Apalgi memberi ilustrasi dengan memilih Pilot yang menawarkan safety atau fasiltas?Keduanya tidak mungkin dilakukan oleh Pilot yang lisensinya asli.
Issue yang sedang menghangat saat ini di Negeri Paman Sam adalah, Biden akan berusia 82 tahun pada Januari 2025; Trump akan berusia 78 tahun, saat mereka akan saling berhadapan lagi untuk pemilihan presiden yang baru.
Sambil bercanda Presiden Joe Biden mengatakan bahwa sulit untuk mengakui, bahwa dia akan berusia 80 tahun, tetapi Ia mengatakan secara fisik dan mental mampu menjalani masa jabatan kedua yang potensial di Gedung Putih.
Biden mengatakan orang harus menilai sendiri apakah dia siap untuk tugas itu, karena jajak pendapat menunjukkan bahwa pemilih lebih suka tidak melihat pertandingan ulang dengan Donald Trump, Partai Republik yang digulingkan oleh Biden pada tahun 2020
Hampir mustahil, dan tidak dapat terbayangkan, bila Biden memberi nasihat kepada Trump, bagaimana mempersiapkan sosok Presiden Amerika yang akan datang!. Seperti bagaimana Jokowi, PDIP, memberi arahan kepada Golkar, siapa sosok presiden RI yang akan datang dari usulan Partai Golkar.
Suatu keniscayaan, bahwa PDIP dan Golkar pun diantara partai-partai lainnya, baik pada Pemilu ataupun Pilpres (bila tidak berkoalisi) adalah pesaing yang saling berlomba dan ingin saling menjatuhkan satu sama lain. Begitu hukum alaminya.
System politik di Indonesia saat ini, menjadi unik dan rancu. Bagaimana mungkin saat Pilpres saling jatuh menjatukhan, saling caci maki program, sementara usai Pilpres, musuh yang kalah bergabung dengan lawan yang menang? Bukankah yang tersisa adalah rakyat konstituen yang bertikai!.
Pada sisi lain, Jon Simons. dalam bukunya The Power of Political Images (2006), menganggap bahwa politik demokratis modern adalah politik pencitraan, di mana persoalan penampilan lebih dari substansi, dan kepribadian lebih penting daripada kebijakan.
Kehadiran Jokowi di Ultah Golkar, dalam kapasitas apa? Bila ia hadir sebagai Presiden, yang di klaim sebagai Petugas Partai PDIP, maka arahan beliau menjadi intervensi kepada Partai Golkar, Sedangkan bila hadir sebagai Kepala Negara, Ia harus mensosialisikan amanat konstitusi. Tidak berbicara issue politik praktis. Apalgi memberi ilustrasi dengan memilih Pilot yang menawarkan safety atau fasiltas? Keduanya tidak mungkin dilakukan oleh Pilot yang lisensinya asli.
Bila hal itu dilakukan oleh Biden kepada kubu Trump, maka so pasti akan di jawab “shut up your mouth that is non of your business”.
Tapi riuh gemuruh tepuk tangan dari peserta yang hadir, mendengar arahan Jokowi itu, tak mudah di fahami, apakah signal persetujuan atau politicking saja. Yang pasti banyak peserta, yang justru minta photo bareng dengan AHY, yang saat itu juga hadir sebagai peserta undangan.
Ekspresi yang benar itu, diametral dengan lawan, seperti yang diperlihatkan sikap Jokowi kepada Surya Paloh, menjaga supaya tidak terjadi cipika-cipiki.
Bila kita berandai-andai, ketika kelak Golkar mengusung, misalnya, Ganjar Pranowo, lalu PDIP tetap mengusung Puan, apakah ini produk arahan dari Jokowi itu atau pembangkangan atas arahannya itu? Di negeri yang ingin tidak suka politik identitas ini, hal serupa tersebut menjadi abu-abu. Siapa kawan siapa lawan, hanya soal waktu dan kesempatan. Itu saja.

























