Oleh M Yamin Nasution- Pemerhati Hukum
Lagi dan lagi Petinggi Partai binaan tersembunyi Jokowi melalui Grace Natalie menyemburkan berita HOAX dan fitnah melalui udara di alam Indonesia yang ber-paradigma Agamis.
Tudingan penolakan Debat Cawapres di tiadakan lahir dari TIM AMIN, fakta sebaliknya, melalui konfirmasi di KOMPAS TV masyarakat dapat melihat sejatinya yang menginginkan tidak adanya Debat Cawapres Adalah tim yang di dukung secara miring oleh Jokowi.
Di angkatnya anak Jokowi sebagai ketua Partai PSI secara miskin dalam tata ilmu politik partai, telah mengkonformasi bahwa PSI Adalah sebuah perternakan hewan politik untuk memproduksi ujaran kebencian dan berita bohong yang di pelihara oleh Jokowi.
PSI telah berkali-kali melemparkan isu-isu yang bertentangan dengan kebiasaan di dalam masyarakat Indonesia, seperti; dukungan LBGT, pernyataan HOAX, intoleransi, dan radikaslime. Dan isu-isu diatas tak lebih sebagai bentuk pecah belah semata.
Baru-baru ini, seperti yang di beberkan oleh Mantan Mentri Agama Jendral (Purn) Fachru Razi bahwa pembubaran FPI murni keinginan Jokowi.
Jokowi pada dasarnya telah menjadikan Islam sebagai objek dalam menambah hutang Negara dan mempertahankan kekuasaan yang kotor dan penuh darah.
*Jauh sebelum pernyataan terbuka Mantan Mentri Agama Jendral (Purn) Fachru Razi di Metro TV, pada tanggal 8-9 Agustus 2022 Assistant Secretary for Terrorist Financing and Financial Crimes Elizabeth Rosenberg berkunjung ke Indonesia untuk rapat dan menyampaikan pada Mentri Kuangan Sri Mulyani dan Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan (LBP) bahwa dalam penangan isu kriminal dan radikaslime sedang membutuhkan kuangan, sehingga membutuhkan dana penangan tersebut, dan Indonesia di minta untuk mengajukan pinjaman hutang Internasional (US TREASURY DEPARTMENT).*
Kurang dari sebulan, dengan Alasan yang sama seperti yang disebutkan oleh Elizabeth Rosenberg, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengajukan pinjaman utang luar negeri sebesar Rp2,328 Triliun (Sindo News. 31 Agustus 2022)
Dari Keterangan diatas dapat dilihat bahwa, isu-isu intoleransi, radikaslime, hoax, bahkan isu terorisme diduga Adalah peternakan Jokowi, sehingga masyarakat saling membenci, saling hardik, saling hina, dan hal ini tentunya demi ke langgengan kekuasaan Jokowi dan menambah beban hutang Negara yang akan di bayar oleh setiap rakyat.
Hal ini juga mengkonformasi bahwa Jokowi dan kelompoknya Adalah anti Islam yang hingga kini terus menyebabkan kematian bagi ummat Islam termasuk di daerah minahasa.
Tangan Jokowi yang penuh darah, harus segera di sadari oleh setiap warga Negara khususnya Islam, dan Jokowi harus di mintai pertanggung jawabannya paska kejatuhannya di 2024.


























