TOKYO, Jepang akan terlibat dalam pencarian fakta mengenai gangguan pembangunan di negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina dan Vietnam untuk meningkatkan kerja sama dalam mengatasi masalah ini, kata sumber yang mengetahui rencana tersebut.
Jepang dan anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara diperkirakan akan memasukkan inisiatif tersebut dalam pernyataan bersama yang akan dikeluarkan setelah pertemuan puncak mereka di Tokyo pada hari Minggu, kata sumber tersebut.
Gangguan perkembangan, yang banyak ditemukan pada anak-anak, antara lain meliputi gangguan spektrum, gangguan defisit perhatian/hiperaktif, gangguan belajar, dan disabilitas intelektual.
Sumber tersebut mengatakan sebuah organisasi internasional telah menyusun buku panduan berdasarkan penelitian di negara-negara Asia Tenggara sejak tahun 2021 mengenai hal-hal seperti keadaan hidup orang yang didiagnosis dengan gangguan perkembangan dan keluarganya serta tindakan yang diambil oleh otoritas kesehatan.
Penelitian ini menemukan bahwa wilayah non-perkotaan memiliki lebih sedikit upaya untuk mengatasi gangguan perkembangan dibandingkan dengan wilayah non-perkotaan karena gangguan tersebut tidak diketahui secara luas.
Jepang dan ASEAN akan meluncurkan inisiatif bersama yang akan melakukan pencarian fakta serupa dan melatih guru dan personel lainnya untuk bekerja dengan mereka yang memiliki gangguan perkembangan, kata sumber tersebut.
Inisiatif ini akan membantu meningkatkan pertukaran antara keluarga penderita gangguan tersebut dan pejabat terkait dari kalangan akademis dan bisnis, tambah sumber tersebut.
© KYODO


























