• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

JEBAKAN KEJAHATAN “KERAH PUTIH”

by
August 24, 2024
in Crime, Feature
0
JEBAKAN KEJAHATAN “KERAH PUTIH”
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Pekerja kerah putih sering ditemukan di lingkungan kantor. Sesuai namanya, mereka umumnya adalah pekerja berjas dan berdasi yang mengenakan kemeja berkerah putih atau kemeja yang dirancang khusus. Pekerjaan mereka mungkin melibatkan bekerja di meja dalam lingkungan klerikal, administratif, manajerial, atau eksekutif. Lalu, apa yang dimaksud dengan kejahatan kerah putih ? Ini yang menarik kita dalami.

Kejahatan Kerah Putih (White Collar Crime) pertama kali diungkapkan oleh Edwin H. Sutherland (1939). Kejahatan kerah putih, didefinisikan sebagai perbuatan yang dilakukan oleh orang yang memiliki status sosial-ekonomi tinggi serta melakukan kejahatan tersebut dalam kaitan dengan pekerjaannya.

Di sisi lain ada juga yang menyebut kejahatan kerah putih adalah serangkaian kejahatan yang dilakukan oleh para profesional yang berkecimpung dalam bisnis atau pemerintahan. Istilah ini merujuk pada kejahatan yang melibatkan penipuan, penyembunyian, atau penyalahgunaan kepercayaan, alih-alih penggunaan atau ancaman kekerasan fisik.

Atas gambaran demikian, dapat disimpulkan, kejahatan kerah putih adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan jenis kejahatan ekonomi atau keuangan yang dilakukan oleh individu yang berada di dalam suatu organisasi, perusahaan, atau lembaga dengan posisi yang tinggi atau memiliki wewenang dalam pengambilan keputusan.

Jo Ann Miller, seorang kriminolog dari Purdue University merinci pengkategorian white collar crime menjadi 4 (empat) jenis, yaitu:

1. Organizational Occupational crime (Kejahatan yang dilakukan oleh organisasi atau perusahaan).
2. Government Occupational Crime (Kejahatan yang dilakukan oleh pemerintah atau atas nama pemerintah).
3. Professional Occupational crime (Kejahatan yang berkenaan dengan profesi).
4. Individual Occupational Crime (Kejahatan yang dilakukan secara individu).

Di negara kita, yang namanya kejahatan kerah putih sudah menjadi berita biasa yang sering didengar, dilihat, dan dialami. Kejahatan kerah putih di negara yang tidak pernah jera merampas uang rakyat, menindas, dan mendurhakai rakyat diglorifikasi (melebih-lebihkan sesuatu agar tampak hebat, mulia, dan sempurna) dengan lemahnya tampilan penegak hukum di Tanah Air.

Lantas, bagaimana dengan kejadian di Kementerian Pertanian (Kementan) yang membuat mantan Menteri, mantan Sekjen dan mantan Direktur nya berujung di Hotel Prodeo ? Ini yang memilukan. Dengan diganjarnya mantan Menteri Pertanian selama 10 tahun penjara, lalu mantan Sekjen dan mantan Direktur selama 4 tahun penjara menunjukkan para pejabat Kementan diatas, terbukti melakukan kejahatan kerah putih.

Kelakuan ketiga mantan pejabat Kementan diatas, betul-betul sangat menciderai hati masyarakat, khususnya kaum tani yang ada di Tanah Merdeka. Anggaran yang seharusnya digunakan untuk mempercepat kesejahteraan petani, malah di korup dan digunakan untuk kepentingan pribadi dan keluarga. Sebagai pejabat negara yang telah makan asam garam, ketiga sosok ini, mestinya tampil sebagai pejabat yang pantas untuk diteladani.

Lebih gawat lagi tersiar kabar adanya proses jusl beli jabatan dengan berbagai modus. Hal ini tentu saja cukup mengganggu bagi para pegawai yang jujur dan taat asas serta menghormati sumpah jabatan yang diikralkan. Dirinya, dijamin tidak akan menjual harga diri dengan membeli jabatan. Akibat wajar, dirinya tidak bakal naik jabatan.

