk menghubungi layanan kesehatan jika mereka melihat sesuatu.
Monkeypox adalah penyakit menular yang biasanya ringan dan umumnya ditemukan di negara-negara seperti Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, dan Nigeria. Ini menyebar melalui kontak dekat dan tidak menular seperti COVID-19.
Virus ini dapat menyebar melalui kontak fisik yang dekat dengan seseorang yang memiliki gejala. Pakaian, tempat tidur, dan handuk yang telah terkontaminasi virus dari kontak dengan orang yang terinfeksi juga dapat menularkan virus.
Paling mudah menyebar selama kontak intim, termasuk ciuman, sentuhan, atau seks oral dan penetrasi dengan seseorang. Menurut WHO, ruam cacar monyet dapat menyerupai beberapa penyakit menular seksual, termasuk herpes dan sifilis.


























