Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Blora Jawa Tengah untuk membagikan sertifikat tanah, diteriaki petani yang mengeluh dengan kelangkaan pupuk dan mahalnya harga pupuk
Blora – Fusilatnews – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diteriaki sejumlah petani soal pupuk mahal dan langka, saat pembagian sertifikat tanah di Blora.
Jokowi sempat menghentikan kegiatannya untuk mendengar keluhan petani. Karena sejumlah petani terus berteriak saat Jokowi sedang bicara.
“Pripun (bagaimana)?” kata Jokowi meminta petani menjelaskan keluhannya di Blora, Jumat (10/3).
Kemudian, petani berebut berbicara. Mereka berteriak mengeluhkan pupuk mahal dan langka ke Jokowi.
Sudah tahu. Selalu keluhannya pupuk selain mahal, barangnya ora ono (tidak ada),” ucap Jokowi.
Dia berkata keluhan yang sama telah ia dengar dari petani di berbagai daerah. Jokowi menjelaskan Indonesia memang sedang kekurangan pasokan pupuk.
Indonesia, ucapnya, butuh pupuk hingga 13 juta ton. Padahal, produksi di dalam negeri hanya mampu menghasilkan 3,5 juta ton pupuk.
Impor pupuk telah dilakukan, tetapi jumlahnya baru berkisar di angka 6,3 juta ton. Pemerintah sedang mengupayakan ketersediaan pupuk. Salah satunya dengan membangkitkan kembali PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Aceh.
“Problemnya kita banyak impor bahan dan pupuk dari Rusia dan Ukraina, lagi perang. Yang kekurangan pupuk bukan hanya Indonesia. Negara lain yang tidak punya pabrik pupuk apalagi, enggak dapat apa-apa,” ujar Jokowi
Setiap tahun khususnya pada musim tanam masalah kelangkaan dan mahalnya harga pupuk terutama bersubsidi selalu menerpa petani. Dan tak pernah ada solusi yang konkrit.
Sedihnya ketika petani mengeluh kepada Presiden, Presiden selalu menceramai petani dengan angka – angka statistik tentang kebutuhan pupuk nasional, produksi pupuk nasional dan lain- lainnya.

