Apa yang telah berlangsung di Kementerian Pertanian, terutama yang terkait dengan jual beli jabatan, bukanlah hal baru terjadi dalam birokrasi pemerintahan. Sebelumnya ramai diberitakan ada seorang Bupati yang memasang tarif tertentu, jika seorang pegawai ingin menjadi Kepala Dinas. Perilaku Kepala Daerah seperti ini benar-benar memalukan, karena sangat bertentangan dengan aturan yang ada.

Untung saja kelakuannya itu cepat terendus oleh Aparat Penegak Hukum, sehingga perilaku buruknya itu diganjar beberapa tahun hukuman penjara. Modus jual beli jabatan dalam birokrasi Pemerintahan, bisa saja berlangsung sudah sejak lama. Ada yang “silent” namun ada juga yang vulgar. Ada yang mujur tspi ada pula yang apes. Yang jelas, jual beli jabatan termasuk jenis korupsi yang terkesan “jeruk makan jeruk”.

Di Kementerian Pertanian sendiri, kelihatannya proses jual beli jabatan eselon 1 dan 2, berjalan cukup rapi. Gambaran jual beli jabatan hampir tidak diketahui oleh publik. Boleh jadi, hanya para pelaku saja yang tahu dan merasakannya. Atau, terlalu dungu jika ada pelaku yang mengumumkan kenaikan jabatan menjadi Direktur di salah satu Direktorat Jendral Kementerian Pertanian itu, diperoleh dengan cara membelinya sekian puluh juta rupiah.

Jebakan kejahatan kerah putih di Kementerian Pertanian, benar-benar merupakan pelajaran cukup berharga bagi perjalanan pembangunan birokrasi pemerintahan di negeri ini. Di tengah gencarnya semangat pemberantasan korupsi dan sejenisnya, ternyata para petinggi di Kementan malah memperlihatkan kiprah yang sangat memalukan. Kesan “korupsi dibenci namun direstui” pun terkesan semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan ikutannya adalah apakah di Kementerian lain tidak terjadi modus penyalahgunaan kekuasaan dan kewenangan seperti di Kementerian Pertanian ? Jawabannya pasti tidak ! Apakah arti tidaknya itu memang di Kementerian lain relatif bersih dan betul-betul sudah terbebas dari virus korupsi ? Atau, arti tidaknya itu, karena memang belum ada yang ditemukan oleh Aparat Penegak Hukum.

Semoga musibah yang menimpa mantan Menteri Pertanian, mantan Sekjen dan mantan Direktur di Kementerian Pertanian akan dijadikan pembelajaran bagi segenap pejabat negara yang ada di negeri ini, sehingga dapat terbebaskan dari perilaku yang tercela. Ayo kita jelang dunia birokrasi pemerintahan yang amanah dan jauh dari perbuatan terhina.

(PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kegagalan Kaesang: Potret Jokowi Pasca Lengser Menghantui Bayang-Bayang Ketakutan

Next Post

Konspirasi Eksekutif dan Legislatif: Cawe-Cawe Jokowi untuk Dinasti?

Related Posts

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang
Feature

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026
Feature

KERUNTUHAN DEMOKRASI?

April 26, 2026
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Next Post
ICW Sebut Jokowi Tutupi Kebobrokan Pemerintah

Konspirasi Eksekutif dan Legislatif: Cawe-Cawe Jokowi untuk Dinasti?

Bukan Hal Baru, PB NU Pimpinan Yahya Staquf Temui Pemimpin Israel, Rais Syuriyah PBNU Kecam Pertemuan Elite Muda NU – Presiden Israel. Lukai Umat Islam? atau “Test The Water?”

Jaksa ICC Berwenang Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Pemimpin Israel terkait Gaza

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026
China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026

KERUNTUHAN DEMOKRASI?

April 26, 2026
𝐒𝐀𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐓𝐀𝐊𝐀𝐍: 𝟏𝟒𝟑 (𝐈 𝐍𝐄𝐄𝐃 𝐘𝐎𝐔) 𝐏𝐎𝐋𝐈𝐒𝐈

𝐒𝐀𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐓𝐀𝐊𝐀𝐍: 𝟏𝟒𝟑 (𝐈 𝐍𝐄𝐄𝐃 𝐘𝐎𝐔) 𝐏𝐎𝐋𝐈𝐒𝐈

April 26, 2026
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026
China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...